Beberapa Tahun Terakhir, Bisnis Halal Jadi Tren di Rusia

Beberapa Tahun Terakhir, Bisnis Halal Jadi Tren di Rusia
Ilustrasi wilayah dan bendera Rusia (worldatlas.com)
Ilustrasi wilayah dan bendera Rusia (worldatlas.com)
Moskow, NU Online
Bisnis halal di Rusia tengah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Di tengah perekonomian Rusia yang hanya tumbuh di angka 1,3 persen tahun ini dan 2,3 persen tahun lalu, bisnis halal –merujuk data Pusat Standarisasi dan Sertifikasi Halal Rusia- tumbuh pada tingkat 15 persen setiap tahunnya. 

Salah satu pihak yang merasakan dampak dari berkembangnya bisnis halal di Rusia adalah Pabrik Sosis Halal-Ash. Manajer pabrik yang bertempat di Shchyolkovo, Moskow itu, Arslan Gizatullin, mengatakan, saat ini ada banyak pihak bermunculan yang ikut bersaing di bisnis halal itu. Pabrik Sosis Halal-Ash telah disertifikasi halal sejak tujuh tahun yang lalu.

"Dalam beberapa tahun terakhir secara umum, halal menjadi tren di Rusia," kata Gizatullin, dikutip laman AFP, Ahad (21/7).

Berbeda dengan pabrik-pabrik lainnya, pabrik sosis Gizatullin membuat sosis gaya Soviet namun tetap sesuai dengan hukum Islam sehingga menjadi halal. Akan tetapi, saat ini banyak pabrik yang membuat serupa dengan pabriknya. Tidak lain, itu merupakan tanda bertumbuhnya bisnis halal di Rusia.

"Sekarang saya pergi ke toko pajangan dan saya melihat sosis dari satu, dua, tiga produsen. Saya melihat persaingan semakin meningkat," kata Gizatullin.

Menariknya, bisnis halal di Rusia tidak hanya daging dan olahannya saja, tapi juga menyasar ke sektor lainnya seperti kosmetik dan hotel halal. Badan halal Rusia telah memberikan sertifikasi kepada dua sektor itu. 

Alif, perusahaan kosmetik yang bermarkas di Moskow menjadi perusahaan baru yang sangat progresif mengekspor barang halal dari Rusia. Manager Alif, Halima Hosman, (28) mengatakan, produknya banyak diminati dan menjadi populer di beberapa negara bekas dan mayoritas Muslim di Rusia seperti Uzbekistan, Kazahstan, Dagestan, dan Chechnya.

Hosma menambahkan, ke depan perusahannya akan lebih memperluas target pasar luar negeri. Diantara negara-negara yang akan disasar adalah Arab Saudi, Turki, Iran, dan Perancis. Dia mengemukakan, kosmetik yang dijualnya bebas dari alkohol dan lemak hewani.

Menurut Wakil Kepala Dewan Mufti Rushan Abbyasov, Kementerian Pertanian Rusia mendukung penuh bisnis halal ini. Pihak kementerian mendorong agar pelaku bisnis halal Rusia meningkatkan ekspornya ke beberapa negara mayoritas Muslim, baik negara Muslim bekas Rusia ataupun negara Arab. Abbyasov menyebut, pihaknya telah mengembang menyesuaikan standarisasi halal Rusia dengan standarisasi halal di beberapa negara mayoritas Muslim.  

Sementara ekonom Rusia dan di era Uni Soviet yang kini bekerja di IHS Markit, Lilit Gevorgyan, berpendapat, bisnis halal Rusia tumbuh karena lebih didorong oleh ekspor daripada permintaan domestik. Baginya, biaya produksi makanan halal yang lebih mahal menjadi persoalan tersendiri bagi warga Rusia yang belum pulih total dari krisis yang melanda negara itu 2014 lalu. 

Sejak 2007, Pusat Standardisasi dan Sertifikasi Halal, di bawah wewenang Dewan Rusia Mufti telah menyetujui atau memberikan sertifikat halal kepada lebih dari 200 perusahaan. Per bulannya, peningkatan perusahaan mencapai lima sampai tujuh perusahaan. (Red: Muchlishon)
BNI Mobile