IMG-LOGO
Internasional

Berdayakan Perempuan, Yenny Wahid Diganjar Rising Women Empowerment Award 2019


Sabtu 27 Juli 2019 23:15 WIB
Bagikan:
Berdayakan Perempuan, Yenny Wahid Diganjar Rising Women Empowerment Award 2019
Yenny Wahid menerima penghargaan Rising Women Empowerment Award di Singapura (Tangkapan layar IG @yennywahid)
Jakarta, NU Online
Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, menerima penghargaan 'Rising Women Empowerment Award 2019’. Yenny dinobatkan sebagai salah satu satu nomine pada kategori Excellence Award karena jasa dan kerja kerasnya dalam memberdayakan perempuan. Diketahui, Yenny bersama Wahid Foundation memberdayakan perempuan melalui progam Desa Damai.

Pemberian penghargaan diselenggarakan oleh KBRI Singapura dan Her Times Magazine di Mandarin Orchard Hotel, Singapura, Selasa (23/7) lalu. Acara itu dihadiri 253 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha hingga tokoh masyarakat asal Singapura dan Indonesia.

Pada saat penobatan, Yenny meminta agar tidak memandang sebelah mata peran perempuan, terutama dalam menjaga perdamaian dunia. Baginya, perempuan memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan dunia saat ini. 

“(Karakteristik perempuan) Seperti soft power, penyabar, gemar bekerjasama dan memecahkan masalah bukan melalui kekerasan,” kata Yenny, dikutip laman Wahid Foundation.

Dia menilai, penghargaan itu menjadi dorongan agar dirinya terus melakukan pemberdayaan perempuan di masyarakatnya. Menurutnya, jika seseorang berhasil memberdayakan seorang perempuan maka orang tersebut telah memberdayakan seluruh komunitas.

“Kami percaya bahwa kesetaraan gender adalah pendorong kemajuan di semua sektor pembangunan di seluruh dunia. Dibutuhkan sebuah desa untuk memberdayakan seorang wanita, tetapi begitu Anda memberdayakan seorang wanita, Anda memberdayakan seluruh komunitas,” tulis Yenny di akun Instagramnya.

Penghargaan Rising Women Empowerment diberikan kepada para tokoh perempuan asal Indonesia dan Singapura yang dinilai berjasa dan menginspirasi dalam program pemberdayaan perempuan di masyarakatnya masing-masing. Para tokoh yang mendapatkan penghargaan ini diharapkan melanjutkan kerjanya, yakni membuat program pemberdayaan perempuan di tingkat regional.

Selain Yenny, ada 11 perempuan dari Indonesia dan Singapura yang memperoleh penghargaan tersebut. Dari Indonesia ada Puan Maharani, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Eminent Women of The Year), Tri Risma Walikota Surabaya (Excellence Award), Anak Agung Ayu Co-founder Citra Kartini (Philanthropy Award), Rina Ciputra, PT Ciputra Development dan Carmelita Hartoto, President, Andhika Lines (Entrepreneur Award), dan Prof Dr Dewi, Research Professor (Achievement Award).
 
Sementara dari Singapura, ada Yeo Yann Yann, Theatre Performer (Excellence Award), Dr. Gan See Khem, Executive Chairman, HMI Group (Achievement Award), Michelle Cheo, CEO Mewah Group (Entrepreneur Award), Tan Hooi Ling, Co-Founder Grab (Philanthropy Award), dan Fiona Chaw, Founder Aimco Connect Pte Ltd (Youth Award). (Red: Muchlishon)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG