IMG-LOGO
Daerah

UNU Blitar Temukan Cara Meningkatkan Produksi Kelinci 

Rabu 31 Juli 2019 9:30 WIB
Bagikan:
UNU Blitar Temukan Cara Meningkatkan Produksi Kelinci 
Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) UNU Blitar, Jawa Timur.
Blitar, NU Online
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) melakukan penelitian. Hal tersebut dilatarbelakangi rasa penasaran tingkah laku unik kelinci yang memakan kotorannya sendiri untuk memenuhi nutrisinya. Sehingga meneliti bagaimana mikroorganisme yang terkandung dalam kotoran lunak kelinci tersebut.
 
Penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti tersebut dilaksanakan di laboratorium FPIK Universitas Brawijaya (UB) Malang selama tiga bulan. Mulai bulan April hingga Juli 2019. Penelitian ini mengambil judul Isolasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dan Uji Aktivitas Anti-bakterinya.
 
Penelitian dilakukan tiga mahasiswa yakni Ahmad Baitul Sulton, Husna Fikriya, dan Siti Ropida dengan Lestariningsih sebagai dosen pembimbing. Diharapkan dengan ditemukannya Bakteri Asam Laktat (BAL) dalam feses lunak kelinci, di masa mendatang BAL melalui proses penelitian yang lebih lanjut dapat dikembangkan sebagai probiotik. Probiotik tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas ternak kelinci.
 
“Tim ini memiliki tujuan untuk mengisolasi mikroorganisme yang diduga Bakteri Asam Laktat dari kotoran lunak kelinci. Kemudian menguji hasil isolasi tersebut terhadap bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli untuk mengetahui daya hambatnya terhadap kedua bakteri patogen tersebut,” ungkap Ahmad Baitul Sulton kepada NU Online, Selasa (30/7).
 
Dijelaskan, hasil penelitian ini diperoleh bakteri yang berbentuk basil (batang) dominasi dari kelompok bakteri gram positif yang bersifat apatogen (tidak berbahaya bagi kesehatan). Namun, belum bisa dikategorikan dalam lactobacillus karena masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kemampuannya dalam mencerna laktosa
 
Sedangkan hasil uji daya hambat menunjukkan bahwa bakteri hasil isolasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli.
 
Lanjut dia, probiotik sangat bermanfaat sekali terhadap makhluk hidup, baik itu manusia maupun hewan. Probiotik mampu menggantikan peran antibiotik untuk menghadapi bakteri buruk (patogen). Bedanya probiotik hanya menyeimbangkan jumlah antara bakteri baik (apatogen) dan bakteri buruk (patogen), sedangkan antibiotik dapat membunuh keseluruhan bakteri baik itu baik maupun buruk dan efek jangka panjangnya sangat menakutkan yaitu terjadinya resistensi antibiotik yang mampu menciptakan bakteri patogen super yang kebal (resisten) dengan antibiotik.
 
Sekarang UNU Blitar sudah mengetahui banyaknya manfaat dari probiotik dan gencarnya penelitian untuk menemukan berbagai strain BAL. Karena selaku akademisi sektor peternakan tidak ingin ketinggalan terhadap hal tersebut. 
 
“Berawal dari rasa penasaran terhadap kelakuan unik kelinci tersebut kami yakin ini merupakan langkah awal bagi kami untuk menciptakan probiotik Sehingga dapat meningkatkan produktivitas ternak itu sendiri,” pungkas Sulton. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)
 
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 31 Juli 2019 23:45 WIB
Buka Wisata Desa, Lesbumi Pekalongan Gelar Selamatan
Buka Wisata Desa, Lesbumi Pekalongan Gelar Selamatan
Lesbumi Pekalongan gelar tradisi selamatan sebelum berkarya
Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan, Eko Ahmadi pimpin acara selamatan Bucu Alus untuk buka potensi wisata desa di Kecamatan Lebak Barang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
 
Acara yang berlangsung Rabu (31/7) di Desa Bantarkulon, Kecamatan Lebak Barang, Kabupaten Pekalongan dibiayai dengan gotong royong warga berjalan guyub karena hampir semua elemen masyarakat turut serta dalam kegiatan.

Kepala Desa Bantarkulon Cahyusup menjelaskan, acara diadakan dalam rangka gotong royong membangun potensi wisata alam desa. Kegiatan dibuka dari pagi semua elemen sudah bekerja bakti lalu menjelang siang hari mau istirahat.
 
"Prosesi dimulai dengan pembacaan kidung brendung di dekat TUK (sumber mata air) Curug Lembah Manah lalu tawasulan, tahlil dan shalawat, selanjutnya makan bersama," ujarnya.
 
Kepada NU Online, Eko Ahmadi menjelaskan, keterlibatan Lesbumi pada acara selamatan 'Bucu Alus'  guna mensupport masyarakat untuk sadar dan peduli potensi alam khususnya di desa.
 
"Budaya masyarakat yang sudah mengakar perlu kita dukung, agar masyarakat semakin semangat dalam merawat desanya, terutama yang memiliki potensi wisata, sehingga masyarakat luar tertarik untuk datang," jelasnya.
 
"Makanya, sebelum makan bersama kita ajar warga untuk berdoa, tahlil, dan shalawat terlebih dahulu, dan inilah tugas kita," imbuhnya.
 
Ketua Pokdarwis Desa Bantarkulon, Muhadi menjelaskan, jika acara selamatan Bucu Alus diikuti oleh berbagai elemen di desa ini. “Semua ikut, mulai dari anak-anak PAUD, ibu-ibu PKK, karang taruna, pemuda pemudi serta simpatisan,” jelasnya.

Selain guyub karena berbagai elemen ikut bergotong royong, para peserta selamatan juga membawa jajanan khas kampung seperti pasung, nagasari, kerupuk gadung.

“Kami mendatangkan Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan, Gus Eko Ahmadi dan jajarannya untuk mendampingi dan mengembangkan wisata desa, maka selamatan Bucu Alus sebagai tanda awal dimulai sekaligus pondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan agar desa kami selamat dan makmur,” kata Cahyusup Kepala Desa setempat.
 
Patut dicatat, Desa Bantarkulon sedang menggeliat karena lambat laun menjadi tujuan wisata favorit di Kabupaten Pekalongan. Tahun 2016 PLN berhasil memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), yang berdiri di Desa Bantarkulon Kecamatan Lebak Barang berkapasitas 7 megawatt. (Muiz)
Rabu 31 Juli 2019 23:0 WIB
Bercorak Pesantren, STAI Al-Hikmah Tuban Ajarkan Aswaja
Bercorak Pesantren, STAI Al-Hikmah Tuban Ajarkan Aswaja
Yudisium Program S 1 STAI Al-Hikmah Tuban, Jatim
Bojonegoro, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah Tuban menjadi salah satu perguruan tinggi yang bercirikan pesantren. Bahkan kampus yang berada di Binangun, Singgahan, Tuban, Jawa Timur tersebut menanamkan nilai-nilai NU dengan mengajarkan mata kuliah keaswajaan pada mahasiswanya.
 
"Kampus ini (STAI Al-Hikmah) bercorak pesantren, termasuk ada mata kuliah keaswajaan," kata salah satu dosen STAI Al-Hikmah, Niswatin Nurul Hidayati saat prosesi yudisium di salah satu hotel di Bojonegoro, Rabu (31/7).
 
Dosen asal Bangilan Tuban itu menjelaskan, dalam prosesi yudisium selain mahasiswa berhijab, seluruh mahasiswa diminta mengenakan songkok hitam. Namun dalam proses belajar mengajar perkuliahan  mahasiswa diwajibkan bersongkok dan memakai jas almamater.
 
"Kalau hari biasa tidak mengenakan (songkok dan beralmamater) akan ditegur untuk memakai dan mereka akan mengambil di pondok, karena mayoritas tinggal di pondok. Jika ujian, mahasiswa akan disanksi," terang dosen Bahasa Inggris.
 
Bu Niswatin panggilannya juga menuturkan, selain muatan lokal keaswajaan, materi lainnya seperti pada kampus umumnya termasuk usul fiqih dan lain-lain. Tetapi di lingkungan kampus sesuai syariat karena ada materi di lingkup pondok tersebut.
 
"Mahasiswa juga banyak menjuarai lomba-lomba keagamaan seperti  Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), pidato, kaligrafi, dan yang lainnya di Tuban. Sehingga ada yang dikirim ketingkat provinsi," tutur dosen lulusan magister Bahasa Inggris Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
 
Ditambahkan Bu Niswatin yang juga ketua panitia yudisium ke-5, ada 138 mahasiswa-mahasiswi yang ikut yudisium. Mereka terbagi menjadi empat program studi (Prodi), yakni 6 mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), 100 mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI), 18 mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) dan sisanya 14 mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah (ES).
 
Pascaprosesi yudisium ini, seluruh mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sesuai prodi masing-masing. Setelah itu kampus menjadwalkan tanggal 29 Agustus 2019 nanti dilakukan prosesi wisuda di kampus setempat.
 
"Sejak berdiri tahun 2010, banyak mahasiswa selain Tuban dan Bojonegoro juga ada yang dari Kalimantan, Madura, Sulawesi, dan Jakarta yang mayoritas NU sekaligus menetap di pondok pesantren," pungkas dosen yang sudah membuat 25 karya buku.
 
Seperti diketahui kampus STAI Al-Hikmah bernaung di yayasan yang menaungi mulai jenjang RA, MI, MTs, MA dan STAI. Sehingga sudah banyak lulusan yang mengabdi di masyarakat, termasuk bekerja di pemerintahan. (M Yazid/Muiz)
Rabu 31 Juli 2019 22:30 WIB
Hektaran Sawah Warga Alami Kekeringan, Ini Langkah NU Serang
Hektaran Sawah Warga Alami Kekeringan, Ini Langkah NU Serang
Ilustrasi sawah kekeringan (via Beritasatu)
Serang, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, KH Zainudin ikut prihatin atas kondisi kekeringan yang dialami para petani di Kota Serang. Menurutnya, NU Kota Serang sebisa mungkin akan mengajak nahdlyin untuk mencari jalan keluar terkait masalah tersebut. Misalnya dengan mengatur pengairan sawah bagi para petani. 

“Memang kadang-kadang penyebabnya rebutan air antar petani,” kata Kiai Zainudin saat berbincang dengan NU Online di Pesantren Al-Idrisiyah Terumbu, Kota Serang, Banten, Rabu (31/7).

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bersyabar menghadapi kemarau panjang di Banten dan terus meminta kepada Allah agar tetap diberikan kelancaran dalam menjalankan semua aktifitasnya termauk ketika menggarap sawah di ladang. 

Namun, kemarau yang menyebabkan belasan haktare sawah petani kekeringan tersebut belum dapat dikategorikan parah. Untuk itu belum bisa dilakukan Shalat Istisqo karena air dan MCK di masyarakat masih mencukupi. 

“Belum waktunya karena shalat istisqo itu sekira-kira di wilayah kita sudah tidak ada air sama sekali untuk minum aja susah apalagi mandi nah baru level kayak gitulah tingaktan istisqo ini dibolehkan, sekarang belum,” ujarnya. 

Menurut Kiai sepuh asal Terumbu Banten ini,  NU berkomitmen membantu para petani dengan menyediakan berbagai upaya yang bisa dilakukan.; Seperti memebrikan pelatihan atau pemahaman pengelolaan pertanian, sehingga tanaman padi yang dicocok bsia menghasilkan keuntungan. 

Ia juga meminta kepada Pemerintah Kota Serang untuk ikut serta memperhatikan kekeringan yang terjadi di Kasemen. Misalnya dengan membantu pengaadaan air untuk semua ladang para petani sehingga tidak terjadi gagal panen. 

“Saran saya ke Pemerintahan Kota Serang, irigasi di ujung kampung disediakan untuk saluran air oleh karena itu saya anjurkan Pemkot mengawasi juga yang sudah ada sekarang ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, kemarau panjang telah menyebabkan haktaran sawah di Kasemen Kota Serang-Banten mengalami kekeringan. Hal itu menjadi perhatian tersendiri karena dikeluhkan banyak petani. Kekeringan tersebut juga berpotensi mengalami gagal panen bagi para petani padi jika tidak segera dicarikan solusinya. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG