IMG-LOGO
Internasional

PPIH Daker Makkah Lakukan Pembinaan Jemaah Calon Haji Pringsewu

Rabu 31 Juli 2019 19:45 WIB
Bagikan:
PPIH Daker Makkah Lakukan Pembinaan Jemaah Calon Haji Pringsewu
KH Masrur Ainun Najih memberi pembinaan ibadah di Kloter 51 (Foto: Faizin/NUO)
Makkah, NU Online
Konsultan Ibadah PPIH Daker Makkah, KH Masrur Ainun Najih mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan upaya peningkatan dalam kualitas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia. Hal ini dilakukan mulai sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan ibadah haji.
 
Salah satu bentuk peningkatan kualitas tersebut adalah dengan terus memberikan bimbingan kepada jemaah selama berada di tanah suci. Khusus terkait bimbingan ibadah, pemerintah ingin memastikan jemaah telah melaksanakan rangkaian ibadah haji sesuai tuntunan syariat. 
 
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) ini saat memberikan bimbingan pada jemaah calon haji Kloter JKG 51 di Hotel Mnair Al Osoul Sektor 3 Sisyah, Rabu (31/7).
 
Ia menghimbau kepada para jemaah calon haji dari Kabupaten Pringsewu, Lampung ini untuk mengisi kegiatan jelang wukuf pada 10 Agustus 2019 mendatang dengan memperbanyak dzikir, shalawat, wirid, dan ibadah lainnya.
 
"Agar kegiatan bisa nyaman dan tenang, maka jemaah harus disiplin dan taat dengan segala ketentuan dari pemerintah Indonesia dan Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji. Patuhi instruksi para ketua regu, ketua rombongan, dan petugas kloter," tambah pesannya kepada 405 jemaah dari Pringsewu.
 
Ibadah haji, lanjutnya, merupakan ibadah yang istimewa karena dilaksanakan pada waktu dan tempat yang khusus. Haji juga istimewa karena keseluruhan ibadahnya merupakan rukun fi'li (pekerjaan). Jika pun jemaah tidak mengerti bacaan doa dalam setiap proses ibadahnya, selama tetap melakukan hal tersebut maka sah hajinya.
 
Pada puncaknya, tambahnya, semua jemaah dipastikan berharap pelaksanaan ibadah di tanah suci akan mendapat predikat mabrur. "Ciri haji mabrur itu selalu menebarkan perdamaian, bertutur kata yang menyejukkan dan meningkatnya sedekah kepada orang lain," jelasnya sembari menegaskan bahwa rahasia dari kebahagiaan adalah selalu berbagi dengan sesama.
 
Sementara Pembimbing Ibadah sektor 3 H Ahmad Jahid mengingatkan jamaah bahwa diperkirakan wukuf akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2019. Sementara jamaah gelombang 2 akan menuju Kota Madinah pada 25 hari kedepan.
 
Pada pembinaan tersebut tidak hanya dilakukan penyampaian bimbingan ibadah manasik dan penjelasan teknis rangkaian kegiatan ibadah haji. Para jemaah diajak membangun soliditas tim dengan beberapa kegiatan seperti permainan dan character building (pembentukan karakter). (Muhammad Faizin)
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 31 Juli 2019 23:59 WIB
Musim Haji Tahun Ini, Saudi Siapkan Lima Ambulans Udara
Musim Haji Tahun Ini, Saudi Siapkan Lima Ambulans Udara
Ambulans udara yang disiapkan Saudi untuk mengatasi kasus kritis jamaah haji (Saudi Gazette)
Makkah, NU Online
Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi (SRCA) akan menyediakan layanan ambulans udara selama musim haji tahun ini. SRCA bekerja sama dengan mitra menyiapkan lima pesawat dengan peralatan medis darurat dan difungsikan sebagai ambulans udara.

Fasilitas ini dimaksudkan untuk menyediakan perawatan medis darurat dan intensif bagi kasus-kasus kritis yang menimpa jamaah haji. Sehingga jamaah haji mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat ketika mereka sedang membutuhkan.  

Dilaporkan Saudi Gazette, Rabu (31/7), Pihak berwenang telah menyiapkan area pendaratan untuk pesawat-pesawat ini di rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Makkah untuk menerima kasus-kasus yang diangkut dengan menggunakan ambulans udara.

Untuk mendapatkan layanan ambulans udara, jamaah haji tinggal mengambil telepon dan mengubungi nomor 997. SRCA kemudian akan meneruskan laporan ke ambulans darat atau udara, tergantung pada informasi yang diterima. Apakah ia betul-betul darurat dan kritis atau tidak.

Dilaporkan, Bulan Sabit Merah Saudi sudah menyiapkan 36 pusat bantuan permanen, 89 pusat bantuan sementara, 370 ambulans dengan teknologi terbaru, dan lebih dari 2.700 petugas. 

Layanan medis darurat tersebut terletak di pusat-pusat kota di Makkah, Masjid Agung, Madinah, Mina, Arafat dan Muzdalifah.
 
Bulan Sabit Merah Saudi (SRCA) di Madinah juga menyediakan pelayanan medis dan darurat bagi para jamaah haji dan pengunjung Masjid Nabawi serta beberapa lokasi yang sering dikunjungi selama musim haji ini. 
 
Mereka siap siaga 24 jam sehari semalam dan melaksanakan tugasnya terutama di Masjid Nabawi dan sekitarnya. Ada sekitar 1.000 relawan, laki-laki dan perempuan, yang ikut terlibat dalam program pelayanan kesehatan bagi para jamaah dan pengunjung Masjid Nabawi selama musim haji tahun ini.   

Call center 911
 
Arab Saudi telah memperluas cakupan fasilitas panggilan darurat (call center) 911 tahun ini. Sebelumnya, layanan call center 911 sudah ada di Makkah sejak lima tahun lalu. Namun, tahun ini Pusat Operasi Keamanan Nasional Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi meluncurkan layanan itu di tiga kota baru, yakni Madinah, Riyadh, dan Syargiyah.
 
Jadi, jika ada jamaah haji yang tersesat, mengalami gangguang medis, membutuhkan bantuan terkait arah jalan, atau kehilangan barang dan tidak tahu harus menghubungi siapa, maka kali ini mereka tidak perlu khawatir. Mereka tinggal mengambil handphonenya dan menghubungi nomor 911. Maka tim layanan call center 911 Saudi akan segera memberikan respons dan bantuan yang dibutuhkan.
 
Layanan ini disiapkan untuk melayani jamaah haji dari berbagai negara. Selain bahasa Arab, seperti diberitakan Arab News, Sabtu (27/7), layanan call center 911 ini juga melayani percakapan dalam banyak bahasa seperti bahasa Urdu, Jerman, Inggris, Perancis, dan Indonesia. (Red: Muchlishon)
Rabu 31 Juli 2019 23:30 WIB
Dianggap Paling Disiplin dan Sopan, Saudi Jadikan Jamaah Haji Asal Indonesia ‘Role Model’
Dianggap Paling Disiplin dan Sopan, Saudi Jadikan Jamaah Haji Asal Indonesia ‘Role Model’
Jamaah haji Indonesia (Setkab.go)
Riyadh, NU Online
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. menuturkan, Arab Saudi telah memberikan label bahwa jamaah haji asal Indonesia itu sopan dan disiplin. Oleh karena itu, Indonesia dijadikan role model sebagai jamaah haji percontohan bagi yang lainnya. 

“Memang beberapa kali kami bertemu dengan petinggi-petinggi Saudi, Indonesia ini dijadikan ‘role model’ sebagai percontohan jamaah haji karena Saudi sudah memberikan label  bahwa jamaah Indonesia itu paling disiplin dan sopan,” kata Agus, seperti diberitakan Antaranews, Rabu (31/7).

Dia menyebut, sebagai jamaah haji yang paling rapi, tertib, dan disiplin di dunia, Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulazis, memberikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia dengan menjemput mereka. 

“Ini apresiasi dari Saudi karena dari sekian tahun , baru jamaah haji Indonesia yang dijemput oleh seorang pangeran, yaitu Pangerang Faisal bin Salman bin Abdulazis al-Saud,” jelasnya. Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga mendapatkan keistimewaan dari Saudi terkait dengan pelayanan haji. Mereka adalah Pakistan, Malaysia, Tunisia, dan Bangladesh.

Agus mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dengan Saudi untuk melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan fasilitas haji. “Kita sudah komitmen dengan Saudi bahwa kita adalah pelayan-pelayan haji,” ucapnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa Indonesia sedang memperjuangkan kuota haji tahun ini hingga mencapai 250 ribu orang. Jika hal itu tercapai, maka kuota haji Indonesia akan bertambah 19 ribu orang, mengingat jatah haji tahun ini 231 ribu orang. 

“Kami berharap karena kami mintanya berdasarkan arahan Presiden Jokowi, Indonesia tahun ini idealnya di angka 250 ribu kuota sehingga kami masih ada lagi tugas untuk angka 19 ribu dari 231 ribu. Insyaallah tahun-tahun ke depan kita akan selalu melakukan diplomasi haji,” jelasnya.

Keinginan Indonesia untuk menambah kuota haji bukan tanpa alasan. Di Indonesia, orang yang mau menunaikan haji harus menunggu antrean yang panjang, bahkan 20 hingga 40 tahun. Agus mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah Saudi terkait dengan antrean panjang haji di Indonesia.
 
“Pemerintah Saudi tahu Indonesia negara Muslim terbesar sehingga dan sudah selayaknya mendapatkan ‘privilege’ ini,” ujarnya. (Red: Muchlishon)
Rabu 31 Juli 2019 19:15 WIB
Kakek Asal Indonesia yang Diundang Raja Salman Berhaji Tiba di Saudi
Kakek Asal Indonesia yang Diundang Raja Salman Berhaji Tiba di Saudi
Kakek Uhi tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji atas undangan Raja Salman (SPA)
Makkah, NU Online
Uhi Aidrus Samri atau dikenal Kakek Uhi (94) tiba di Bandara Internasional King Abdulazis untuk melaksanakan ibadah haji pada hari ini, Rabu (31/7). Kakek Uhi bersama dengan lima anggota keluarganya –tiga anak dan dua cucu- termasuk dari Program Hosting Penjaga Dua Masjid Suci untuk menunaikan haji tahun ini. 

Seperti dilaporkan kantor berita Arab Saudi, SPA, Rabu (31/7), setiba di bandara, Kakek Uhi disambut beberapa pejabat. Kepada Raja Salman, Kakek Uhi berterima kasih karena sudah diundang dan diberikan fasilitas selama menunaikan haji tahun ini. 

Kakek Uhi berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dengan penerbangan pukul 20.00 WIB, Selasa (30/7). Ketika sampai di Bandara Soetta, Kakek Uhi disambut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid al-Thaghafi. Keduanya kemudian saling memberikan hormat dan mencium tangan.
 

Al-Thaghafi mengatakan, Kakek Uhi dan keluarganya bakal mendapatkan fasilitas ekslusif selama menunaikan ibadah haji. Dikatakan al-Thaghafi, mereka akan bertemu dengan Raja Salman ketika menjalankan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.  
 
Video minta haji viral
 
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis mengundang Kakek Uhi untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Undangan itu hadir setelah video Kakek Uhi meminta Raja Salman memberangkatkan dirinya dan keluarganya berhaji viral di jagat maya Arab Saudi.

Dalam video itu, Kakek Uhi dan sejumlah keluarganya memperkenalkan diri satu-satu persatu dan menanyakan kabar Raja Salman. Mereka mengaku miskin, tidak punya uang, dan kemudian memohon kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) agar menghajikan dirinya dan keluarganya. Kakek yang berasal dari Desa Batulawang, Jawa Barat ini disebutkan sudah berusia 140 tahun di video itu.

“Saya sangat senang. Saya tidak pernah membayangkan ini akan terjadi,” kata Kakek Uhi, dikutip laman Arab News, Ahad (28/7).

Anak perempuan Kakek Uhi, Nana Rohana, menceritakan, video tersebut dibuat sebelum bulan Ramadhan di rumah keluarga di Cipanas, Jawa Barat. Adalah Ali, seorang wisawatan Arab yang berteman dengan Kakek Uhi dan keluarganya, yang menyarankan mereka untuk membuat video tersebut. Ali Juga lah yang memberikan mereka foto-foto Raja Salman yang ditampilkan dalam video.

“Saya berbincang dengan Ali di rumah. Dia bertanya ‘Apakah kamu ingin pergi haji?’ Saya katakan kepadanya mau namun saya tidak punya uang. Dia (Ali) bercanda mengatakan bahwa dia akan memberi tahu presidennya (Raja Salman). Saya piker dia hanya bercanda saja,” tutur Kakek Uhi.

Nana menambahkan, Ali kemudian mengatakan kepada mereka bahwa dia akan mengunggah video tersebut di media sosial setelah Idul Fitri. Mereka tidah tahu apa yang terjadi pada video itu sampai menerima telepon dari seorang asing yang memberitahu mereka bahwa Kakek Uhi mendapatkan undangan naik haji. 

Semula keluarga Kakek Uhi tidak percaya dengan telepon tersebut. Kalau seandainya benar, mereka juga tidak akan membiarkan Kakek Uhi berangkat sendiri, mengingat usianya yang sudah tua. Mereka akhirnya percaya bahwa undangan itu benar setelah menerima undangan dari Kedubes Saudi. Mereka kemudian diundang untuk bertemu dengan Dubes Saudi untuk Indonesia di Jakarta. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG