IMG-LOGO
Internasional

Dianggap Paling Disiplin dan Sopan, Saudi Jadikan Jamaah Haji Asal Indonesia ‘Role Model’


Rabu 31 Juli 2019 23:30 WIB
Bagikan:
Dianggap Paling Disiplin dan Sopan, Saudi Jadikan Jamaah Haji Asal Indonesia ‘Role Model’
Jamaah haji Indonesia (Setkab.go)
Riyadh, NU Online
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. menuturkan, Arab Saudi telah memberikan label bahwa jamaah haji asal Indonesia itu sopan dan disiplin. Oleh karena itu, Indonesia dijadikan role model sebagai jamaah haji percontohan bagi yang lainnya. 

“Memang beberapa kali kami bertemu dengan petinggi-petinggi Saudi, Indonesia ini dijadikan ‘role model’ sebagai percontohan jamaah haji karena Saudi sudah memberikan label  bahwa jamaah Indonesia itu paling disiplin dan sopan,” kata Agus, seperti diberitakan Antaranews, Rabu (31/7).

Dia menyebut, sebagai jamaah haji yang paling rapi, tertib, dan disiplin di dunia, Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulazis, memberikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia dengan menjemput mereka. 

“Ini apresiasi dari Saudi karena dari sekian tahun , baru jamaah haji Indonesia yang dijemput oleh seorang pangeran, yaitu Pangerang Faisal bin Salman bin Abdulazis al-Saud,” jelasnya. Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga mendapatkan keistimewaan dari Saudi terkait dengan pelayanan haji. Mereka adalah Pakistan, Malaysia, Tunisia, dan Bangladesh.

Agus mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dengan Saudi untuk melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan fasilitas haji. “Kita sudah komitmen dengan Saudi bahwa kita adalah pelayan-pelayan haji,” ucapnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa Indonesia sedang memperjuangkan kuota haji tahun ini hingga mencapai 250 ribu orang. Jika hal itu tercapai, maka kuota haji Indonesia akan bertambah 19 ribu orang, mengingat jatah haji tahun ini 231 ribu orang. 

“Kami berharap karena kami mintanya berdasarkan arahan Presiden Jokowi, Indonesia tahun ini idealnya di angka 250 ribu kuota sehingga kami masih ada lagi tugas untuk angka 19 ribu dari 231 ribu. Insyaallah tahun-tahun ke depan kita akan selalu melakukan diplomasi haji,” jelasnya.

Keinginan Indonesia untuk menambah kuota haji bukan tanpa alasan. Di Indonesia, orang yang mau menunaikan haji harus menunggu antrean yang panjang, bahkan 20 hingga 40 tahun. Agus mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah Saudi terkait dengan antrean panjang haji di Indonesia.
 
“Pemerintah Saudi tahu Indonesia negara Muslim terbesar sehingga dan sudah selayaknya mendapatkan ‘privilege’ ini,” ujarnya. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG