IMG-LOGO
Daerah

5 Pesilat Pagar Nusa dari Blitar Juarai Lomba Internasional

Senin 5 Agustus 2019 17:30 WIB
Bagikan:
5 Pesilat Pagar Nusa dari Blitar Juarai Lomba Internasional
Kontingen dari PC Pagar Nusa kabupaten Blitar saat menerima piala.
Blitar, NU Online
Nida Afkarina pesilat kontingan Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Blitar, Jawa Timur terpilih sebagai pesilat terbaik putri pada Kejuaraan Internasional Pandu Samudra Championship II th 2019 di Tegal, Jawa Tengah.                         
 
Pada ajang pencak silat internasional itu selain Nida, ada empat pesilat yang meraih medali. Total tiga emas dan satu perak dan satu perunggu. 
 
"Dalam event ini, Blitar meraih lima medali. Tiga emas, satu perak plus satu perunggu," kata H Abdul Munib, Senin (5/8) 
 
Menurut Ketua PC Pagar Nusa Blitar tersebut, tiga emas diraih Nida Afkarina dan sekaligus terpilih sebagai pesilat terbaik putri. Saat itu Nida bermain di kelas B putri dewasa.
 
Emas kedua dan ketiga untuk Pagar Nusa Blitar dipersembahkan oleh M Iizad Arasy di kelas E pra remaja dan M Rafly Zulfikar di katagori silat seni tunggal putra. Ia juga terpilih sebagai pesilat terbaik tunggal.                
 
Sementara medali perak dan perunggu dipersembahkan oleh Rosida Firdaus yang saat itu bermain di kelas C remaja putri. Sedang medali perunggu dipersembahkan oleh Intan  Nelan Siandy. Kelima pesilat yang meraih prestasi ini santri Pondok Pesantren Nurul Ulum milik Pengurus Cabang NU Kabupaten Blitar.
 
"Alhamdulillah anak-anak bisa meraih prestasi. Keberhasilan ini bisa memotifasi pesilat lain yang tergabung dalam Pencak Silat Academy Blitar,” kata Munib.       
 
Ajang kejuaraan internasional pencak silat Pandu Samudra Champion 2 tahun 2019 berlangsung di GOR Tegal Selatan, Kota Tegal, Jumat (2/8). Kegiatan yang berlangsung dari 2 hingga 4 Agustus dibuka oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono.
 
Ketua panitia penyelenggara kejuaraan Internasional Pencak Silat Pandu Samudra Championship 2 tahun 2019, Bayu Firmansyah menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, DKI Jakarta. Juga Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Nangro Aceh Darussalam, bahkan Oxvord University England, dan Istanbul Turki.
 
"Jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan kali ini sebanyak 1.040 peserta dan 200 official dengan jumlah wasit dan juri yang bertugas 30 orang," papar Bayu.
 
Adapun yang dipertandingkan yakni hampir seluruh kelas. Sedangkan ajang tersebut diperuntukkan bagi para peserta kelas umur.
 
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyatakan dukungannya dalam penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut.
 
"Pemerintah Kota Tegal mendukung penuh digelarnya kejuaraan Internasional Pencak Silat Pandu Samudra Championship 2 tahun 2019 yang merebutkan piala bergilir Ketua Persilat Letjend (Purn) H Prabowo Subianto. Merupakan suatu kebanggaan bahwa Kota Tegal menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan pencak silat bergengsi karena bertaraf internasional. Apalagi pencak silat merupakan merupakan budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan," ujarnya.
 
Ia berharap nama Kota Tegal akan semakin terdengar dan terkenal, bukan saja di seantero nusantara, tetapi juga sejagad raya.
 
Apalagi kejuaraan ini bertempat di GOR Tegal Selatan yang diharapkan menjadi tempat terbaik bagi penyelenggaraan kejuaraan pencak silat. 
 
“Jika kejuaraan ini berjalan dengan sukses, tentu menjadi kebanggaan bagi Kota Tegal dan diharapkan kejuaraan-kejuaraan lainnya, bukan hanya pencak silat, akan menggunakan GOR Tegal Selatan sebagai tempat kejuaraan," tandasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)
 
Bagikan:

Baca Juga

Senin 5 Agustus 2019 23:30 WIB
Ada Ronaldo di UKT Pagar Nusa Kuningan
Ada Ronaldo di UKT Pagar Nusa Kuningan
Peserta UKT Pagar Nusa Kabupaten Kuningan Jawa Barat
Kuningan, NU Online
Sebanyak 60 santri Pesantren Miftahul Muta'allimin Pangkalan, Kuninngan, Jawa Barat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Masa Penerimaan Anggota (Mapag) Pagar Nusa Kabupaten Kuningan.
 
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-79 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dr) ini diselenggarakan ba'da dzuhur, Ahad (4/8).
 
" Kegiatan UKT Pagar Nusa ini bertepatan dengan harlah guru bangsa dan warga NU almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan kegiatan ini banyak memberi warna untuk santri, warga Pangkalan, dan NU sendiri," ujar pembina Pesantren, K Zahid.
 
Dijelaskan, setiap harinya santri dibekali ilmu-ilmu salaf dari kitab kuning (turats) dalam sistem klasikal madrasah, pagi hingga siang sekolah formal lalu istirahat sejenak, sore hingga petang dilanjut kembali pengajian di madrasah. 
 
"Sesekali santri harus dibekali ilmu bela diri sebagai ajang kreatifitas santri dan membudayakan kesenian khas nusantara, yakni pencak silat," ujarnya. 
 
Menurut Gus Aep, salah seorang pengasuh pesantren, wadah yang paling tepat untuk santri salaf dalam hal kesenian bela diri adalah Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang dalam hal ini ada badan otonom tersendiri yg khusus membidanginya yaitu Pagar Nusa. 
 
"Itung-itung refreshing dan ekstra kurikuker pondok ya silat ini, juga sebagai kaderisasi NU muda," jelas Aep yang juga Koordinator Generasi Muda NU di wilayah Kecamatan Cipicung.
 
Dijelaskan, Pagar Nusa adalah kependekan dari Pagar NU dan bangsa, didirikan tanggal 3 Januari 1986 di Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur oleh KHMA Maksum Djauhari salah seorang cucu KH Abdul Karim muassis Lirboyo.
 
Namanya terdengar ke seluruh pelosok daerah ketika menjabat Komando Penumpasan PKI dan antek-anteknya di wilayah Kediri dan sekitarnya. Identik dengan rambut gondrongnya, Gus Maksum sapaannya, dikenal sebagai pendekar nomor wahid di kalangan NU.
 
Ketua Pagar Nusa Kabupaten Kuningan, Alvin mengatakan, dari ajang UKT berharap ke depan lebih berkembang lagi dari segi kualitas maupun kuantitas dan aktif dalam setiap even di dunia persilatan.
 
"Insyaallah September depan akan ada pawai dan atraksi dalam hari jadi kota Kuningan, bulan Oktober tepat perayaan upacara Hari Santri Nasional, 22 Oktober juga akan ada pentas seni silat yg istiqamah kami adakan di Pendopo Kabupaten Kuningan, jadi kami harap ada delegasi dari santri yang ikut berpartisipasi dalam even-even tersebut," ujarnya.
 
Salah seorang pengasuh pondok Kiai Muhsin mengatakan, rencananya akan dibuka lagi gelombang berikutnya bagi santri maupun warga sekitar yang hendak bergabung gratis tanpa pungutan. 
 
"Insyaallah santri putri juga akan kami agendakan ikut ekstrakurikuler pencak silat pagar nusa ini," janjinya.
 
Dijelaskan Kiai Zahid, dalam acara UKT Pagar Nusa ini ada sosok peserta bernama Ronaldo, dia adalah santri baru yg berasal dari Sindangbarang Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. 
 
"Tentu bukan Ronaldo eks pemain bola Manchester United. Tetapi Insyàallah kita doakan agar santri-santri ini menjadi atlit, pendekar tangguh yang menjunjung tinggi nilai ahlussunnah waljamaah annahdliyah," pungkasnya. (AC Millah/Muiz)
Senin 5 Agustus 2019 23:0 WIB
Ansor dan Banser Diminta Jihad 'Bijarikum'
Ansor dan Banser Diminta Jihad 'Bijarikum'
Peserta Diklat Ansor Cyber Media, Ansor Banyumas, Jateng
Banyumas, NU Online
Pengasuh Pesantren  El-Madani, Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Gus Muhammad Rif'an Muhajirin menyerukan saatnya jihad dengan jari. Mengingat, saat ini dunia maya (digital) khususnya media sosial, mengharuskan jihad dengan cara yang beda. 
 
"Saya mengajak pada teman-teman Ansor Cyber Media (ACM), wajahidu bijariikum. Ayo kita jihad dengan jari-jari sahabat semua," katanya dalam penutupan Pelatihan Dasar Cyber, Ahad (4/8) kemarin. 
 
Dengan jihad bijariikum, maka tidak perlu lagi memanggul senjata, cukup dengan handphone, tab, dan atau komputer. Semua itu, katanya, dilakukan untuk NU. Bagian dari rasa khidmad nyata pada organisasi yang sangat besar dan membawa berkah ini. 
 
"NU itu besar, kita ini kecil. Maka, mari kita depe-depe dan mendekat dengan cara khidmah kepada NU. Insyaallah sekecil apapun khidmah kita akan membawa kebaikan dan berkah bagi diri dan keluarga," kata Gus Rif'an lagi.  
 
Dikatakan, jika saja warga NU bergerak untuk sama-sama memanfaatkan media sosial untuk berdakwah dan berjihad dengan menebar kebaikan, menebar konten-konten yang sejuk, dan Islam yang ramah, dirinya yakin dunia maya bisa dikuasai.
 
"Jangan sampai kita kalah dengan mereka yang hanya kecil anggotanya, akan tetapi setiap saat menghiasi medsos dengan konten-konten yang berlawanan dengan Islam yang rahmatan lil alamin," tegasnya. 
 
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dasar cyber yang diselenggarakan Sabtu-Ahad (3-4/8) di Pesantren El-Madani ini merupakan rangkaian dari diklat dasar yang digelar ACM Banyumas di bawah koordinasi PC GP Ansor. 
 
"Akan dilakukan diklat serupa di wilayah kecamatan lain se-Banyumas hingga menyeluruh sampai tahun 2020, ujar Wakil Ketua PC GP Ansor Banyumas, Rochiman. 
Ia meminta kepada anggota baru ACM mengutamakan loyalitas dalam organisasi.
 
"Sahabat-sahabat yang sudah mengikuti pendidikan ini harus memiliki loyalitas dan rela berkorban untuk organisasi. Semoga hal itu akan menjadi wasilah hidup berkah sampai anak cucu kita," katanya. 
 
Peserta diklat menerima materi mulai dari fotografi, sindikasi media, hingga pelatihan mengoperasikan drone. Ada juga pelatihan teknis menulis, baik berita pendek hingga, broadcast, dan menulis caption. (Kifayatul Ahyar/Muiz
Senin 5 Agustus 2019 22:30 WIB
Jihad di Media Sosial Harus Dilakukan dengan Cara Berbeda
Jihad di Media Sosial Harus Dilakukan dengan Cara Berbeda
Pelatihan Dasar Cyber oleh PC GP Ansor Banyumas.
Banyumas, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren El Madani, Banjarparakan, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah, Gus M Rif'an Muhajirin menyerukan saatnya jihad dengan jari. Mengingat, saat ini dunia maya (digital) khususnya media sosial, mengharuskan jihad dengan cara yang beda. 
 
"Saya mengajak pada teman-teman Ansor Cyber Media atau ACM wajahidu bijariikum. Ayo kita jihad dengan jari-jari sahabat semua," katanya pada penutupan Pelatihan Dasar Cyber, Ahad (4/8). 
 
Dengan jihad bijariikum, maka tidak perlu lagi memanggul senjata. Cukup dengan handphone, tablet dan atau komputer. Semua itu, katanya, dilakukan untuk NU. Bagian dari rasa khidmah nyata pada organisasi yang sangat besar dan membawa berkah ini. 
 
"NU itu besar, kita ini kecil. Maka, mari kita depe-depe mendekat dengan cara khidmah kepada NU. Insyaallah sekecil apapun khidmah kita akan membawa kebaikan dan berkah bagi diri dan keluarga," ungkap Gus Rif'an.  
 
Diklat dasar cyber diselenggarakan sejak Sabtu hingga Ahad (3-4/8). Ini merupakan rangkaian diklat dasar yang digelar ACM Banyumas di bawah kordinasi Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Akan dilakukan diklat serupa di wilayah kecamatan lain se-Banyumas hingga menyeluruh sampai 2020. 
 
Wakil Ketua PC GP Ansor, Rochiman menegaskan supaya anggota baru ACM mengutamakan loyalitas dalam organisasi. "Sahabat-sahabat yang sudah mengikuti pendidikan ini harus memiliki loyalitas dan rela berkorban untuk organisasi. Semoga itu akan menjadi wasilah hidup berkah sampai anak cucu kita," harapnya. 
 
Secara umum, peserta diklat menerima materi mulai dari fotografi, sindikasi media, hingga pelatihan mengoperasikan drone. Ada juga pelatihan teknis menulis, baik berita pendek hingga, broadcast dan menulis caption. 
 
Diharapkan dengan diklat ini akan semakin banyak pegiat media sosial dari kalangan santri dan NU. Hal tersebut tentu demi semakin mengenalkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja an-Nahdliyah  di dunia nyata maupun maya. (Djito el-Fateh/Ibnu Nawawi)
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG