IMG-LOGO
Daerah

Santri MA Nurul Izzah Dharmasraya Raih Juara Matematika Tingkat Kabupaten

Kamis 8 Agustus 2019 18:0 WIB
Bagikan:
Santri MA Nurul Izzah Dharmasraya Raih Juara Matematika Tingkat  Kabupaten
Santri MA Nurul Izzah Dharmasraya, Sumbar raih juara matematika
Dharmasraya, NU Online
Santri Putri Pondok Pesantren Nurul Izzah Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat berhasil mencatat tinta emas dengan menjadi juara pertama dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 bidang Matematika tingkat Kabupaten Dharmasraya. Siswi berprestasi tersebut atas nama Ngatini, saat ini duduk di kelas XI Aliyah.
 
Kepala Madrasah Aliyah Nurul Izzah Ansuprizal mengatakan, keberhasilan dari siswinya ini tak lepas dari usaha gigih para peserta didiknya. Dan selanjutnya, ada pengaruh dari bimbingan para dewan guru serta doa majelis guru lewat tawasul.
 
"Tugas guru itu mendampingi dan mengarahkan peserta didik. Ada siswi kita yang suka belajar matematika maka kita bimbing dengan serius. Alhamdulilah usaha yang kita lalui selama ini membuahkan hasil dengan menjuarai KSM Matematika," katanya, Rabu (7/8).
 
Ia menambahkan, siswi lain yang berhasil dalam lomba kali ini yaitu Meilia Anjelina kelas XI. Ia berhasil merebut juara 3 KSM dalam bidang pelajaran ekonomi. Meilia dan Ngatini berhasil menyingkirkan puluhan peserta lainnya dari perwakilan madrasah se-Kabupaten Dharmasraya.
 
"Selanjutnya para pemenang ini akan berkompetensi lagi tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 14 Agustus 2019 nanti," jelas Ansuprizal.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, MA Nurul Izzah juga menawarkan pendidikan dengan biaya ringan bagi semua kalangan. Bahkan ada bantuan khusus bagi peserta didik yang tidak mampu tapi berprestasi. 
 
"Kita ingin pendidikan dinikmati oleh semua orang, tapi bukan berarti murah dengan kualitas jelek. Dua siswi kita yang menang kemarin itu buktinya," ujarnya.
 
Selain itu, pihaknya juga menggabungkan antara pendidikan formal di madrasah dan non formal di pesantren. Seusai belajar di madrasah, para santri dibimbing untuk belajar ilmu agama Islam lebih mendalam di pesantren.
 
Di pesantren, peserta didik lebih ditekankan kembali pada pendidikan karakter. Seperti kejujuran, sopan santun, tenggang rasa, tasamuh, tawasut, bertanggung jawab, dan ikhlas. Dengan begitu, diharapkan para siswa-siswi nanti bisa menjadi generasi muda muslim yang ideal dan berkarakter.
 
"Di sini kita lebih menekankan pada teori yang langsung praktek dalam kehidupan sehari-hari. Seumpama pembiasaan membaca buku, gotong royong, dan semangat belajar kelompok," ungkap pria asal Kabupaten Bungo ini.
 
Ia juga menolak istilah ilmu umum dan agama. Baginya, semua ilmu itu berasal dari Allah, sehingga semua itu penting sesuai kebutuhan. "Dua siswi kita itu pintar matematika dan ekonomi tapi juga pintar ngaji Al-Qur'an. Ini bagus, kayak ulama zaman dahulu. Lihat Ibnu Sina, selain alim ilmu agama juga ahli kedokteran. Jadi jangan dipisah-pisahkan," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 8 Agustus 2019 23:0 WIB
Dititipi Kamar Pribadi Mbah Moen, Gus Yasin Tepis Firasat
Dititipi Kamar Pribadi Mbah Moen, Gus Yasin Tepis Firasat
Gus Yasin (baju putih) dan rombongan menuju Arab Saudi
Rembang, NU Online
KH Maimoen Zubair ternyata menyampaikan pesan khusus kepada salah satu putranya yang saat ini menduduki kursi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin atau lebih akrab disapa Gus Yasin.
 
Sebelum keberangkatan KH Maimoen Zubair bersama istrinya Nyai Hj Heni Maryam dan ditemani beberapa santri dan keluarga, secara tiba-tiba Mbah Maimoen sempat melontarkan pertanyaan sekaligus pesan almagfurlah kepada Gus Yasin.
 
Pertanyaan tersebut membuat Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut penuh tanda tanya sekaligus perasaan campur aduk tak karuan. Karena Mbah Moen bertanya apakah pintu kamar pribadinya sudah dikunci apa belum. 

Kata Gus Yasin, Mbah Moen berpesan agar kamar tersebut di buka jika dirinya sudah wafat. Sontak kalimat tersebut membuat Gus Yasin semakin penasaran. 
 
“Pesan Kiai Maimoen Zubair, sebelum berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji Abah sempat menyampaikan kamarnya sudah dikunci rapat. Kamar baru boleh dibuka, jika Kiai Maimoen meninggal dunia,” kata Gus Yasin kepada NU Online, Kamis (8/8).
 
Ia mengaku, saat itu Mbah Moen memegangi tangan Wakil Gubernur Jawa Tengah dengan sangat erat. Gus Yasin pun berusaha menipis perasaan tersebut. Tapi ternyata hal tersebut memang menjadi pesan Mbah Moen sebelum kepergian untuk selamanya.
 
“Waktu itu pikiran saya sudah nggak karu-karuan. Apalagi beliau memegang tangan saya erat, sambil memandangi saya. Saya berusaha menepis, tidak. Tapi mungkin hal itu menjadi pesan abah, sebelum berpulang ke rahmatullah, “ ungkap Taj Yasin.
 
Salah satu tinggalan Mbah Maimoen ialah Pondok Pesantren Al-Anwar yang didirikan pada tahun 1967 dan saat ini memiliki 10 ribu santri yang masih menuntut ilmu terbagi dalam 4 pesantren yang harus dirawat dan kelola putra-putranya. 
 
Untuk Pesantren Al-Anwar satu berlokasi di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. Sedangkan ketiga pondok lainnya berada di Desa Kalipang Kecamatan Sarang. Jaraknya kurang lebih 5 KM dari pondok Al Anwar satu. Lokasinya sama-sama berada di tepi jalan Pantura Rembang.
 
Sejak berdiri, Pesantren Al-Anwar merupakan pondok salaf. Seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman, Mbah Moen bersama dengan putra-putranya mengembangkan pesantren dengan fasilitas pendidikan formal, namun tidak meninggalkan salaf.
 
Al-Anwar satu merupakan pesantren yang murni menjaga kesalafannya sampai dengan saat ini. Sedangkan 3 pondok pesantren lainnya terdiri dari sekolah MI, MTs, SMK, dan Sekolah Tinggi Agama Islam. Namun demikian ketiha pondok ini tidak meninggalkan pelajaran salaf sebagai ciri khas pesantren di Kabupaten Rembang. (Ahmad Asmui/Muiz)
Kamis 8 Agustus 2019 21:15 WIB
Kepala BLK Lotim Pantau Pembangunan BLK Komunitas di Jembrana
Kepala BLK Lotim Pantau Pembangunan BLK Komunitas di Jembrana
Tinjauan BLK Lombok Timur ke BLK Komunitas di Pesantren Al Firdaus Jembarana, Bali.
Jembrana, NU Online
Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur, Sabar mendesak pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) untuk mempercepat program pembangunan workshop BLK Komunitas II di Pesantren Al Firdaus, Kabupaten Jembrana, Bali.

"Melihat pembangunan saat ini  mencapai 75 persen sehingga sisa dana anggaran Tahap II dapat diberikan jika target sudah mencapai 95 persen," ujar Sabar saat meninjau lokasi BLK Komunitas Pesantren Al Firdaus di Jembrana, Rabu (7/8).
 
Selain meninjau Jembrana, Sabar dan Tim Monitoring sebelumnya juga memantau pembangunan BLK Komunitas di wilayah NTT.

Sabar berharap pengelola yayasan mengefisiensi waktu, dengan kerja lembur agar target dapat tuntas sebelum masa waktu pengerjaan berakhir. Dengan demikian, penyelesaian Laporan keuangan juga dapat diselesaikan dan tertata secara administratif secara baik dan  dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Sabar, apabila pembangunan BLK Komunitas tuntas 100 persen pada batas waktu yang ditentukan, maka bantuan peralatan dan bantuan program dapat diusulkan segera.
 
"Karena tidak hanya bantuan gedung semata, Kemnaker melalui Dirjen Binalattas akan memberikan bantuan lainnya seperti Banprog dan bantuan peralatan," kata Sabar. (Red: Kendi Setiawan)
Kamis 8 Agustus 2019 21:0 WIB
Mahasiswa UIJ Borong Juara Lomba Membuat Poster Digital
Mahasiswa UIJ Borong Juara Lomba Membuat Poster Digital
Ketiga mahasiswa UIJ yang borong juara ‘Lomba Membuat Poster Digital 2019’

 

Jember, NU Online

Universitas Islam Jember (UIJ) terus mengoleksi prestasi. Kali ini tiga mahasiswa perguruan tinggi milik NU Cabang Jember tersebut berjaya dalam Lomba Membuat Poster Digital 2019 di alun-alun Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (7/8). Ketiganya adalah Riski Putra (Pendidikan Bahasa Inggris), Maulana Ijal Syarief (Agroteknologi Pertanian), dan Muhammad Aminuddin (Bimbingan Konseling). Mereka memborong habis juara dalam lomba tersebut. Secara berurutan ketiganya menggapai juara satu, dua dan tiga.

 

“Alhamdulillah, anak-anak kami bisa mempersembahakn juara buat UIJ. Terus terang kami bangga,” tukas Rektor UIJ, H Abdul Hadi kepada NU Online di kantornya, Kamis (8/8) sore.

 

H Hadi laik berbangga. Sebab Lomba tersebut diikuti oleh masyarakat umum dan mahasiswa dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Namun kenyataannya, wakil UIJ-lah yang menjadi terbaik. Dikatakan H Hadi, salah satu kunci kemenangan mereka adalah semangat yang tingngi untuk mempersembahkan yang terbaik bagi UIJ mengiringi keyakinan akan kemampuan dirinya.

 

“Dalam setiap kesempatan, saya sering memberikan motivasi kepada anak-anak, bahwa jangan pernah minder berhadapan dengan siapapun dalam hal apapun. Dan saya juga yakin mereka bisa berbuat yang terbaik. Sebab Allah memberikan kemampuan dan bakat kepada masing-masing orang,” urainya.

 

Sementara itu, Muhammad Aminuddin menyatakan tidak pernah mengira bakal meraih juara. Ini karena pesaingnya juga berat, yang notabene berasal dari perguruan tinggi bonafit dan masyarakat umum. Namun ia mengaku yakin bisa berbuat yang terbaik untuk kampusnya.

 

“Dan alhamdulillah, bisa menang. Bahkan kami bisa memborong tiga juara,” terangnya.

 

Penghargaan untuk ketiganya diserahkan langsung oleh Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin dan Kepala Kantor UNICEF (United Nations Children’s Fund) perwakilan Jawa Timur, Arie Rukmantara. Hadir juga dalam acara tersebut Ketua Penggerak PKK Jawa Timur yang juga Istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin.

 

Pewarta : Aryudi AR

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG