IMG-LOGO
Daerah

Setelah Diresmikan, Ma'had Aly Babussalam Gelar Kuliah Umum Perdana

Rabu 14 Agustus 2019 12:0 WIB
Bagikan:
Setelah Diresmikan, Ma'had Aly Babussalam Gelar Kuliah Umum Perdana
Mahasantri Babussalam menyimak kuliah umum perdana
Aceh Utara, NU Online
Setelah acara diresmikan, Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah menyelenggarakan kuliah umum perdana (al-Muhadharah al-'ammah al-ula) khusus untuk mahasantri , Selasa (6/8). Kuliah umum ini diisi Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI Ainurrafiq dengan tema Revitalisasi Ma'had Aly dalam menjawab Tantangan Global Dunia Islam.
 
Dalam paparannya, ia menjelaskan pemetaan keilmuan ma'had aly yang diharapkan dapat dikembangkan. Pada kesempatan itu ia memberikan penjelasan mengenai proses pembelajaran di tingkat Pendidikan ula,wustha, ulya dan ma'had aly.
 
"Pendidikan ula itu diprioritaskan untuk membaca Al-Qur'an atau kitab yang ada baris, bukan kitab gundul. Namun, untuk wustha itu diajarkan bahasa Inggris dan bahasa Arab serta ilmu nahwu, sharaf dan lainnya. Sedangkan untuk tingkat ulya, harus mampu menerjemahkan kitab-kitab ke dalam bahasa lain. Maka, kalau ada santri yang masuk ulya, namun masih harus diajarkan membaca, maka itu suruh duduk di tingkat ula saja," sambung Ainurrafiq dengan nada candaaanya. "Nah, sementara untuk mahasantri ma'had aly, itu mereka nanti harus bisa meneliti, dan membuat karangan –karangan sendiri," tambahnya
 
Ia juga mengharapkan kepada mahasantri untuk harus bisa menjadi orang yang berkualitas setelah lulus dari ma'had aly ini. Harus menjadi orang yang dipakai dalam masyarakat.
 
"Kepada mahasatri semua, kalian setelah lulus harus jadi gubernur, jadi legeslatif atau dosen paling tidak jadi dosen ma'had aly ini," sarannya.
 
Ainurrafiq dalam kesemaptan ini juga mengharapkan agar ke depannya di Dayah Babussalam ini harus ada pendidikan diniyah ula (setara sekolah dasar) karena sekarang sudah ada pendidikan tingkat wustha dan auliya dan di tambah dengan ma'had aly.
 
"Kita Sangat mengharapkan suatu saat disini lengkap pendidikannya, tingkat ula pun harus ada" harapnya.
 
Setelah kuliah H. Ainur Rofiq, disambung  Agus Umar yang menyampaikan bahwa di setiap tahun, Kasubdit menyediakan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S3,S2 dan S1.
 
"Untuk tahun ini Kasubdit juga memberikan beasiswa kepada dosen–dosen ma'had aly untuk melanjutkan S2 sebesar 25 juta dan S3 35 juta dalam setahun dan untuk untuk mahasantri pun ada, cuma setiap ma'had hanya 10 santri yang bisa mendapatkannya dan setiap santri 5 juta setahun, itu harus Mahasantri yang berprestasi," ujarnya. (Kiamuddin/Abdullah Alawi)
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 14 Agustus 2019 22:30 WIB
Dilantik, LPNU Kota Bandung Komitmen Bangkitkan Peran UKM
Dilantik, LPNU Kota Bandung Komitmen Bangkitkan Peran UKM
Pelantikan Pengurus LPNU Kota Bandung.
Bandung, NU Online
Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Bandung, Jawa Barat resmi dilantik, prosesi pelantikan dilangsungkan di Gedung Kadin Kota Bandung  di Jalan Talaga Bodas, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/8).  

Dalam sambutannya, Ketua LPNU PCNU Kota Bandung, Rahmat Andi berkomitmen membangkitkan peran Usaha Kecil Menengah (UKM) bagi kader-kader NU di Kota Bandung.  

"Potensi pasar di Kota Bandung, terutama dari UKM sangat besar. Ini yang harus kita kembangkan dengan berbagai inovasi dari masyarakat," katanya saat dikonfirmasi NU Online.

Ia menjelaskan, kehadiran UKM saat ini berkontibusi penuh terhadap peningkatan laju perekonomian di Kota Bandung. Persentasenya cukup baik yakni 4 persen, angka itu kata Rahmat, menggambarkan potensi ekonomi di Kota Bandung yang sangat bagus.

Untuk sampai pada tujuannya itu, Rahmat menilai pelaku usaha kecil dan menengah haus bersinergi dengan pemerintah. Sebab permasalahannya semua sama yakni pada persoalan modal UKM yang dianggap tidak naik kelas sehingga tidak bisa menjadi usaha besar.

"Gotong royong yang dibutuhkan, yakni sinergi pemerintah, lembaga stakeholder dan UKM. Bukan hanya pelatihan, tapi menghasilkan sesuatu yang produktif lebih lanjut," ucapnya.

Setelah vakum beberapa tahun, LPNU PCNU Kota Bandung dibawah komandonya berkomitmen penuh terhadap majunya UKM di Kota Bandung terutama untuk internal NU. Misalnya dengan memunculkan kreativitas dan inovasi dari para kaum milenial yang ada di LPNU PCNU Kota Bandung.

"Dengan para pengurus LPNU yang kini berjiwa muda, maka akan muncul inovasi akan perekonomian di Kota Bandung," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Bandung, Agus Syarif, berharap anak muda dapat mencurahkan pikiran, tenaga dan kreasinya untuk kemajuan ekonomi Kota Bandung. Terutama menginventarisir berbagai kelebihan ekonomi di masyarakat.

Ia meminta jangan terjebak dengan kendala seperti persoalan modal dan akses, perkuat kemauan terlebih dahulu agar secara bertahap semua masalah bisa dilewati. Namun, ia juga meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan UKM tersebut sebab akan sangat mempengaruhi perekonomian di Kota Bandung.

"Pelaku usaha kecil dan menengah merupakan garda terdepan perekonomian di Kota Bandung. Ini yang harus didukung oleh semua pihak dan stakeholder, terutama pemerintah," ucapnya. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)
Rabu 14 Agustus 2019 21:15 WIB
RMINU Jabar Bakal Gelar Perlombaan Pembacaan Kitab Kuning
RMINU Jabar Bakal Gelar Perlombaan Pembacaan Kitab Kuning
Ilustrasi kitab (via islamrf.org)
Cirebon, NU Online
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat akan menggelar Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) atau Perlombaan Membaca Kitab Kuning bagi santriawan dan santriawati. Kegiatan yang dipastikan dihelat Ahad 1 September 2019 mendatang tersebut digelar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1441 H.

Ketua Panitia Kegiatan, Ustadz Hamdani mengatakan kegiatan direncanakan dilaksanakan di Pesantren Assalfie Babakan Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat. Jenis kitab yang diperlombakan antara lain Ushul Fiqih, Matan Al-Imrity, Fathul Qorib, Matan Alfiyah Ibnu Malik, Bulughul Maram, dan Ihya Ulumiddin.

“Ushul Fiqih, Matan Al-Imrity untuk usia maksimal 20 tahun, Fathul Qorib, Matan Alfiyah Ibnu Maliki, untuk usia 22 tahun, Bulughul Maram untuk usia 24 tahun dan Ihya Ulumiddin untuk usia 26 tahun,” katanya kepada NU Online, Rabu (14/8) sore.

Pendaftaran dibuka dua jalur, pertama online melalui aplikasi WA kepada panitia menyertakan nama, marhalah, kitab, dan asal pesantren. Sementara jalur offline bisa langsung mendatangi Sekretariat Panitia di Pesantren Assalafie di Gondang Manis Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat.

“Tujuan kegiatan ini yakni untuk mengembangkan kreativitas santri terutama dalam hal membaca kitab kuning. Kedua, meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu agama islam dari sumber kitab-kitab berbahasa arab  dan Ketiga, menjalinkan silaturahim antar Pesantren se-Jawa Barat,” ujarnya.

Kegiatan perlombaan, kata Hamdani, setiap tahun digelar, namun tahun sebelumnya cakupannya hanya Pesantren yang ada di Cirebon saja. Sedangkan yang jangkauannya se-Jawa Barat baru kali ini.

“Alhamdulillah sudah berjalan sudah 5 tahun dengan sebelumnya hanya wilayah 3 Cirebon. Dan alhamdulillah untuk tahun sekarang itu se Jawa Barat,” ungkapnya. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)
Rabu 14 Agustus 2019 20:30 WIB
Non Muslim: Sumbang Kurban untuk Berbagi Bersama Muslim
Non Muslim: Sumbang Kurban untuk Berbagi Bersama Muslim
Para pengurus Muslimat NU Jember dan seorang non Muslim tengah memasukkan daging-daging kurban kedalam tas kresek

Jember, NU Online

Sikap elegan NU yang menjunjung tinggi toleransi dan mengayomi penganut agama minoritas menuai simpati dari kalangan non Muslim. Paling tidak, hal itu dialami oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember ketika menggelar penyembelihan hewan kurban di hari tasyrik pertama, Senin (12/8) . Simpati itu ditunjukkan dengan menyumbang seekor kambing untuk disembelih bersama dengan sapi dan beberapa ekor kambing lain di halaman kantor PC Muslimat NU Jember, Jalan KH Shidiq, Talangsari Jember, Jawa Timur.

 

Valeria Grossatudinis Castitas, namanya. Menurut pengakuan wanita dari Gereja Katolik Santo Yusuf ini, pemberian kambing kurban tersebut dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan bersama Muslimat NU di perayaan Idul Adha 1440 Hijriyah.

 

“Saya ingin berbagi dengan saudara-saudara Muslim. Yang mendasari saya ingin bergabung kurban dengan Muslimat NU, saya ingin memberikan yang saya punya dengan berbagi terhadap sesama yang merupakan saudara saya juga,” urainya kepada NU Online.

 

Di tempat yang sama, Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj. Emi Kusminarni menegaskan bahwa sumbangan kurban dari non Muslim itu menunjukkan bahwa dakwah damai yang dilakukan Muslimat NU menembus relung hati lintas iman.
 

“Bukan soal berapa yang disumbangkan, tapi ini menjadi tanda bahwa kerukunan antar umat beragama di Jember, jalan. Hubungan kami dengan non Muslim cair,” tambahnya.

 

Dikatakan Emi, dalam moment-moment kegiatan sosial, PC Muslimat NU Jember kadang melibatkan non Muslim. Tujuannya adalah untuk merajut kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Kebersamaan harus terus dijalin untuk memastikan kerukunan tetap berlanjut. Sebab, jika kerukunan ternoda setitik saja, bisa jadi akan mengundang kekecewaan, atau bahkan kemarahan saudara seagamanya di daerah lain.

 

“Oleh karena itu betapa pentingnya kita mengokohkan kerukunan dengan sesama Muslim, dan jangan lupa kita merajut kebersaman dengan non Muslim,” ungkapnya.

 

Setelah dipotong, daging-daging yang sudah dibungkus kresek itu diberikan kepada pemulung, tukang becak an warga sekitar.

 

Pewarta : Aryudi AR

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG