Setelah Diresmikan, Ma'had Aly Babussalam Gelar Kuliah Umum Perdana

Setelah Diresmikan, Ma'had Aly Babussalam Gelar Kuliah Umum Perdana
Mahasantri Babussalam menyimak kuliah umum perdana
Mahasantri Babussalam menyimak kuliah umum perdana
Aceh Utara, NU Online
Setelah acara diresmikan, Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah menyelenggarakan kuliah umum perdana (al-Muhadharah al-'ammah al-ula) khusus untuk mahasantri , Selasa (6/8). Kuliah umum ini diisi Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI Ainurrafiq dengan tema Revitalisasi Ma'had Aly dalam menjawab Tantangan Global Dunia Islam.
 
Dalam paparannya, ia menjelaskan pemetaan keilmuan ma'had aly yang diharapkan dapat dikembangkan. Pada kesempatan itu ia memberikan penjelasan mengenai proses pembelajaran di tingkat Pendidikan ula,wustha, ulya dan ma'had aly.
 
"Pendidikan ula itu diprioritaskan untuk membaca Al-Qur'an atau kitab yang ada baris, bukan kitab gundul. Namun, untuk wustha itu diajarkan bahasa Inggris dan bahasa Arab serta ilmu nahwu, sharaf dan lainnya. Sedangkan untuk tingkat ulya, harus mampu menerjemahkan kitab-kitab ke dalam bahasa lain. Maka, kalau ada santri yang masuk ulya, namun masih harus diajarkan membaca, maka itu suruh duduk di tingkat ula saja," sambung Ainurrafiq dengan nada candaaanya. "Nah, sementara untuk mahasantri ma'had aly, itu mereka nanti harus bisa meneliti, dan membuat karangan –karangan sendiri," tambahnya
 
Ia juga mengharapkan kepada mahasantri untuk harus bisa menjadi orang yang berkualitas setelah lulus dari ma'had aly ini. Harus menjadi orang yang dipakai dalam masyarakat.
 
"Kepada mahasatri semua, kalian setelah lulus harus jadi gubernur, jadi legeslatif atau dosen paling tidak jadi dosen ma'had aly ini," sarannya.
 
Ainurrafiq dalam kesemaptan ini juga mengharapkan agar ke depannya di Dayah Babussalam ini harus ada pendidikan diniyah ula (setara sekolah dasar) karena sekarang sudah ada pendidikan tingkat wustha dan auliya dan di tambah dengan ma'had aly.
 
"Kita Sangat mengharapkan suatu saat disini lengkap pendidikannya, tingkat ula pun harus ada" harapnya.
 
Setelah kuliah H. Ainur Rofiq, disambung  Agus Umar yang menyampaikan bahwa di setiap tahun, Kasubdit menyediakan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S3,S2 dan S1.
 
"Untuk tahun ini Kasubdit juga memberikan beasiswa kepada dosen–dosen ma'had aly untuk melanjutkan S2 sebesar 25 juta dan S3 35 juta dalam setahun dan untuk untuk mahasantri pun ada, cuma setiap ma'had hanya 10 santri yang bisa mendapatkannya dan setiap santri 5 juta setahun, itu harus Mahasantri yang berprestasi," ujarnya. (Kiamuddin/Abdullah Alawi)
BNI Mobile