Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Muslimat NU Dorong Pengadaan Kebun Sehat di Pesantren-pesantren

Muslimat NU Dorong Pengadaan Kebun Sehat di Pesantren-pesantren
Pengadaan kebun sehat di Pondok Pesantren Al-Falah Keraton, Kecamatan Majasari, Pandeglang, Banten, Kamis (23/8).
Pengadaan kebun sehat di Pondok Pesantren Al-Falah Keraton, Kecamatan Majasari, Pandeglang, Banten, Kamis (23/8).
Jakarta, NU Online
Program pembinaan kesehatan di majelis taklim dan pesantren diwujudkan oleh Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama dengan mendorong pengadaan kebun sehat di area pesantren. Langkah ini sebagai program riil untuk mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).
 
Muslimat NU yang juga aktif menyosialisasikan pencegahan stunting dengan menggandeng Dinas Kesehatan berharap bahwa kebun sehat di pesantren bisa memberikan manfaat dan juga bisa dimanfaatkan oleh santri.
 
Ketua VII PP Muslimat NU yang juga Ketua Tim Pelaksana Germas dan Pencegahan Stunting Hj Erna Yulia Sofihara menuturkan, program kebun sehat bisa memenuhi kebutuhan gizi santri di pesantren sehingga harus dimanfaatkan dengan maksimal.
 
“Kita memberikan dana stimulan untuk pondok pesantren agar bisa membuat kebun sehat di area pesantren,” ujar Erna kepada NU Online saat meresmikan kebun sehat di Pesantren Al-Falah Keraton, Kecamatan Majasari, Kebupaten Pandeglang, Banten, Kamis (22/8) kemarin.
 
Erna berharap kepada seluruh laskar peduli Germas dan pencegahan stunting bisa terus bergerak dengan mengembangkan kebun sehat di banyak pesantren.
 
“Ini hanya percontohan saja bahwa ini salah satu upaya yang bisa dilakukan,” tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala Seksi Program Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten Mahmud menuturkan, kesadaran hidup sehat akan semakin terbangun dengan program kebun sehat ini. Pesantren didorong untuk memanfaatkan lahan yang ada agar terbangun kebun sehat.
 
“Kalau dilihat dari infrastruktur yang ada di pesantren sebetulnya bisa disebut sudah relatif sehat. Tapi apalah artinya kalau warga pesantren tidak ada upaya menjaga, merawat dan mengembangkan lahan-lahan yang ada untuk dijadikan kebun sehat,” kata Mahmud.
 
Pihaknya bersyukur bersama Muslimat NU bisa memberikan bantuan dana untuk mengembangkan program kebun sehat di pesantren yang akan diisi dengan buah-buahan dan sayur mayur.
 
“Jadi ketika warga pesantren membutuhkan buah dan sayur sudah ada di lingkungan pondok pesantren,” ucapnya.
 
Mahmud berharap peran pimpinan pondok pesantren dan dewan pengajar untuk mendorong para santri mengembangkan kebun sehat dengan cara menggerakkan santri. Hal ini juga bisa mewujudkan edukasi kepada para pelajar agar merawat lingkungan sehat.
 
Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya memperkuat peran masyarakat dalam gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan pencegahan penyakit stunting. Kegiatan berbasis peran warga ini telah dilakukan Muslimat NU di sejumlah daerah, termasuk kali ini di Kabupaten Pandeglang.
 
Dalam sesi orientasi dan pembukaan kegiatan, hadir Pengarah Promkes Marlina BR. Ginting. Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen untuk pelaksanaan Germas dan pencegahan stunting. Serta serah terima dana stimulan untuk program kebun sehat.
 
Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
BNI Mobile