Djarum Super

Sugianto, Sukses Santri Pemilik Usaha 'Nasi Goreng Gila' 

Sugianto, Sukses Santri Pemilik Usaha 'Nasi Goreng Gila' 
Warung Nasi Goreng Gila milik Sugianto di Banyuwangi. (Foto: Aryudi AR/NU Online)
Warung Nasi Goreng Gila milik Sugianto di Banyuwangi. (Foto: Aryudi AR/NU Online)
Jember, NU Online 
Lulus dari perguruan tinggi  favorit, tidak harus jadi ASN (aparatur sipil negara), atau bekerja di kantor. Tapi membangun usaha sendiri justru lebih mantap.  
 
Itulah yang dilakukan Sugianto. Alumnus SMA Nurul Islam (Nuris) Jember tahun 2011 ini, akhirnya sukses membuka usaha kuliner di daerahnya, Banyuwangi, Jawa Timur sejak setahun yang lalu.
 
Sugik, sapaan akrabnya memang pemuda yang ulet dan pantang menyerah. Saat kuliah menjelang akhir di Universitas Brawijaya (UB) Malang, ia berinisiatif melamar kerja di sebuah perusahaan online shop, dan diterima sebagai kurir pengiriman barang. 
 
Namun Sugik mempunyai prinsip bahwa menjadi karyawan tidak boleh selamanya, tapi harus ada kemauan untuk berubah. Paling tidak,  pekerjan tersebut harus dijadikan pengalaman untuk membuka usaha sendiri. Sebab kalau punya usaha sendiri, di samping bebas berkreasi, juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
 
Benar, setelah satu tahun bekerja, Sugik memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai kurir pengiriman barang.  Ia membuka usaha sendiri di bidang yang sama. 
 
Kan ilmunya sudah punya, tinggal keberanian kita untuk mau berubah atau tidak,” katanya kepada NU Online saat bertemu di Jember, Ahad (25/8).
 
Namun pekerjaan tersebut dirasa tak begitu propsektif, sehingga Sugik memilih berpindah ke usaha lain setelah dua tahun lebih bergulat dengan kegiatan pengiriman barang. Kendati begitu, ia tidak mudah  putus harapan. Baginya, masyarakat dan tanah Indonesia begitu banyak menyediakan peluang bisnis.
 
Maka kemudan Sugik banting setir dengan menekuni usaha kuliner. Pertimbanganya sederhana; setiap hari orang pasti butuh makan. Karena belum berpengalaman, maka Sugik mencari mitra yang sudah berpengalaman di bidang kuliner. Dan akhirnya, warung yang diidamkannya berdiri. Namanya warung Nasi Goreng Gila.
 
Warung nasi goreng yang terletak di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi tersebut cukup ramai dikunjungi pembeli. Agar tidak bosan, Sugik berkreasi dengan membuat rasa pedas nagi goreng bikinannya bertingkat-tingkat, mulai dari level 1 hingga 6. Tergantung selera pembeli mau pilih level pedas yang mana. 
 
“Kita harus terus berinovasi kalau ingin sukses,” jelasnya.
 
Bagi Sugik, usahanya tersebut juga tak lepas dari berkahnya sebagai santri di Nuris Jember sekian tahun lalu. Katanya, pengasuh selalu menekankan pentingnya kemandirian saat terjun ke masyarakat, selain memang didik mandiri selama di pesantren.
 
“Memanfaatkan ilmu tidak harus di kantor. Meskipun untuk menjual nasi goreng tidak butuh sarjana, tapi ilmu yang kita dapat sangat membantu mengelola usaha,”  pungkasnya. 
 
 
Pewarta: Aryudi AR 
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile