IMG-LOGO
Humor

Logika Dagang

Jumat 18 Januari 2008 5:35 WIB
Bagikan:
Logika Dagang
Seorang santri diminta kiainya ke pasar membeli bola lampu untuk mushalla. Lampu yang lama sudah mulai redup.

Saat menanyakan barang yang akan dibeli, pedagang langsung bertanya balik: "Anda beli yang bagus apa yang murah?"<>

"Kalau yang bagus tapi murah ada ngga?" sergah santri.

"Wah yang bagus harganya mahal Mas."

"Berarti yang murah ini jelek?"

"Ini juga bagus sih, tapi tapi masih kalah sama yang ini," kata pedagang sambil menunjuk barang yang mahal.

Santri akhirnya membeli bola lampu yang mahal.

Keesokan harinya ia diminta kiainya untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kata kiai, KTP itu sewaktu-waktu dibutuhkan jika bepergian atau sekedar untuk keperluan menikah.

Santri bergegas pergi ke kantor kepala desa. "Saya mau bikin KTP Pak!" katanya kepada petugas.

Sang petugas dengan sangat cekatan menjawab: "Yang cepet apa yang murah Mas?"

Santri terdiam lalu meninggalkan kantor kepala desa sambil bergumam. "Anda ini seperti pedagang saja," katanya kepada petugas.

Santri melaporkan itu kepada kiai. "Saya milih yang mana kiai," katanya.

"Pilih yang cepat saja!" kata kiainya.

"Lho itu kan namanya korupsi kiai!"

"Ya sudah, pilih yang murah saja." Kiai tersenyum.

Santri kembali ke kantor kepala desa. Sesampainya di sana tanpa banyak basa-basi dia langsung bilang: "Saya pilih yang murah saja!"

Petugas diam sejenak. Lalu meninggalkan ruangan. "Yang murah sudah habis Mas!" katanya sambil lalu.

?!!! (nam)
Bagikan:
Jumat 11 Januari 2008 5:17 WIB
Kebohongan Struktural
Kebohongan Struktural
Dua orang mahasiswa semester awal lagi berjalan-jalan di sebah mall, mereka tidak belanja, hanya melihat karena duit pas-pasan.

Salah seorang menasehati temannya, “Asep kalau ingin punya duit kau harus belajar mandiri dengan berwiraswasta, agar bisa belanja tanpa mengandalkan kiriman dari orang tua.”<>

“Memangnya kau sudah bisa hidup mandiri dengan cara berwiraswasta, mau dong diajari,” sahut temannya antusias.

“Ya belum sih, cuma kita mestinya seperti itu.”

“Ya kau ini kayak LSM aja, tak pernah mandiri tapi selalu nyuruh orang lain mandiri, sama aja bohong.”

“Gak apa-apa sih biar bohong asal keren, bisa nasihati orang”.

“Itu namanya kebohongan struktural, tahu!” (kun)
Jumat 28 Desember 2007 14:50 WIB
Siapa Paling Berani
Siapa Paling Berani
Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang "berdiskusi" tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan ...

Bill Clinton: Kalau Anda tahu ... prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia ... Mayor .. sini deh ... coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.<>

Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia "The Star Spangled Banner" saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).

Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!

Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!

Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) ... coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali ... !

Sersan: (melihat ada hiu ... glek ... tapi) for the queen I'am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali ... dan dikejar hiu juga).

Sersan: (menghadap sang perdana menteri)� GOD save the queen!!!

Koizumi: Hebat kamu ... kembali ke tempat ... Anda lihat Pak Clinton ... Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda ... (tersenyum dengan hebat ...)

Gus Dur: Kopral ke sini kamu ... (setelah dayang ...) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali ... ok?

Kopral: Hah ... Anda gila yah ...! Presiden nggak punya otak ... nyuruh berenang bersama hiu ... kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden ...)

Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak ... Cumi Cumi ... kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! ... Hidup Indonesia ... !!! (okz/mbs)
Jumat 21 Desember 2007 16:30 WIB
Roh Nabi Ismail
Roh Nabi Ismail

Seorang santri yang baru saja belajar 3 bulan di sebuah pesantren salaf pulang untuk berhari raya Idul Adha. Karena pernah nyantri ia ditunjuk saja untuk menyembelih kambing kurban.

Mau tidak mau harus mau karena di kalangan anak muda dia yang dianggap paling bisa ilmu agama.

Baiklah, takbir dibaca 3 kali, santri tadi mulai menggorok kambing, "krek-krek" disaksikan puluhan orang dan anak-anak kecil yang memberanikan diri melihat darah.

<>

Tanpa diduga, karena dua orang yang membantu memegang kambing pun kurang berpengalaman, kambing tadi terperanjak dan lepas, lalu berjalan terseok dalam keadaan setengah terpotong. Orang-orang terkejut.

Santri yang menyembelih tadi, secara leflek menghampiri kambing, memegang kepalanya dan melanjutkan penyembelihan. Dan...saking gugupnya leher kambing digorok sampai putus. Kambing pun terkapar. Santri tadi bingung setengah mati.

Apalagi warga yang menyaksikan itu. Kejadian barusan sangat tidak wajar, belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka menjadi kuatir.

"Itu sembelihannya tidak sah," kata seseorang.

"Berati itu bangkai, kubur saja, haram dimakan," kata lainnya.

Santri tadi kebingungan. Apalagi setelah orang-orang berinisiatif mengganti kambing qurban salah seorang warga tadi dengan cara patungan.

"Sudah tidak apa kamu nggak salah, kita tanggung bareng," kata seseorang. Santri tadi semakin bingung, serba salah, berkeringat dingin.

Untung saja datang kiai sepuh yang biasa menyembelih di kampung itu. Dia dipanggil sesaat setelah kejadian. Tadinya dia sudah merasa tua, ingin menyerahkan urusan sembelihan kepada anak muda.

Dia menghampiri warga yang sedang panik.

"Jadi begini, itu tadi kambingnya melihat Nabi Ismail, dia kaget. Tapi roh kambing itu sekarang sudah berada bersama roh Nabi Isma'il di surga," kata kiai tadi sambil menunjuk ke atas. "Jadi sudah sah. Ayo dilanjutkan nyembelihnya," kata kiai melanjutkan, sambil mulai menguliti kambing tadi dengan cekatan. Warga terbengong.

Bagi kiai, mungkin itu cara terbaik menyelesaikan masalah tanpa perdebatan.

Belakangan saat memberikan ceramah mingguan di masjid, dia baru menjelaskan "fasal penyembelihan hewan" bahwa pisau untuk menyembelih itu disunnahkan tidak terangkat dari leher hewan sebelum penyembelihan selesai dan lehernya jangan langsung diputus. Tapi jika tidak juga tidak apa, tetap sah.

Ada yang masih penasaran bertanya: "Tapi, Roh Nabi Ismail kog kenapa tahun ini datang ke kampung kita, pak kiai.....?" :> (Anam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG