IMG-LOGO
Nasional

Pesantren APIK Kaliwungu Luncurkan Bank Wakaf Mikro

Jumat 6 September 2019 16:15 WIB
Bagikan:
Pesantren APIK Kaliwungu Luncurkan Bank Wakaf Mikro
Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan H Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin) ketika menghadiri Peluncuran Bank Wakaf Mikro (BMW) APIK Kaliwungu di parkir timur Masjid Besar Al-Muttaqin, Kaliwungu, Kendal, Jumat (6/9).
Jakarta, NU Online
Pesantren Salaf APIK Kauman, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah meresmikan Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Bank Wakaf Mikro (BMW) APIK Kaliwungu Kendal di parkir timur Masjid Besar Al-Muttaqin, Kaliwungu, Kendal, Jumat (6/9).

Peresmian ini dilakukan menyusul terbitnya SK Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 012937/BH/M.KUKM.2/IV/2019 pada 1 April 2019 dan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: KEP-70/KR.03/2018 pada 2 April 2019.

Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan H Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin) yang hadir pada peresmian BWM APIK Kaliwungu tersebut mengapresiasi pendirian bank wakaf mikro di Pesantren Salaf APIK.

“Pendirian bank wakaf mikro di Pesantren APIK ini menyusul pendirian-pendirian bank wakaf mikro yang sudah ada di Jawa Tengah,” kata Gus Rozin.

Adapun keberadaan bank wakaf mikro, kata Gus Rozin, dapat menjadi solusi dalam menyediakan permodalan bagi masyarakat menengah ke bawah yang selama ini belum tersentuh lembaga keuangan formal.

Menurutnya, bank wakaf mikro ini merupakan ikhtiar bahwa pesantren selain dalam fungsi pendidikan dan pengajaran pada dasarnya mempunyai peran pemberdayaan masyarakat.

“Program bank wakaf mikro dapat menjadi basis perluasan akses pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi umat yang dapat memperkuat penanaman nilai-nilai Islam di masyarakat,” kata Gus Rozin yang juga Ketua PP Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama.

Ia berharap, ke depanya peningkatan dan penyebaran pendirian bank wakaf mikro dapat menjangkau pesantren-pesantren yang potensial sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar pesantren.

Sebagai Staf Khusus Presiden, Gus Rozin menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memiliki perhatian kepada pesantren dalam bentuk pengakuan peran pesantren dalam kemerdekaan melalui Hari Santri, peningkatan peran pesantren sebagai pemberdaya masyarakat melalui bank wakaf mikro, dan dalam waktu dekat RUU Pesantren.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso pada peresmian Bank Wakaf Mikro APIK Kaliwungu Kendal tersebut menyambut baik keberadaan BWM APIK. Menurut catatan OJK, Bank Wakaf Mikro APIK Kaliwungu Kendal telah memiliki 270 nasabah dengan jumlah pembiayaan sebesar satu juta rupiah per nasabah.

Ia menambahkan, skema dalam bank wakaf mikro ini merupakan terobosan baru yang dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil karena pembiayaan yang diberikan cukup murah (margin hanya 3 persen/tahun) dan mudah (tanpa agunan). 

Dengan pembiayaan yang murah dan mudah ini, para nasabah hanya memiliki kewajiban untuk mengangsur sekitar Rp 20.000 per pekannya. Program bank wakaf mikro ini sejalan dengan slogan Pemkab Kendal, yaitu ‘Kendal Mandiri.’ Pada 2019, Pemkab Kendal memfokuskan kebijakannya pada pembangunan ekonomi kerakyatan, penurunan kemiskinan dan angka pengangguran.

Ia mengatakan, hingga Juli 2019, terdapat 54 bank wakaf mikro yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia dengan total nasabah lebih dari 19.000. Provinsi Jawa Tengah sendiri saat ini memiliki bank wakaf mikro terbanyak di antara provinsi lainnya, yaitu 11 bank wakaf mikro.

“Bank Wakaf Mikro APIK Kaliwungu merupakan bank wakaf mikro pertama di Kendal. Saya mendengar bahwa BWM APIK Kaliwungu Kendal mendapatkan dukungan penuh dari pesantren dalam menjalankan halaqah mingguan (Halmi) setiap pekannya. Di mana setiap santri senior ikut turun memberikan pendampingan dari sisi rohani di setiap pertemuan halaqah,” katanya.

Peresmian ini dihadiri oleh Kepala Kantor Regional 3 dan para pejabat di lingkungan OJK serta pengurus, pengelola, dan nasabah Bank Wakaf Mikro APIK Kaliwungu Kendal.

Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Muchlishon
Bagikan:

Baca Juga

Jumat 6 September 2019 16:30 WIB
TWEET TASAWUF
Tanda Allah Mengangkat Harkat dan Rezeki Seseorang
Tanda Allah Mengangkat Harkat dan Rezeki Seseorang
Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat, KH M. Luqman Hakim. (Foto: istimewa)
Jakarta, NU Online
Direktur Sufi Center KH M. Luqman Hakim menyebut tanda-tanda Allah mengangkat harkat dan rezeki seseorang. Tanda-tanda yang nampak tersebut sekaligus takdir Allah yang berlaku bagi orang tersebut.

“Di antara tanda Allah mengangkat harkatmu ialah Allah menakdirkanmu rendah hati,” ujar Kiai Luqman dikutip NU Online, Jumat (6/9), lewat twitternya.

“Di antara tanda Allah menambah rezekimu ialah Allah menakdirkanmu ahli sedekah,” sambung Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat itu.

Kiai Luqman juga menjelaskan di antara tanda Allah menghinakan seseorang. “Di antara tanda Allah menghinakanmu, Allah menakdirkanmu takabur,” jelasnya.

Dalam kesempatan lain, Kiai Luqman menerangkan bahwa kebaikan dan istiqamah dalam beribadah kepada Allah swt merupakan tuntunan agama bagi setiap orang Islam.

Namun, harapan memperoleh balasan dan limpahan pahala justru akan merusak keikhlasan jika manusia terus mengingat dan mengenang kebaikan dan prestasi ibadahnya. Ia mendorong siapa pun yang mulai bersikap demikian untuk segera menghilangkannya.

“Masih senang mengingat dan mengenang kebaikan bahkan prestasi ibadah di masa lalu? Mulai saat ini lupakan semua itu,” ucap Kiai Luqman.

Praktisi Tasawuf itu menegaskan, semakin mengingat-ingat, semakin hilang keikhlasan amal ibadah. “Berganti dengan takjub diri, rumongso paling (merasa paling), dan berujung takabur,” jelasnya.

Penulis buku Jalan Ma’rifat ini menerangkan, bagaimana seorang hamba agar berdisiplin dalam beribadah. “Jika ingin disiplin dalam ibadah harus didukung taubat, takwa, dan istiqamah,” ungkap Kiai Luqman.

Muara dari setiap ibadah ialah menuju Allah SWT. Dalam hal ini, menurut penulis buku Filosofi Dzikir tersebut, manusia memerlukan disiplin ubudiyah.

“Jika ingin disiplin ubudiyah (menuju Allah) harus didukung tulus, ikhlas, dan ketenangan kalbu,” ungkap kiai yang aktif mengisi pengajian tasawuf di semua lapisan masyarakat ini.

Puncak seorang hamba dalam beribadah adalah menyaksikan mata hati agar senantiasa tertambat kepada Allah. Di sinilah Kiai Luqman menekankan pentingnya mengasah hati dengan jalan bertasawuf agar mencapai tingkat ma’rifat.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
Jumat 6 September 2019 15:30 WIB
Gelar Rapat Tahunan, Inkopan Muslimat NU Bertekad Perkuat Ekonomi Perempuan
Gelar Rapat Tahunan, Inkopan Muslimat NU Bertekad Perkuat Ekonomi Perempuan
Ketua Periodik PP Muslimat NU, Hj Siti Aniroh Slamet Effendi Yusuf, saat memberikan sambutan pada pembukaan RAT Tutup Buku Tahun 2018 di Jakarta Pusat, Jumat (6/9).
Jakarta, NU Online
Kaum hawa memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa. Hal itulah yang dibidik Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) dengan menggelar pelatihan dan sosialisasi dari berbagai perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Untuk menjadikan ibu-ibu ini punya wirausaha untuk ketahanan ekonomi keluarga,” kata Ketua Periodik PP Muslimat NU, Hj Siti Aniroh Slamet Effendi Yusuf, saat memberikan sambutan pada pembukaan RAT Tutup Buku Tahun 2018 di Jakarta Pusat, Jumat (6/9).

Aniroh tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berkumpulnya para kader Muslimat NU dari berbagai daerah itu untuk hanya menghadiri rapat saja. Karenanya, PP Muslimat NU memberikan pelatihan bagi mereka untuk menjadi pengusaha guna meningkatkan ekonomi keluarga.

"Kita manfaatkan kehadiran ibu-ibu semua untuk bersama-sama kita ikhtiarkan untuk penguatan ekonomi, untuk mencoba membantu agar di keluarga masing-masing punya ketahanan di bidang ekonomi," ujarnya.

Ia melihat kuatnya ekonomi keluarga juga menjadi salah satu kunci kekuatan ekonomi negara. "Insyaallah kalau tiap-tiap keluarga, khususnya keluarga Muslimat dan umumnya keluarga-keluarga di Indonesia ini ekonominya kuat, maka ekonomi bangsa pun menjadi kuat," katanya.

Ketua I Inkopan itu juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung sampai malam hari. RAT sendiri akan dilaksanakan selepas pelatihan dan sosialisasi. Dalam RAT nanti, ia meminta agar para anggota turut aktif memberikan masukan dan mengkritisi laporan pertanggungjawaban Inkopan 2018.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Luhur Pradjapto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan agar RAT lebih banyak membahas strategi peningkatan pendapatan. Pasalnya, koperasi bukan saja banyak menerima simpanan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.

"Tolong jangan banyakan berpendapat. Tapi pikirkan bagaimana pendapatannya besar," ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dila Latifah. Rencananya, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa juga akan turut menyempatkan hadir pada kegiatan tersebut.

Pewarta : Syakir NF
Editor : Muchlishon
 
Jumat 6 September 2019 13:30 WIB
Rapat Tahunan Inkopan Muslimat Penting untuk Pendidikan Anggota Koperasi
Rapat Tahunan Inkopan Muslimat Penting untuk Pendidikan Anggota Koperasi
Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Luhur Pradjarto saat membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2018 PP Muslimat NU di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).
Jakarta, NU Online
Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2018 di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Luhur Pradjarto hadir membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa RAT penting karena juga memberikan pendidikan bagi para anggota koperasi.

“Dengan menghadirkan ibu-ibu, RAT otomatis kita juga memberikan pendidikan. Ini yang perlu disadari bagaimana kita bisa menerapkan prinsip koperasi tadi,” katanya.

Pasalnya, jelas Luhur, RAT melaksanakan prinsip-prinsip koperasi, yakni transparansi dengan  adanya laporan, demokrasi, dan pendidikan anggota. “Dengan RAT secara tidak langsung ibu-ibu melaksanakan prinsip-prinsip koperasi,” ujarnya.

Di samping itu, katanya, RAT juga bisa menjadi ajang silaturrahmi yang memberikan banyak manfaat. Karenanya, ia menegaskan bahwa rapat anggota bisa dilaksanakan saban bulan karena dalam Undang-Undangnya minimal dilakukan sekali. Artinya boleh dilakukan beberapa kali dalam setahun. 
 
“Boleh dilaksanakan setiap bulan sekali. Di dalam UU minimal sekali setahun,” jelas Luhur.

Luhur mengatakan bahwa bisa saja pertemuan yasinan dimanfaatkan untuk melaksanakan rapat anggota. “Ibu-ibu sering pertemuan yasinan bisa dimanfaatkan untuk rapat anggota,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam kegiatan RAT ini tidak begitu perlu banyak pendapat, tetapi yang penting menyusun strategi untuk menghasilkan pendapatan yang banyak. Dikatakan, hal itu sangat penting guna meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota.
 
“Pikirkan bagaimana usahanya maju dan pendapatannya besar,” pungkasnya. 

Selain rapat anggota, dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan beragam pelatihan dan sosialisasi dari berbagai perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Inkopan.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anggota Muslimat, Puskop dan Koperasi Primer di bawah Inkopan. Rencananya, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa juga akan menyempatkan hadir pada kegiatan tahunan ini pada siang nanti.
 
Pewarta : Syakir NF
Editor : Muchlishon
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG