IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Kebanggaan Warga Papua Jadi Kunci Penyelesaian Konflik

Rabu 11 September 2019 0:8 WIB
Bagikan:
Kebanggaan Warga Papua Jadi Kunci Penyelesaian Konflik
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid usai melakukan pertemuan bersama para tokoh agama dan aktivis Hak Asasi Manusia di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (9/9). (NU Online/Syakir NF)
Jakarta, NU Online
Kondisi Papua mulai stabil seiring berkembangnya waktu. Presiden Joko Widodo juga sudah kembali bertemu dengan tokoh-tokoh Papua pada Selasa (10/9) lalu. Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengungkapkan bahwa kebanggan warga Papua menjadi satu kunci penyelesaian konflik yang kembali mengemuka baru-baru ini.

“Kalau kebanggaan itu sudah ada, bisa selesai dengan sendirinya. Kuncinya di sana,” ujarnya saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, beberapa tokoh agama, dan tokoh Hak Asasi Manusia di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (9/9).

Ronald Rischardt dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Biro Papua mengemukakan bahwa Papua pernah heboh karena kebanggaannya atas dilantiknya seorang warga Papua menjadi camat di Tanah Toraja.

“Ada satu orang Papua jadi camat di Toraja. Itu heboh satu Papua karena belum pernah terjadi. Bayangkan kalau ada orang Papua jadi pejabat di tempat lain,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan penghargaan yang luar biasa bagi masyarakat Papua. “Harganya luar biasa itu. Hal yang seperti itu mengangkat mereka punya harkat juga ini,” ujarnya.

Ronald mengatakan bahwa keresahan masyarakat Papua akibat kerap kali mendapatkan tindakan kekerasan. Ia mengibaratkan Papua sebagai anak bungsu dalam suatu rumah yang mungkin ‘bandel’. Mestinya hal yang mereka terima bukanlah siksaan, tetapi arahan yang jelas.

“Orang tua yang bijak, sebandel apa pun kan diarahkan. Tapi ini nggak. Setiap kali bikin salah, pukul. Setiap kali bikin salah, dipukul, disiksa, dimacam-macam. Ya, lama-lama lihat rumah kayak neraka. Ngapain saya tinggal di rumah itu. Lebih baik saya pikir saya keluar saja ya kan itu ibarat seperti itu,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa masih ada tindakan aparat yang masih menggunakan pendekatan represif. “Mudah sekali kibar bendera, dor! Itu banyak sekali,” ungkapnya.

Presiden dalam pertemuan dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, berjanji akan memasukkan 1.000 sarjana yang berasal dari Bumi Cendrawasih itu untuk bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pewarta : Syakir NF
Editor : Abdullah alawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 11 September 2019 21:45 WIB
Belasungkawa Mentan Amran untuk Bapak Bangsa
Belasungkawa Mentan Amran untuk Bapak Bangsa
Mentan Amran Sulaiman (dua dari kiri)
Jakarta, NU Online
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden RI ke-3 Prof Bacharuddin Jusuf Habibie pada Rabu (11/9) petang.
 
Amran mengaku terpukul karena Habibie merupakan sosok panutan yang menjadi guru besar bagi bangsa Indonesia. Selain itu, Habibie  memperjuangkan modernisasi pembangunan.
 
"Pertama, Inallilahi wainalillahi rojiun saya menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya bapak bangsa yang sangat mencintai Indonesia. Kedua, tentu kepergian beliau sangat meninggalkan kesedihan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia," ujar Amran, Rabu malam.
 
Di mata Amran, sosok yang akrab disapa BJ Habibie ini adalah tokoh bangsa yang sudah berjasa besar bagi Indonesia karena mengharumkan negara di daratan dunia. Amran juga mengaku bangga karena Habibie berasal dari Sulawesi Selatan, tempat di mana Amran dilahirkan dan dibesarkan.
 
Dalam rilis yang diterima NU Online, Amran datang bersama Ketua MA Hatta Ali dan sejumlah tokoh lainya. Kemudian nampak hadir di antarnya Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin. 
 
"Berduka cita sedalam-dalamnya dengan meninggalnya bapak Profesor Baharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden ketiga. Dimana hal yang mengesankan dari beliau ini, beliau sangat memperhatikan. Dan selama beliau tidak menjabat tetap aktif untuk keutuhan bangsa dan negara," tutup Hatta.
 
Presiden BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu petang. Ia meninggal karena sakit yang dideritanya sejak lama dan mulai dirawat sejak 1 September 2019.
 
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan belasungkawa atas meninggalkan Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Pernyataan belasungkawa tersebut seperti terlihat dalam video yang diterima NU Online, Rabu (11/9) malam.
 
"Innallahi wainna ilaihi rajiun. Kami atas nama seluruh warga Nahdlatul Ulama di mana pun berada mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Presiden Indonesia yang ketiga, yaitu Profesor Doktor Insinyur BJ Habibie dengan tenang," kata Kiai Said dalam video tersebut.
 
Menurut Kiai Said, almarhum BJ Habibi adalah sosok yang sangat cerdas dan jenius. "Beliau adalah orang yang sangat cerdas dan jenius yang diakui dunia internasional," lanjutnya.
 
BJ Habibi, kata Kiai Said, telah berhasil mengangkat nama baik bangsa Indonesia dengan kecerdasan dan kemampuannya. Oleh karena itu, Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jakarta Selatan itu mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum.
 
Editor: Abdul Muiz
Rabu 11 September 2019 20:40 WIB
Kiai Said: BJ Habibie Angkat Nama Baik Indonesia di Dunia Internasional
Kiai Said: BJ Habibie Angkat Nama Baik Indonesia di Dunia Internasional
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (Foto: NU Online/Suwitno)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan belasungkawa atas meninggalkan Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Pernyataan belasungkawa tersebut seperti terlihat dalam video yang diterima NU Online, Rabu (11/9) malam.
 
"Innallahi wainna ilaihi rajiun. Kami atas nama seluruh warga Nahdlatul Ulama di mana pun berada mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Presiden Indonesia yang ketiga, yaitu Profesor Doktor Insinyur BJ Habibie dengan tenang," kata Kiai Said dalam video tersebut.

Menurut Kiai Said, almarhum BJ Habibi adalah sosok yang sangat cerdas dan jenius. "Beliau adalah orang yang sangat cerdas dan jenius yang diakui dunia internasional," lanjutnya.
 
BJ Habibi, kata Kiai Said, telah berhasil mengangkat nama baik bangsa Indonesia dengan kecerdasan dan kemampuannya. Oleh karena itu, Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jakarta Selatan itu mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum.

"Semoga arwahnya diterima oleh Allah dan mendapatkan ampunan-Nya. Segala amal baiknya diterima, segala kesalahannya diampuni dan ditempatkan di tempat yang sidiq di sisi Allah dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'aafihi wa'fu 'anhu waj'alil jannata matwaahu," Kiai Said mendoakan.
 
Sebagaimana diketahui, BJ Habibie wafat usai mendapat perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Pendiri Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) itu meninggal pada usia 83 tahun.

Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Selain sebagai Presiden ketiga RI, Habibie juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978 hingga Maret 1998.

Habibie memperistri Hasri Ainun Besari pada 12 Mei 1962 di Rangga Malela, Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, istri BJ Habibie, Ainun  yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 1937 meninggal di München, Jerman, 22 Mei 2010 pada umur 72 tahun.
 
Kisah BJ Habibi dan Ainun, serta masa-masa mereka meniti karir dan rumah tangga telah difilmkan dengan judul Habibie & Ainun dan dirilis pada tanggal 20 Desember 2012. 
 
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Kendi Setiawan
Rabu 11 September 2019 19:29 WIB
Nahdliyin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya BJ Habibie
Nahdliyin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya BJ Habibie
Presiden ke-3 Republik Indonesia, Ir H Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun. (Ilustrasi: NU Online/Aceng Danta)
Jakarta, NU Online 
Presiden ke-3 Republik Indonesia, Ir H Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia usai mendapat perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Pendiri Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) itu meninggal di usia 83 tahun.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 silam itu.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Selaku pribadi maupun atas nama warga NU saya turut berduka mendalam atas wafatnya Pak BJ Habibie,” tutur Ketua PBNU, H Robikin Emhas,  Rabu (11/9).

“Semoga segala salah-khilaf beliau diampuni oleh Allah SWT, amal ibadahnya diterima dan segenap keluarga yang ditinggal tabah,” sambung Robikin.
 
Robikin menilai BJ Habibie sebagai sosok yang demokratis. Kecerdasan yang melekat pada diri almarhum telah menempatkan bangsa Indonesia diperhitungkan di level dunia.
 
“Sebagai bangsa kita sangat kehilangan Pak BJ Habibie. Beliau adalah seorang negarawan yang demokratis. Sosok yang kecerdasannya telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” katanya.

Robikin juga melihat tokoh peraih The US Academy of Engineering ini sebagai sosok sederhana dan rendah hati. “Pak Habibie juga merupakan figur teladan dalam kehidupan keluarga. Kita dan generasi muda layak meneladaninya,” tandas Robikin.

BJ Habibie menjadi Presiden ke-3 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia mengantikan Presiden Soeharto yang menyatakan mundur pada 21 Mei 1998. Presiden Habibie menjabat sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, atau hanya sekitar 1 tahun lebih lima bulan. 

Setelah meletakkan jabatannya sebagai Presiden dan digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), BJ Habibie pun kembali menjadi warga negara biasa, ia kembali bermukim di Jerman walaupun biasa juga pulang ke Indonesia.

Editor: Zunus Muhammad

 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG