IMG-LOGO
Daerah

Bangun Sekretariat, NU Situraja Sumedang Luncurkan Koin NU

Kamis 12 September 2019 10:0 WIB
Bagikan:
Bangun Sekretariat, NU Situraja Sumedang Luncurkan Koin NU
Peluncuran Koin NU untuk bangun kantor MWCNU Situraja, Sumedang
Sumedang, NU Online
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Situraja, Sumedang Jawa Barat menggerakkan warganya untuk bersama-sama mewujudkan program membangun kantor sekretariat yang representatif.
 
"Kita sudah lama merencanakan dan mencanangkan program pembangunan Kantor MWCNU Situraja dan saat sekaranglah waktu yang tepat. Makanya saya perlu dukungan dari warga NU melalui program Kotak Infaq (Koin) NU," ujar Ketua Pengurus MWCNU Situraja, Kiai Ade Aam Kh.
 
Hal itu disampaikan pada Peringatan Muharaman 1441 Hijriyah sekaligus peluncuran 'Koin NU' di Mesjid Besar Situraja, Rabu (11/9) malam.
 
Dikatakan, program Koin NU ditangani langsung Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di samping untuk membangun gedung MWC juga untuk menumbuhkan rasa pentingnya sedekah di kalangan nahdliyin khususnya dan masyarakat Situraja umumnya. 
 
"Peluncuran program Koin NU ini bertujuan untuk pembangunan Kantor Sekretariat MWC NU situraja dan juga merupakan program sosial keagamaan NU Kecamatan Situraja" ujar Kiai Ade Aam Kh.

Dijelaskan, langkah awal dalam program ini LAZISNU Situraja membagikan kotak koin NU kepada 15 Ranting NU se-Kecamatan Situraja untuk kemudian digunakan di setiap kegiatan ranting NU. 
 
Ke depannya LAZISNU Situraja akan memperbanyak Koin NU yang disebar di setiap warung-warung di lingkungan ranting NU se-Kecamatan Situraja.
 
"Untuk sekarang program koin NU difokuskan di setiap kegiatan ranting NU dan ke depannya program ini akan dilaksanakan untuk menyebar kotak koin NU di setiap warung-warung yang ada di lingkungan ranting NU se-Situraja," paparnya. 
 
Mengutip pernyataan Ketua Umum Penguus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bahwa masyarakat perlu menggalakkan gerakan Koin NU. Kiai Said menegaskan gerakan masyarakat tersebut harus selalu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
 
Gerakan Koin NU yang juga telah diresmikan oleh Kiai Said pada bulan April tahun 2017 di Sragen Jawa Tengah, diharapkan menjadi dorongan baru Nahdliyin.
 
“Adanya Koin NU ini menjadi cara utama, solusi utama, program andalan, untuk mewujudkan arus baru kemandirian ekonomi Nusantara,” tambah pengasuh Majelis Rajeg, Tangerang.
 
Ia menyebut, dari pengelolaan Koin NU Sragen saat ini berhasil mendirikan Gedung MWCNU di setiap kecamatan, jasa travel NUtrans, bedah rumah, perbaikan masjid/mushala, pemberian beasiswa, biaya pengobatan, bahkan tengah dirancang pendirian rumah sakit NU. 
 
Kontributor: Kiki Sandi Rama, Ayi Abdul Kohar
Editor: Abdul Muiz
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 12 September 2019 23:59 WIB
Santri Milenial Pekalongan Diajari Budidaya Ayam
Santri Milenial Pekalongan Diajari Budidaya Ayam
Santri Milenial Pekalongan tampak khusyuk mengikuti diklat budidaya ayam oleh Dinperpa Kota Pekalongan. (Foto: NU Online/Muiz)
Pekalongan, NU Online
Puluhan santri dari beberapa pesantren di pantura eks Karesidenan Pekalongan mengikuti bimbingan teknis teknik budidaya ayam buras yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan bekerja sama dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Sembawa, Rabu (11/9).
 
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Diklat Kota Pekalongan ini, para santri yang juga merupakan perwakilan dari 46 Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) Pesantren ini mendapat beragam materi tentang manajamen pemeliharaan ayam kampung, manajemen pakan agar lebih efisien, dan kesehatan hewan.
 
Kepala Dinperpa, Zainul Hakim menjelaskan bahwa bintek ini merupakan bagian dari program KSTM yang sedang digencarkan oleh Kementerian Pertanian RI. Program KSTM ini merupakan salah satu strategi pemerintah dalam rangka mendorong peran serta kaum milenial (usia 19-39 tahun) dalam pembangunan pertanian Indonesia, serta sebagai bagian dari strategi meningkatkan kecintaan dan kesejahteraan masyarakat petani secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
 
“Program dari Kementan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian serta menghadirkan wirausahawan baru bidang pertanian,” terangnya.
 
Dipaparkan, Kota Pekalongan sebagai pusat perdagangan dan jasa, otomatis membutuhkan suplai bahan baku maupun bahan jadi dari daerah sekitarnya, termasuk pasokan bahan pangan, terutama komoditas pokok seperti daging dan telur ayam. 
 
Untuk itulah, budidaya unggas, dalam hal ini ayam, dipandang perlu digencarkan dalam rangka pemenuhan bahan pangan berupa daging dan telur ayam. Sementara, kebutuhan akan daging ayam masih lebih tinggi dibanding populasi ayam yang ada.
 
“Potensi bahan pangan asal unggas di Kota Pekalongan dengan jumlah penduduk usia 30-60 tahun sebanyak 118.434 orang dengan standar kebutuhan konsumsi daging ayam kampung 782 gram per kapita/tahun dibutuhkan 115.769 ekor ayam kampung sedangkan populasi ayam kampung 109.882 ekor,” beber Zainul.
 
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinperpa Kota Pekalongan, Ilena Palupi menjelaskan, pada program KSTM kali ini dikucurkan bantuan kandang dan ayam usia 1 bulan, pakan, dan obat. 
 
“Saya berharap kabupaten dan kota yang pondok pesantrennya mendapatkan bantuan ini dapat melaksanakan program ini dengan maksimal,” kata Ilena.
 
Ilena menjelaskan bahwa Dinperpa Kota Pekalongan mendapat alokasi dana dari Kota Pekalongan untuk melaksanakan pendampingan program KSTM dengan harapan program ini sukses dan bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kota Pekalongan khususnya daging ayam.
 
“Sebanyak 46 wakil dari KSTM ponpes dan pendamping dari lima kab/kota ini diberikan materi tentang manajamen pemeliharaan ayam kampung, manajemen pakan agar lebih  efisien, dan kesehatan hewan,” imbuh Ilena. 
 

Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
 
Kamis 12 September 2019 23:45 WIB
Semarak Harlah, Sako Ma'arif NU Jatinegara Tegal Gelar Kemah Penggalang
Semarak Harlah, Sako Ma'arif NU Jatinegara Tegal Gelar Kemah Penggalang
Poster Pergama Jatinegara, Tegal.
Tegal, NU Online
Koordinator Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif NU Kecamatan Jatinegara Tegal bakal menggelar Perkemahan Penggalang Ma'arif NU (Pergama) ketiga. Pergama diadakan dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Lahir Ma'arif NU dan Hari Santri Nasional (HSN)
 
Ketua Panitia Pergama ketiga Koordinator Sako Ma'arif NU Jatinegara, Solihin menjelaskan, Pergama yang digelar tahun ini akan dipusatkan di lapangan sepak bola Desa Gantungan selama tiga hari, yakni 21-23 Oktober 2019.
 
Pergama ketiga akan diikuti oleh Pramuka Penggalang dari madrasah dan sekolah di lingkungan Ma'arif NU dan satuan pendidikan Ma'arif NU se-Kecamatan Jatinegara. "Masing-masing mengirimkan satu regu putra dan satu regu puti," katanya, Kamis (12/9).
 
Pergama bertema Kita Jalin Ukhuwah Sesama Penggalang LP Ma'arif NU Kecamatan Jatinegara, Solihin berharap menjadi sarana berkreasi bagi Penggalang Ma'arif NU. "Agar menjadi generasi harapan bangsa yang ulet, tangguh dan militan dengan didasari imtak dan iptek yang kuat," lanjutnya.
 
Selain itu, lewat Pergama juga diharapkan Pramuka Sako Ma'arif NU mengembangkan nilai-nilai Sesosif yaitu spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisikal.
 
Solihin menuturkan, Pergama bakal diisi berbagai macam lomba seperti lomba pionering, cerdas cermat ke-NU-an, kaligrafi NU, baris berbaris, pertendaan, dan hadrah.
 
Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan Pergama. ​​​​​​Di antaranya konsolidasi dengan pemerintah desa setempat terkait tempat pelaksanaan perkemahan, pemberitahuan dan konfirmasi kepesertaan ke sekolah dan madrasah.
 
"Dari hasil konfirmasi panitia, sekolah atau madrasah yang mengikuti Pergama ketiga ini ada 21 pangkalan dari semua tingkatan SD/MI/SMP dan MTs," kata Solihin.
 
Adapun sekolah-sekolah yang telah mengkonfirmasi, untuk tingkatan SD/MI meliputi SD NU Argatawang, MI Tamamul Huda Cikura Bojong, MI  Bustanul Tholibin Cerih, MI Darussalam Penyalahan, MI Miftahul Huda Padasari, MI Robithoh Islami Gantungan, MI Ulumuddin Dukuhbangsa.
 
Untuk Tingkatan SMP/MTs mencakup SMP Ma'arif NU 01 Lembasari, SMP Ma'arif NU 02 Penyalahan, SMP Ma'arif NU 03 Padasari, SMP Ma'arif NU 04 Gantungan, SMP Al Ikhlas Cerih, MTs NU Sitail, MTs Miftahul Ulum Sumbarang, MTs NU Al Falah Cerih, MTs Ma'arif NU Jatinegara, MTs Kusuma Husada Capar, MTs Mambaul Ulum Kedungwungu.

Dengan banyaknya sekolah yang telah menyatakan keikutsertaaannya, diperkirakan melibatkan 1.300 siswa. Puncak Pergama akan ditutup dalam upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) sekaligus pengumuman pemenang perlombaan.
 
"Semoga acara yang digelar nanti berjalan sukses dan menghasilkan manfaat tentunya bagi anak didik dan dewan pendidik, baik untuk diri sendiri maupun kemajuan lembaga pendidikan," pungkas Solihin.
 
Kontributor: Tahmid Zamzami
Editor: Kendi Setiawan
Kamis 12 September 2019 23:30 WIB
UPZISNU Mrisi Manfaatkan Koin NU untuk Santunan Muharram
UPZISNU Mrisi Manfaatkan Koin NU untuk Santunan Muharram
Kegiatan penyaluran santunan oleh UPZISNU Mrisi, Tanggungharjo, Grobogan.
Grobogan, NU Online
Setahun lebih program Koin NU Peduli berjalan di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan. Sambutan masyarakat pun sangat luar biasa. Dibuktikan dengan beredarnya kotak Koin NU yang mencapai 1.200 kotak atau hampir mencapai 95% dari jumlah warga Mrisi.
 
"Berbagai program pen-tasaruf-an dana infak melalui Koin NU sudah dilaksanakan. Mulai dari santunan dhuafa, santunan yatim, bantuan operasional musala, dan santunan kematian yang diberikan kepada warga yang anggota keluarganya meninggal dunia," kata Ketua UPZISNU Mrisi, Ahmad Taufiq Ma'shum, Kamis (12/9).
 
Tidak ingin merasa cepat puas diri, kata dia, UPZISNU Desa Mrisi terus berbenah, mengembangkan program dan jaringan untuk meningkatkan profesionalitas dan pelayanan terhadap mustahik.
 
Salah satu kegiatan penyaluran dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia dan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah. Ada tiga sasaran utama yang menjadi mustahik dari kegiatan ini yaitu, santunan dhuafa, khitan sehat dan beasiswa untuk yatim.
 
Berbagai persiapan sudah dilaksanakan jauh-jauh hari dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Pengurus Tanfidziyah Ranting Nahdlatul Ulama beserta Banomnya.
 
"Termasuk menggandeng Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Pembantu Gubug melalui LaznasS BSM Umat dalam proses santunan kali ini. UPZISNU Mrisi bekerjasama dengan Lazisnu BSM dalam menyalurkan santunan duafa, khitan sehat dan beasiswa yatim dengan dana senilai Rp37 juta," lanjutnya.

Kegiatan dimulai pada tanggal 5 dan 6 September 2019 dengan kegiatan khitan sehat. Puncaknya pada hari Ahad, 8 September 2019 di Balai Desa Mrisi dengan agenda penyerahan santunan dhuafa, beasiswa yatim, dan pemberian bingkisan serta uang saku khitan untuk anak yang sudah dikhitan pada hari sebelumnya.
 
"Total penerima manfaat kegiatan itu sejumlah 116 mustahik yang terdiri dari 78 dhuafa, 23 anak yatim dan 15 peserta khitan sehat. Dengan program Koin NU Peduli ini, manfaat bisa langsung dirasakan masyarakat terutama mereka yang sangat membutuhkan," imbuhnya.

Ma'sum berharap, penyaluran beasiswa pada kegiatan itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan anak yatim. "Jangan sampai ada anak yatim yang putus sekolah karena tidak memiliki biaya, apalagi di tanggal 10 Muharam di mana kita dianjurkan untuk menyantuni anak yatim," katanya.
 
Perwakilan Bank Syariah Mandiri KCP Gubug, Eko Mustahal Mieftah selaku Branch Operation and Service Manajer Bank Syariah Mandiri sekaligus mewaili Laznas BSM Umat menyampaikan bahwa kegiatan itu wujud kepedulian BSM terhadap duafa dan mereka yang lemah. Dalam kesempatan itu, Eko Mustahal, juga menyerahkan secara langsung santunan untuk dhuafa, beasiswa bagi yatim dan simbolis khitanan sehat.
 
Red: Kendi Setiawan

 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG