Germas dan Pencegahan Stunting, Muslimat NU Galang Partisipasi Masyarakat di Nganjuk

Germas dan Pencegahan Stunting, Muslimat NU Galang Partisipasi Masyarakat di Nganjuk
PP Muslimat NU saat melakukan Orientasi Penggalangan Kemitraan dan Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pencegahan Stunting di Kabupten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (11/9).
PP Muslimat NU saat melakukan Orientasi Penggalangan Kemitraan dan Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pencegahan Stunting di Kabupten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (11/9).
Nganjuk, NU Online
Pimpinan Pusat Muslimat NU melanjutkan acara Orientasi Penggalangan Kemitraan dan Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sasaran Muslimat NU masih di lingkungan Pesantren dan Majelis Taklim.

Orientasi ini dihadiri oleh Pengarah Promkes dari Kementerian Kesehatan Marlina BR Ginting, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk Noer Cholis, Perwakilan Bappeda Kabupaten Nganjuk, dan Perwakilan PW Jawa Timur Prof Istibsyaroh.

Ketua Pelaksana Program Germas dan Pencegahan Stunting PP Muslimat NU, Hj Erna Yulia Soefihara mengatakan bahwa Nganjuk merupakan lokus ke-3 dari rangkaian program Germas dan Pencegahan Stunting kerja sama antara PP Muslimat NU dan Kementerian Kesehatan RI dalam hal ini Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat.

“Kegiatan di Nganjuk ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari unsur pondok pesantren, majelis taklim dan pemangku kebijakan,” ujar dokter Erna yang juga Ketua VII PP Muslimat NU ini kepada NU Online, Kamis (12/9) lewat pesan singkatnya.

Sementara itu, Pengarah Promkes dari Kementerian Kesehatan Marlina Ginting mengatakan pihaknya mempunyai misi membuat masyarakat hidup sehat. Kerja sama dengan ormas diperuntukkan agar lebih banyak masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan.

Karena selama ini lebih banyak orang yang datang ke pusat kesehatan dalam keadaan sakit sementara kemampuan pemerintah terbatas. Diharapkan Pesantren dan Majelis Taklim menjadi pelopor kesehatan.

“Ada dana stimulan yang akan diberikan kepada pondok pesantren agar memanfaatkan pekarangan untuk ditanami tanaman obat dan tanaman pangan,” terang Marlina.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk Noer Cholis menjelaskan, stunting adalah balita yang lebih pendek dari pada seusianya. Amanah dari presiden agar stunting dapat dihilangkan sehingga muncul generasi yang sehat dan cerdas dan stunting dapat dicegah.

“Perubahan perilaku sehat untuk mencegah stunting itu harus diupayakan. Beberapa program peningkatan kesehatan yang sudah dilakukan Kabupaten Nganjuk adalah Gentasibu untuk penanganan gizi buruk, Gerdaristi dan untuk rujukan ada aplikasi Si Jari Emas,” ucap Noer Cholis.

Sebelumnya, program Germas dan Pencegahan Stunting PP Muslimat NU telah dilakukan di sejumlah daerah di antaranya, Pandeglang dan Banyumas, Jawa Tengah.
 
Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
BNI Mobile