Liga Santri Nusantara 2019 Fokus Tingkatkan Kualitas

Liga Santri Nusantara 2019 Fokus Tingkatkan Kualitas
Logo Liga Santri Nusantara
Logo Liga Santri Nusantara
Jakarta, NU Online 
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdalatul Ulama KH Abdul Ghafar Rozin menegaskan, memasuki tahun kelima penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) akan fokus dalam meningkatkan kualitasnya, baik kualitas penyelenggaraan, maupun kualitas pemain, yaitu para santri. 

“Mekanismenya kita atur bersama dan kita patuhi bersama dimulai dengan definisi siapa santri itu, itulah mereka yang ikut,” katanya pada pembukaan Bimbingan Teknis Liga Santri Nusantara di Hotel Lumire, Senen, Jakarta, Kamis, (12/9).  

Dengan demikian, tahun ini bisa jadi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, golnya tidak sebanding  dengan pemain di usia sama di kompetisi tingkat nasional lain, apalagi  internasional. Namun yang terpenting adalah menggali  bakat-bakat sepak bola dari  pesantren. 

“Kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah proses penjaringan. Tentu lebih lama dan capek, tapi hasilnya akan terlihat dalam jangka  panjang,” jelasnya.

Di tahun kelima ini pula, menurut kiai yang akrab disapa Gus Rozin ini, kompetisi dilaksanakan dengan mandiri, tanpa anggaran dari pemerintah.  Oleh karena itu, ia mengajak agar panitia nasional, daerah, koordinator region agar mampu menggali dana dengan melibatkan banyak pihak.

Lebih lanjut Gus Rozin bersyukur, meski tanpa anggaran pemerintah, ternyata semangat pesantren di berbagai provinsi masih tetap besar. Terbukti, jika tahun sebelumnya terdapat 32 region, tahun ini masih bisa menyisakan 28 region.  

“Kami tidak menyangka bahwa ada 28 region yang siap berkompetisi, mulanya paling hanya sekitar 10, 12, 16, 18 sebanyak-banyaknya,” katanya. 

Sementara Direktur Kompetisi Liga Santri Nusantara M. Kusnaerni mengatakan, pada tahun ini penyelenggaraan kompetisi seharusnye masuk ada fase konsep yang lebih ajeg. 
 
“Tahun ini memasuki tahun kemandirian, bukan lagi kuantitas, tapi kualitas penyelenggaraan; lebih ajeg lagi betul-betul diikuti adik-adik santri karena ini memberikan ruang untuk bakat mereka yang di kompetisi umum sangat sulit mendapatkan peluang karena fokus mereka bukan main bola. Ini adalaah satu komitmen adalah emastikan adik-adik santri,” jelsnya.
 
Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad 
 
BNI Mobile