Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiai Said Sempatkan Nikmati Kudapan Khas Banyuwangi

Kiai Said Sempatkan Nikmati Kudapan Khas Banyuwangi
Kiai Said nikmati makanan khas Banyuwangi (Foto: NU Online/M Sholeh Kurniawan)
Kiai Said nikmati makanan khas Banyuwangi (Foto: NU Online/M Sholeh Kurniawan)
Banyuwangi, NU Online
Kuliner Banyuwangi semakin banyak digemari oleh banyak kalangan. Baik kalangan lokal sendiri maupun tamu kabupaten di tingkat nasional hingga internasional. Banyak pujian positif pasca menikmati kudapan khas Banyuwangi baik secara langsung maupun tak langsung.
 
Hal itu sebagaimana dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang menikmati aneka kudapan khas Banyuwangi saat di ruang istirahat acara Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU), di Pesantren Nurut Taqwa, Cemoro, Balak, Banyuwangi, Jumat (13/9) siang.
 
Terlihat di sajian santapan makan siang orang nomor satu di NU itu berjejer aneka kuliner khas Banyuwangi. "Banyak sekali makanan yang tersaji saat makan siang tadi. Ada kuliner nasi tempong, pecel pitik, hingga menu ayam kesrut," ungkap panitia kegiatan, Anang Lukman Afandi.
 
Anang menegaskan, saat kehadiran Kiai Said jangan sampai ada yang mengecewakan. "Semua pengurus pusat kita sajikan aneka menu makanan tradisional khas Banyuwangi. Nasi tempongnya ini khas, sambal pedasnya terasa menampar. Komplit makanan tradisionalnya juga minumannya," jelas Anang. 
 
"Semua disajikan dari warga sendiri untuk ulama dan tokoh-tokoh yang hadir dan yang luar biasa di Banyuwangi," imbuhnya.
 
Menurut Anang, dari aneka sajian, Kiai Said hanya memilih satu menu saja, yakni nasi tempong.
 
"Wah banyak sekali kudapannya, ini mantab semua. Cuman mohon maaf saya tidak bisa makan semuanya. Saya tertarik nasi tempongnya," ungkap Kiai Said saat menerima jamuan.
 
Di hadapan ribuan peserta MKNU di Banyuwangi, Kiai Said menjelaskan pola dakwah Nabi Muhammad yang penuh dengan rangkulan, hikmah, dan penuh rahmat.
 
"Kunci dakwahnya adalah pemahaman secara utuh atas konsep Al-Qur'an yang telah diajarkannya kepada para sahabat. Sehingga output dakwahnya penuh dengan rahmat, bukan saling fitnah maupun saling caci antar manusia," jelas Kiai Said.
 
Kegiatan MKNU tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, Ketua PCNU Banyuwangi H Ali Makki Zaini, Rais PCNU Banyuwangi KH Zainullah Marwan, dan tokoh-tokoh lainnya. 
 
Menurut rencana, Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa beserta Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar dijadwalkan hadir saat penutupan pada Ahad (15/9). 
 
Kontributor: M Sholeh Kurniawan
Editor: Abdul Muiz 
BNI Mobile