Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Aksi IPNU-IPPNU Unej Gelar Pungut Sampah di Alun-alun

Aksi IPNU-IPPNU Unej Gelar Pungut Sampah di Alun-alun
PKPT IPNU-IPPNU Unej memungut sampah di alun-alun Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
PKPT IPNU-IPPNU Unej memungut sampah di alun-alun Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Jember, NU Online 
Perhatian sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Jember (Unej) terhadap sampah laik diacungi jempol. Mereka melakukan aksi nyata dengan memungut sampah di sekitar alun-alun Jember, Jawa Timur, Ahad (15/9).
 
Setelah sekitar dua jam mereka menyisir alun-alun, setidaknya terkumpul 10 sak sampah. Sampah-sampah tersebut selanjutnya diserahkan kepada petugas untuk dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir) di Kecamatan Pakusari, Jember.
 
Menurut Ketua PKPT IPPNU Universitas Jember, Novita Selly aksi pungut sampah itu dimaksudkan untuk membuat bersih sekaligus memperindah alun-alun yang notabene menjadi jujugan warga bersantai dan menikmati akhir pekan. Dikatakannya, soal kebersihan  merupakan anjuran universal di semua agama. 
 
“Islam sendiri menyebut bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman,” ucapnya kepada NU Online.
 
Namun yang lebih penting dari aksi pungut sampah itu adalah mendorong timbulnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan di manapun berada. Tanpa adanya kesadaran khalayak untuk bersama-sama memelihara kebersihan, sampah tetap akan berserakan karena mereka dengan mudah membuat dan membuang sampah sembarangan. 
 
“Biarpun petugasnya banyak, tapi tidak ada kesadaran warga tidak ada, sampah tetap akan banyak. Karena itu, dalam aksi pungut sampah tersebut, juga kita berkampanye tentang pentingnya kebersihan melalui poster dan sebagainya ,” urainya.
 
Novita  menambahkan, anjuran untuk menjaga kebersihan tidak bisa berdiri sendiri. Artinya seruan itu harus diikuti dengan perangkat lain sebagai pelengkap kebersihan. Minimal disediakan tempat sampah. Sehingga orang tidak bingung untuk mencari tempat pembuangan sampah. 
 
“Jangan sampai ada tulisan ‘buanglah sampah pada tempatnya’ tapi di situ tidak ada tempat sampah. Akhirnya sampah dibuang sembarangan,” jelasnya.
 
Ia menegaskan, ke depan akan menggelar aksi pungut sampah setiap dua pekan sekali di alun-alun Jember. Dikatakannya, alun-alun memang menjadi prioritas karena setiap akhir pekan, sampah selalu berserakan. Maklum banyak warga yang menghabiskan waktunya di lokasi tersebut saat Sabtu malam dan hari Ahad. Kendati ada petugas kebersihan, namun di sudut -sudut tertentu sampah masih berceceran.
    
“Kami putuskan untuk bersih-bersih sampah di alun-alun dua pekan sekali,” pungkasnya.
 
 
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile