Diikuti 16 Tim, LSN Region Jatim 1 Digelar di Kota Madiun

Diikuti 16 Tim, LSN Region Jatim 1 Digelar di Kota Madiun
Technical meeting LSN Regional Jatim 1 di Kantor PCNU Kota Madiun. (Foto: NU Online/Hendrik Sulaksono)
Technical meeting LSN Regional Jatim 1 di Kantor PCNU Kota Madiun. (Foto: NU Online/Hendrik Sulaksono)
Madiun, NU Online 
Sebanyak 16 tim dari beberapa pesantren di wilayah Karisidenan Madiun-Kediri akan mengikuti Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jawa Timur (Jatim). Pertandingan antar santri ini dipusatkan di Kota Madiun, Jawa Timur sekaligus sebagai tuan rumah.
 
Ketua Panitia Regional, A Khotamil Anam mengatakan, liga sepak bola paling bergengsi antar pondok pesantren itu akan berlangsung sejak 15-18 Oktober 2019 mendatang. Waktu yang semakin dekat ini diharapkan sejumlah pesantren yang mengirimkan tim kesebelasannya berlatih lebih giat.
 
"Pertandingan pertama oleh tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Al-Mujadadiyah Kota Madiun melawan Pondok Pesantren Darusalam Kabupaten Kediri," ujarnya saat kegiatan technical meeting, Jumat (11/10) di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun.
 
Pria yang akrab disapa Gus Anam menambahkan, pertandingan rencananya akan digelar di empat titik. Yaitu Stadion Wilis, Lapangan Kartoharjo, Lapangan Gulun, dan Lapangan Winongo. Beberapa lapangan itu tentu akan segera dicek guna memastikan kesepiannya. 
 
"16 tim yang akan bertanding mengikuti kompetensi tersebut antara lain pondok pesantren perwakilan daerah Karisidenan Kediri dan Madiun," imbuh Gus Amin. 
 
Sementara itu, Koordinator LSN Region Jawa Timur 1, Habib Musthofa mengungkapkan, tim pemenang nantinya akan mendapatkan Piala Wali Kota Madiun. Selanjutnya pemenang kesebelasan ini akan mewakili LSN Region Jatim 1 di tingkat nasional.
 
Santri saat ini menurutnya memang harus bisa bersaing tidak hanya di bidang keagamaan. Namun juga sejumlah bakat atau kompetensi yang dimiliki santri pada aspek lain bisa dikembangkan. Tidak terkecuali sepak bola, dan LSN ini menjadi kesempatan baik untuk mengembangkan bakat sepak bola santri.
 
"Kompetisi ini merupakan ajang pencarian bibit pemain muda ala santri, dan pada screaning nanti kita wajibkan para pemain bisa membaca kitab dan juga doa-doa shalat wajib," kata Gus Musthofa, demikian ia kerap disapa.
 
Ke depan, lanjut pria yang juga Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Magetan ini, diharapkan para santri turut mewarnai persepakbolaan nasional hingga internasional. 
 
"Tidak hanya hebat dalam skill sepak bola, tapi juga memiliki adab dalam beretika," pungkasnya.
 
Pada acara technical meeting ini dihadiri oleh beberapa tokoh PCNU Kota Madiun, asosiasi kota (Askot) Madiun serta  perwakilan pondok pesantren yang mengirimkan tim di LSN 2019 ini.
 
Kontributor: Hendrik Sulaksono
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile