Dzikir Keras Usai Shalat Sudah Ditradisikan Masa Nabi Muhammad

Bedah buku Hujjah Aswaja An-Nahdliyah di MAN 4 Jombang, Jatim. (Foto: NU Online/panitia)
Bedah buku Hujjah Aswaja An-Nahdliyah di MAN 4 Jombang, Jatim. (Foto: NU Online/panitia), Dzikir Keras Usai Shalat Sudah Ditradisikan Masa Nabi Muhammad
Bedah buku Hujjah Aswaja An-Nahdliyah di MAN 4 Jombang, Jatim. (Foto: NU Online/panitia), Dzikir Keras Usai Shalat Sudah Ditradisikan Masa Nabi Muhammad
Jombang, NU Online
Memperingati Hari Santri, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jombang, Jawa Timur yang berada di lingkungan Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar mengadakan bedah buku Hujjah Aswaja An-Nahdliyah, Sabtu (19/10) di Mujahadah Center.
 
Ustadz Syamsul Maarif, Kepala MAN 4 Jombang dalam sambutannya menyatakan bahwa bedah buku ini penting dilaksanakan untuk membentengi para siswa agar tetap berada dalam jalur Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.
 
"Ketika di luar sana, di kampus atau masyarakat, ada paham-paham di luar yang berbeda dengan yang dipelajari para siswa. Buku ini menjadi bekalnya," katanya di hadapan 800 siswi madrasah setempat. 
 
Bedah buku dipandu oleh Ketua Program Studi Keagamaan, Ustadz Abdul Aziz. 
 
"Kami harapkan kalian tidak hanya mengandalkan tradisi muslim Nusantara, tapi juga mengetahui dan menghafalkan dalilnya. Dan di buku ini ada delapan puluh permasalahan dengan dalilnya,” ungkapnya.
 
Ustadz Yusuf Suharto selaku penulis buku menguraikan identitas Ahlussunnah wal Jamaah sebagai aliran mayoritas umat Islam. Demikian pula membekali beberapa landasan amaliah, antara lain dalil qunut Shubuh, dalil dzikir jahr atau keras setelah shalat, dan puji-pujian usai adzan.
 
"Puji-pujian setelah adzan itu adalah doa yang tidak ditolak. Rasulullah bersabda, la yuraddu ad-duau baynal adzan wal iqamah yakni tidak akan ditolak doa yang dibaca antara adzan dan iqamat,” terang tim narasumber di Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur tersebut.
 
Dalam pandangan kandidat doktor di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut, warga NU tidak perlu menyalahkan kalangan yang tidak membaca qunut. 
 
“Namun dalam pemahaman Imam Syafi'i, qunut adalah tradisi yang dibiasakan Rasulullah hingga beliau wafat. Ini adalah riwayat dari Anas ibn Malik, bahwa Rasulullah senantiasa membaca qunut ketika shalat Subuh hingga beliau wafat,” jelasnya.
 
Bagaimana dengan tradisi mengeraskan dzikir setelah shalat? 
 
"Mengeraskan dzikir setelah shalat sudah dikenal sejak zaman Rasulullah. Riwayat Ibnu Abbas, dalam hadits sahih riwayat Imam Bukhari mengatakan bahwa sesungguhnya mengeraskan bacaan  dzikir setelah para sahabat selesai melakukan salat wajib sudah sejak zaman Nabi Muhammad,” tandasnya.
 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
 
BNI Mobile