Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
HARI SANTRI 2019

Kader CBP Surabaya Tiba di PBNU, Kiai Said: Para Wali Biasa Berkelana

Kader CBP Surabaya Tiba di PBNU, Kiai Said: Para Wali Biasa Berkelana
Muhammad Zainul Arifin mencium tangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat sampai di PBNU setelah berjalan kaki 36 hari dari Surabaya dalam rangka Hari Santri, Selasa (22/10) (NU Online/Syakir NF)
Muhammad Zainul Arifin mencium tangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat sampai di PBNU setelah berjalan kaki 36 hari dari Surabaya dalam rangka Hari Santri, Selasa (22/10) (NU Online/Syakir NF)
Jakarta, NU Online
Muhammad Zainul Arifin, kader Corp Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Surabaya berhasil sampai di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tepat pada Hari Santri, Selasa (22/10). Kedatangannya tersebut setelah berjalan kaki selama 36 hari dari kota kelahirannya, Surabaya, pada Selasa (17/9).
 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kedatangannya dengan penuh senyum. Ia langsung mengajaknya foto bersama dengan latar belakang bendera Merah Putih dan Nahdlatul Ulama.
 
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said menanyakan pengalaman spiritual yang berharga kepada pria 29 tahun tersebut. Zainul menjawab bahwa ia bisa bertemu dengan KH Ahmad Mustofa Bisri di kediamannya dan bisa berziarah langsung di depan makamnya Sunan Gunung Jati.
 
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan itu menjelaskan bahwa laku jalan kaki merupakan laku para wali Allah. "Banyak para auliya itu biasa berkelana," katanya.
 
Ia pun menyebut Imam Ghazali berjalan dari Baghdad ke Suriah. Perjalanan itu berlanjut hingga Baitul Maqdis di Palestina hingga ke Mesir. Lalu kembali lagi ke Damaskus. "Empat bulan di Menara Masjid Amawi Damaskus kemudian mendapatkan makrifat," jelasnya.
 
Kiai Said juga menceritakan perjalanan Ibnu Arabi yang berjalan dari Andalusia di Spanyol hingga ke Suriah dan wafat di wilayah tersebut. Pun juga Walisongo yang mengembara dari berbagai belahan negeri, seperti Samarkand, Maghribi, China hingga India yang menunaikan tugas berdakwah di Nusantara.
 
Laku demikian, menurutnya, menunjukkan tekad dan semangat tinggi dalam rangka mencari suatu kearifan dan kebenaran. "Dalam Al-Qur’an dinyatakan al-Saihuna al-‘Abidun, yang selalu berkelana mencari kebenaran, mencari wisdom," jelasnya.
 
Zainul, kata Kiai Said, dan orang-orang yang melakukan perjalanan demikian dapat dipastikan memperoleh pengalaman lahir batin. Terlebih dilakukan dalam rangka memperingati hari santri. Hal itulah yang memang dinazarkan oleh pria yang telah mengabdikan dirinya di CBP IPNU selama 10 tahun itu.
 
Sejak ditetapkannya Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu, ia bertekad jika purna tugas sebagai CBP, akan berjalan kaki dari Surabaya hingga Gedung PBNU di Jakarta.
 
Zainul juga disambut oleh Ketua PBNU H Robikin Emhas dan H Umarsyah. Pertemuan dengan Kiai Said juga dihadiri oleh Sekjen PBNU H Ahmad Helmi Faishal Zaini. Hadir pula Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani dan Komandan Dewan Koordinasi Nasional (DKN) CBP IPNU Sodikin.
 
Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile