IMG-LOGO
Internasional

Kemarau Panjang, Raja Salman Serukan Warga Saudi Shalat Istisqa


Selasa 29 Oktober 2019 20:45 WIB
Bagikan:
Kemarau Panjang, Raja Salman Serukan Warga Saudi Shalat Istisqa
Raja Salman bin Abdulazis al-Saud menyerukan masyarakat Arab Saudi agar melaksanakan Shalat Istisqa menyusul kemarau panjang yang melanda negeri itu. (Foto: European Pressphoto Agency/Raed Qutena)
Riyadh, NU Online
Raja Salman bin Abdulazis al-Saud menyerukan masyarakat Arab Saudi agar melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat minta hujan. Seruan itu menyusul kemarau panjang yang melanda Arab Saudi. 

Rencananya pelaksanaan Shalat Istisqa akan diselenggarakan pada Kamis, 31 Oktober lusa. Terkait hal itu, semua warga Arab Saudi diimbau untuk melaksanakan Shalat Istisqa.

“Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan pelaksanaan Shalat Istisqa (meminta hujan) di seluruh Kerajaan Kamis depan,” demikian pernyataan Kerajaan Saudi, dikutip dari laman kantor berita resmi Kerajaan, SPA, Selasa (29/10).

Dalam pernyataannya tersebut, Raja Salman mengingatkan bahwa Shalat Istisqa adalah ajaran baik dari Nabi Muhammad yang harus ditiru umat Islam. Di samping itu, Raja Salman juga menghimbau kepada semuanya agar berdoa kepada Allah dan meminta ampunan kepada-Nya.

“Penjaga Dua Masjid Suci (Raja Salman) meminta semua orang agar berdoa kepada Allah untuk meminta ampunan dan belas kasih-Nya,” katanya.

Shalat Istisqa merupakan ikhtiar batin dengan mendekatkan diri kepada Allah dan memohon segera diturunkannya hujan. Ketika sedang kemarau panjang, umat Islam dianjurkan untuk berdoa kepada Allah dan melaksanakan Shalat Istisqa. 

Sebelum melaksanakan Shalat Istisqa, semua jamaah diharapkan memperbanyak membaca istighfar, memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa yang telah dilakukannya. Karena dosa-dosa inilah yang menjauhkan kaum dari rahmat-Nya, termasuk dijauhkan dari hujan.

Shalat Istisqa dilakukan dua rakaat ditanah lapang, pada rakaat pertama bertakbir sebanyak 7 kali dan 5 kali pada rakaat kedua atau seperti melaksanakan Shalat Ied. Pada rakaat pertama, imam sebaiknya Surat Al-‘Ala dan Surat Al-Ghasiyah pada rakaat kedua. 

Setelah shalat, imam membaca dua khutbah. Khutbah pertama diawali dengan bacaan istighfar 9 kali dan khutbah kedua diawali dengan bacaan istighfar 7 kali. Usai khutbah, imam membaca doa dengan khusuk dan jamaah mengaminkannya. Perlu diketahui, dalam Shalat Istisqa tidak ada adzan dan iqamat.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG