Maulid, Mahasiswa Unusa Diingatkan Kiprah Generasi Muda 

Maulid, Mahasiswa Unusa Diingatkan Kiprah Generasi Muda 
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Unusa. (Foto: NU Online/panitia)
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Unusa. (Foto: NU Online/panitia)
Surabaya, NU Online
Generasi muda termasuk di dalamnya mahasiswa hendaknya terus berupaya belajar dan menggali sosok Nabi Muhammad SAW yang memiliki keluhuran budi. Maulid yang diperingati di berbagai tempat hendaknya menjadi momentum untuk kian mengenal rasulullah lebih dekat.
 
Karenanya, lewat Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Seni Qur’ani Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
 
Fadila Kusumaning Ayu selaku pengurus UKM Seni Qur’ani Unusa menyatakan bahwa kegiatan dirasakan penting untuk menghidupkan kembali keteladanan rasulullah.
 
“Maulid penting diselenggarakan sebagai sarana revitalisasi guna menghidupkan kembali teladan rasul khususnya di era milenial. Sehingga generasi saat ini dapat mengenal Rasulullah lebih dekat,” katanya, Sabtu (23/11). 
 
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari Afwan Romdloni selaku pembina Seni Qur’ani. Bahwa pada era digital ini terdapat tantangan dalam hal kajian keislaman dimana para mahasiswa yang awam agama terjebak dalam aliraqn radikal lantaran terpengaruh informasi dan ajakan di media sosial.
 
“Generasi milenial cenderung lebih sering belajar agama menggunakan gadget daripada bertanya pada kiai dan mudah menerima ajakan untuk bergabung kedalam grup dakwah radikal,” tutur Afwan. 
 
Karenanya dirinya mengapresiasi keberadaan UKM Seni Qur’ani. Hadirnya diharapkan dapat menjembatani semangat keagamaan kalangan muda dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Juga pada saat yang sama semakin mengenal dengan baik keberadaan Nahdlatul Ulama.
 
“Keberadaan UKM ini sebagai wadah para mahasiswa untuk belajar tentang ilmu agama serta mengenal Nahdlatul Ulama,” ungkapnya. 
 
Pada Jumat (22/11) UKM Seni Qur’ani melaksanakan kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bertempat di Cafe Fastron, Unusa Tower. Tema yang digunakan adalah ‘Revitalisasi Teladan Rasul di Era Millenial’ dengan menghadirkan Kacung Marijan selaku Wakil Rektor Unusa dan Rijal Mumazziq, Rektor  Inaifas atau Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong Jember. 
 
Gus Rijal, sapaan akrab Rektor Inaifas memaparkan materi yang berjudul Mengenal Rasulullah dari Dekat.
 
Pada kesempatan tersebut dijelaskan  Rasulullah mengandalkan para pemuda sebagai delegasi damai. Mu’adz bin Jabal ke Yaman, Mush’ab bin Umair ke Madinah, Ja’far bin Abi Thalib ke Habasyah, Hathib bin Baltha’ah ke Mesir, dan lainnya. 
 
Termasuk kalangan muda diutus ke mancanegara seperti Romawi, Persia, Oman, Bahrain dan suku-suku yang berada di Wilayah Arab. 
 
 
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile