Mahasiswa Indonesia Kampanyekan Moderasi Beragama di Malaysia

Mahasiswa Indonesia Kampanyekan Moderasi Beragama di Malaysia
Tiga mahasiswa kampus negeri mempresentasikan moderasi beragama di Kolej University Islamic Selangor Malaysia. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Tiga mahasiswa kampus negeri mempresentasikan moderasi beragama di Kolej University Islamic Selangor Malaysia. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Selangor, NU Online              
Tiga mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) peserta Student Mobility Program (SMP) tampil memukau mempresentasikan moderasi beragama. Hal tersebut dilakukan di Kolej University Islamic Selangor (KUIS) Malaysia, Rabu (27/11). 
 
Ketiga mahasiswa itu, Bazlin Fadilah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sandra Hidayat (IAIN Bengkulu) dan Mariana Libra Rambe mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogjakata. Ketiganya merupakan utusan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa (Sema) PTKIN dan menampilkan materi dengan bahasa Inggris.
 
Bazlin Fadilah memaparkan, Indonesia adalah negara multikultural yang relatif sukses mempersatukan anak bangsa. 
 
“Persatuan atau unity dibangun atas toleransi dan menjadi dasar cara berpkir dan bersikap. Dengan toleransi meniscayakan antarumat beragama saling hidup damai dan beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya,” katanya.
 
Bagi Bazlin, universitas sebagai ladang bagi para akademisi memiliki peran penting dalam menguatkan moderasi beragama yang dibutuhkan bangsa di dunia saat ini.
 
Kegiatan SMP diinisiasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia. Acara berlangsung sejak Ahad hingga Sabtu (24-30/11).
 
Sandra Hidayat dari Dema IAIN Bengkulu mengatakan menemukan makna unity in diversity dari rumah sendiri. Karena ibunya memiliki kepercayaan yang berbeda dengan saudaranya,  namun hubungan keluarga terjalin baik. 
 
"Islam merupakan agama rahmatan lil alamin dan Indonesia menjadi contoh penting, dimana nation state berdiri kokoh dengan spirit agama," urai Sandra.
 
Libra Rambe dari UIN Yogjakarta mengatakan mahasiswa PTKI adalah generasi yang cinta damai, toleran dan inklusif karena lahir dari pendidikan karakter. 
 
"Nilai-nilai kepedulian, kesadaran untuk menolak kekerasan, saling menghormati dan humanis telah memperkuat kemanusiaan, kebangsaan dan keagamaan,” jelasnya. 
 
Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman Basori merasa bangga melihat para mahasiswa mengampanyekan moderasi beragama di luar negeri. 
 
Presentasi moderasi dipandu oleh Sumper Mulia Harahap Wakil Rektor III IAIN Padang Sidimpuan dan Abad Badruzzaman dari IAIN Tulungagung. 
 
Rombongan dipimpin Ida Umami selaku Wakil Rektor III IAIN Metro Lampung  dan Waryono Abdul Ghofur Wakil Rektor III UIN Yogjakarta. Mereka mengunjungi 4 perguruan tinggi, Kolej Az-Zuhri di Singapura, KUIS-Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (Universitas Islam Antarbangsa Selangor), International Islamic University of Malaysia (IIUM) dan di Fathoni University Thailand. 
 
 
Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile