Pengasuh Pesantren Ini Jelaskan Hubungan NU dan Pesantren

PWNU dan Nurul Jadid Bershalawat sebagai rangkaian Muskerwil I NU Jatim. (Foto: NU Online/panitia)
PWNU dan Nurul Jadid Bershalawat sebagai rangkaian Muskerwil I NU Jatim. (Foto: NU Online/panitia), Pengasuh Pesantren Ini Jelaskan Hubungan NU dan Pesantren
PWNU dan Nurul Jadid Bershalawat sebagai rangkaian Muskerwil I NU Jatim. (Foto: NU Online/panitia), Pengasuh Pesantren Ini Jelaskan Hubungan NU dan Pesantren
Probolinggo, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) adalah pesantren besar, sementara pesantren ialah NU kecil. Dikatakan demikian karena kebangkitan NU tidak bisa lepas dari peran para kiai berlatar belakang pesantren.
 
Penegasan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur KH Moh Zuhri Zaini terkait eksistensi pesantren dan keberadaan NU. 
 
"Kebangkitan NU tidak bisa dilepaskan dari pesantren. Sebab pesantren adalah alasan berdirinya NU. Dan NU adalah ladang pengabdian pesantren untuk negara Indonesia," kata Kiai Zuhri, sapaan kesehariannya.
 
Hal itu disampaikan Kiai Zuhri saat memberikan sambutan pada kegiatan ‘PWNU dan Nurul Jadid Bershalawat’ pada Kamis (28/11) malam. Acara juga sebagai sarana mewartakan keberadaan Koin Muktamar ke-34 NU 2020. 
 
Kegiatan juga sebagai satu dari sekian rangkaian agenda pra acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I Nahdlatul Ulama Jawa Timur masa khidmah 2018 hingga 2023. Pesantren Nurul Jadid berkesempatan menjadi tuan rumah pada perhelatan tersebut.
 
Lebih lanjut, Kiai Zuhri menjelaskan fakta sejarah tentang perjuangan kiai dan santri saat mempertahankan serta mengusir para penjajah dari tanah Indonesia.
 
"Jika kita melihat sejarah, dahulu Rais Akbar NU, KHM Hasyim Asy'ari mencetuskan fatwa resolusi jihad. Itulah yang menjadi pemicu perjuangan kiai dan santri pesantren untuk mempertahankan kemerdekaan dari penjajah yang mencoba masuk kembali ke Indonesia," terangnya.
 
Pada kesempatan itu, Kiai Zuhri menilai bahwa kiai dan santri NU, telah banyak membuktikan keberaniannya berada di garis depan membela perdamaian Indonesia. Sehingga meneruskannya adalah suatu kewajiban terhadap generasi berikutnya.
 
"Perlu diingat, bahwa perjuangan santri bukan hanya untuk agama, tapi juga untuk bangsa. Karena kita semua adalah pewaris beliau-beliau untuk mempertahankan kemerdekaan," tegas Kiai Zuhri.
 
Sebagai penerus perjuangan kiai, santri perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Tentu sebagai persiapan berkiprah disegala bidang.
 
"Santri bukan hanya untuk agama, juga untuk negara Indonesia," pungkasnya.
 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
 
BNI Mobile