Santri Tersesat

Santri Tersesat
Ilustrasi humor. (NU Online)
Ilustrasi humor. (NU Online)
Libur Maulid 10 santri Kiai Syukur tidak pulang kampung. Mereka ingin mengabdi di ndalem (rumah kiai) karena bersamaan dengan musim panen padi. Di siang hari mereka membantu pak kiai memanen padi di sawah, malamnya mereka punya waktu longgar untuk berbagai aktivitas.

Suatu hari ada pasar malam di lapangan kecamatan sebelah. Mereka sepakat untuk pergi ke pasar malam, makan bakso bersama. Mereka sedang bahagia karena pak kiai memberi uang jajan.

Setelah makan bakso, mereka pun menikmati suasana pasar malam dengan berjalan-jalan sambil melihat-lihat barang dagangan yang ada.

Hamid, santri yang terkenal aktif, nampak antusias berkeliling-keliling. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB. Ia pun mencari-cari temannya tapi tidak ketemu. Akhirnya ia menuju pos polisi terdekat.

“Pak… temen saya nggak ada, pak. Tadi pas keliling-keliling, bareng sama saya,” kata Hamid kepada Pak Polisi.

“Tadi kamu sama siapa ke sini,” tanya Polisi.

“Saya kesini sama teman-teman. Semuanya sepuluh orang. Mereka tersesat,” jawab Hamid.

“Lha kamu sama siapa sekarang?” tanya Polisi lagi.

“Sendiri, pak” jawab Hamid polos.

“Bukan mereka yang tersesat. Tapi kamu,” jawab Polisi. (Mauhammad Faizin)
BNI Mobile