IMG-LOGO
Daerah

Perkuat Pemahaman Agama, Unisma Rutinkan ‘Mbalah Aswaja’


Kamis 12 Desember 2019 08:00 WIB
Bagikan:
Perkuat Pemahaman Agama, Unisma Rutinkan ‘Mbalah Aswaja’
'Mbalah Aswaja' rutin dilakukan Universitas Islam Malang (Unisma) untuk memperdalam pemahaman agama Islam. (Foto: NU Online/Bellgis Avrianzah)
Malang, NU Online
Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur menjadi salah satu kampus kebangaan bagi warga Nahdlatul Ulama. Tidak semata bangunan dan fasilitas fisik yang terus dipenuhi, yang juga tidak kalah penting adalah memperkuat pemahaman agama, khususnya Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja.
 
Salah satu yang rutin diselenggarakan adalah kegiatan ‘Mbalah Aswaja’. Acara berlangsung dua pekan sekali dan diikuti sejumlah pimpinan, staf pengajar, hingga karyawan kampus yang beralamatkan di Jalan MT Haryono Kota Malang tersebut.
 
Mbalah sendiri berarti 'membedah'. Dalam hal ini yang dibedah adalah kajian Aswaja dalam berbagai aspek dengan menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. Lokasi kajian dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin, Malang. 
 
Pada kegiatan yang berlangsung Rabu (11/12) tersebut menghadirkan KH Muhyiddin Abdussamad dengan pokok kajian kitab Ihya’ Ulumuddin karya ulama kenamaan, Imam al-Ghazali.
 
"Kitab Ihya' Ulumuddin adalah salah satu rujukan pembahasan tasawuf. Hal ini ditinjau dari perspektif Islam Nusantara," ujar KH Muhyiddin Abdussamad saat menyampaikan materi.
 
Lebih lanjut disampaikan terkait sejarah datangnya Islam ke Indonesia dalam arus peperangan di Timur Tengah. Namun di balik itu semua, ada hikmah yang bisa diraih lantaran terjadinya kecamuk di kawasan tersebut, sehingga Islam dapat tersebut, termasuk ke Indonesia.
 
"Secara historis, Islam datang ke Nusantara karena adanya ketidakseimbangan antara semangat beragama dengan nasionalisme warganya," tutur di hadapan peserta yang memadati lokaji kajian.
 
Rais Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember tersebut juga menjelaskan alasan kuatnya ukhuwah islamiyah di Indonesia.
 
"Perbedaan latar belakang dan toleransi yang tinggi adalah alasan Islam Nusantara tetap kokoh. Tentunya dilandasi dengan semangat dan jiwa nasionalisme yang tinggi," jelas Kiai Muhyiddin, sapaan akrabnya.
 
Dalam pantauan media ini, acara diperkiraan dihadiri 150 peserta sesuai absen yang disediakan panitia. Mereka adalah civitas akademika  Unisma.
 
"Di antara mereka ada dosen dan karyawan. Bahkan Masykuri Bakri selaku Rektor Unisma juga hadir,” kata Akbar, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris yang mengikuti acara tersebut.
 
 
Kontributor: Febi A. Rizki, Bellgis Avrianzah
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG