Asdep Kewirausahaan Kemenpora Sebut Pemasaran Kunci Berwirausaha

Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan (kiri) bersama salah satu peserta Youth Fair 2019 (kanan) di Smesco Convention Center, Jakarta, Selasa (24/12). (IPNU/Hafizul Pahmi)
Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan (kiri) bersama salah satu peserta Youth Fair 2019 (kanan) di Smesco Convention Center, Jakarta, Selasa (24/12). (IPNU/Hafizul Pahmi), Asdep Kewirausahaan Kemenpora Sebut Pemasaran Kunci Berwirausaha
Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan (kiri) bersama salah satu peserta Youth Fair 2019 (kanan) di Smesco Convention Center, Jakarta, Selasa (24/12). (IPNU/Hafizul Pahmi), Asdep Kewirausahaan Kemenpora Sebut Pemasaran Kunci Berwirausaha
Jakarta, NU Online
Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Imam Gunawan mengatakan, wirausaha merupakan ladang mencari rezeki terbesar. Menurutnya, pemasaran menjadi kunci sukses berwirausaha. 

Oleh karenanya, pemasaran harus dimasifkan oleh para wirausahawan guna memperoleh banyak pelanggan atau pengguna barang dan jasa yang ditawarkannya. Namun sebelum itu, pengusaha harus lebih dulu melewati langkah-langkah lainnya, yakni memiliki motivasi, niat, dan tekad yang kuat untuk berwirausaha. Ini penting karena menjadi langkah awal dalam menyiapkan mental mengingat bakal menemui beragam rintangan yang menghalangi perkembangan usahanya.

Demikian disampaikan Imam saat memberikan coaching clinic kepada 50 peserta Youth Fair 2019 di Smesco Convention Center, Pancoran, Jakarta, Selasa (24/12).

Selanjutnya, pengusaha tersebut harus mencari mentor untuk memperkecil risiko kegagalan. Sebab, kegagalan bagi seorang pengusaha merupakan sebuah kepastian yang tak dapat ditolak. Kehadiran mentor setidaknya mampu mempersempit ruang gagal itu. Hal terakhir sebelum mulai pemasaran yang masif adalah menentukan produknya yang akan ditawarkan ke pasar.

Dalam kegiatan yang bertema ‘Pemuda Mandiri, Indonesia Maju’ itu juga, Imam menyampaikan bahwa pemuda mandiri itu mereka yang mampu memberikan kemandirian buat diri sendiri dan kemanfaatan untuk orang lain.
 

Usai menyampaikan materi dan motivasi kepada para peserta, Imam turun menemui satu-persatu peserta yang berjumlah 50 itu. Ia memberikan beragam masukan untuk pengembangan setiap usaha mereka di bidangnya masing-masing.

Saat mengunjungi stand Ngumpul.Id, misalnya, ia menyampaikan agar dapat menyediakan server yang lebih besar agar lebih kuat menampung beban aplikasi yang memungkinkan bakal berat.

Aplikasi yang dirintis oleh Muhammad Andes, mahasiswa jurusan Manajemen di Universitas Andalas, ini menawarkan kemudahan bagi anak muda dalam beraktivitas. Pengguna tidak perlu mengantre lagi dalam setiap kunjungannya ke beberapa tempat, seperti tempat nongkrong, karaoke, hingga barbershop.

Langkah selanjutnya, menurutnya, adalah memperkuat pemasarannya. Mengikuti pameran ini adalah salah satu cara melakukan pemasaran. Tentu saja harus ditempuh juga langkah-langkah lainnya.
 
 
Selain aplikasi yang tergolong dalam technopreneur, ada juga usaha lain yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Ada industri kreatif, seperti batik, tenun, dan beragam kaos dan baju, serta buket. Ragam agropreneur dengan bibit botaninya juga.
Tak ketinggalan kuliner khas daerah juga tersaji dalam pameran ini. Kopi dari berbagai daerah, rendang lokan khas Sumatera Barat, hingga bir pletok khas Betawi.
Permainan kartu dan permainan papan juga turut hadir dalam pameran kali ini. Permainan ini dapat mengedukasi anak untuk melatih ketepatan dan kecepatan bertindak dan merespons tindakan yang dihadapinya.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Muchlishon
BNI Mobile