IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Militansi Kader NU Harus semakin Membara di Era Dunia Maya


Jumat 27 Desember 2019 20:00 WIB
Bagikan:
Militansi Kader NU Harus semakin Membara di Era Dunia Maya
Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu, Lampung KH Sujadi saat menghadiri PKPNU. (Foto: NU Online/Faizin)
Pringsewu, NU Online
Kemudahan dan Kebebasan berkomunikasi di media sosial saat ini membuat banyak warganet tidak memperhatikan etika dan tata krama. Hal ini dengan mudah dijumpai dari status dan komentar di dunia maya yang dipenuhi dengan berita bohong, propaganda, ujaran kebencian, saling caci, dan tidak mengindahkan sopan santun.
 
Jamiyyah Nahdlatul Ulama menurut Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu, Lampung KH Sujadi tidak luput dari berbagai ujaran kebencian, fitnah, dan komentar negatif, baik kepada jamiyyahnya maupun kepada tokohnya.
 
"Kita bisa lihat di medsos, tiada hari NU tanpa di-bully. Tiada hari NU tanpa difitnah. Namun NU tak pernah sirna. NU tak pernah surut. Warga NU semakin mencintai NU," tegasnya saat memberi sambutan pada Pendidikan Kader Penggerak NU di Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Jumat (27/12).
 
Saat ini lanjutnya, NU sudah banyak memiliki kader-kader yang siap mempertahankan dan membesarkan NU. Kader NU saat ini sudah mampu berada di posisi-posisi strategis dan mampu menunjukkan kiprahnya dengan baik. Salah satunya dihasilkan dari Pendidikan Kader Penggerak NU. Di era milenial saat ini semangat para kader semakin membara.
 
"Kader NU iku ora mulih senajan ngelih, ora wedi senajan kenang getih. Insyaallah bakal ulih, barakah rasul dan para muassisin Nahdlatul Ulama (kader NU tidak pulang walau lapar, tak takut walau berdarah-darah. Insyaallah mendapat berkah Rasulullah dan para pendiri NU)," pesan Kiai yang juga Bupati Pringsewu ini kepada para peserta menggunakan bahasa Jawa.
 
Senada dengan Kiai Sujadi, Ketua PCNU Pringsewu H Taufik Qurrahim juga mengajak para kader NU untuk totalitas dalam berkhidmah. Jangan sampai bully-an di media sosial membuat kader lemah. Justru itu menjadi cambuk untuk merapatkan barisan menunjukkan kiprah secara maksimal.
 
"Kita harus merapatkan barisan dalam satu komando untuk berkhidmah di Jamiyyah Nahdlatul Ulama," tegasnya pada calon kader angkatan ke-5 ini.
 
Ia menambahkan bahwa pengkaderan menjadi salah satu program prioritas PCNU Pringsewu. Dengan kuatnya kaderisasi dan militansi baik pengurus maupun warga NU, maka NU akan terus mampu bertahan dan lebih kuat lagi di masa yang akan datang.
 
Dengan kaderisasi, pergerakan organisasi juga akan bisa berjalan dengan cepat sehingga visi dan misi jamiyyah juga bisa digapai.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG