Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tugas Utama Banser Mengembangkan dan Mempertahankan Aswaja

Tugas Utama Banser Mengembangkan dan Mempertahankan Aswaja
Suasana kegiatan Pendidikan dan Latihan Kader Dasar (Diklatsar) Banser. (Foto: NU Online)
Suasana kegiatan Pendidikan dan Latihan Kader Dasar (Diklatsar) Banser. (Foto: NU Online)
Karangasem, NU Online
Tujuan utama didirikannya Nahdlatul Ulama di antaranya untuk  memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jama’ah dengan mengikuti pola madzhab empat yakni Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali.
 
Tujuan lainnya dalam rangka mempersatukan langkah para ulama dan pengikutnya melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia. 
 
"Jadi, ada dua hal mengapa NU didirikan. Pertama dalam rangka mengembangkan dan mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja an-Nahdliyah dan menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Imam Kusnin Ahmad, Jumat (27/12).                                                                          
 
Pernyataan disampaikan instruktur nasional Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ini saat menyampaikan materi seputar NU pada Pendidikan dan Latihan Kader Dasar (Diklatsar) Banser. Kegiatan merupakan angkatan pertama yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satkorcab Banser Kabupaten Karangaasem, Bali sejak Jumat hingga Ahad (27-29) di MIN Karangasem.                                 
Karena Ansor dan Banser merupakan kader inti NU, lanjut Kusnin, maka mereka mempunyai tanggung jawab besar untuk melaksanakan tugas itu di kalangan generasi muda NU.
 
"Garapan Ansor dan Banser melaksanakan dua tugas itu di kalangan generasi muda," katanya.       
 
Ketika dua tugas tersebut ditanyakan kepada peserta, secara serentak dan kompak mereka menjawab siap.
 
Mantan Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jatim tersebut mengemukakan bahwa kalau di daerah atau wilayah kegiatan NU macet, maka bisa dipastikan generasi mudanya tidak bergerak. 
 
"Di daerah mana saja asal Ansor dan  Bansernya bergerak dan beraktivitas, maka secara otomatis kegiatan NU berjalan baik," kata Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Blitar itu.                           
 
Diklatsar perdana Karangasem diikuti 120 lebih peserta. Mereka berasal dari utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Karangasem dan ada pula utusan dari PC GP Ansor di Bali. 
 
"Dari jumlah itu 80 persen utusan adalah adalah dari PAC di Karangasem," ungkap Hazeli Hidafi.                               
 
Selama Diklatsar, ada lima materi pokok yang disampaikan yakni Aswaja, NU, Ansor, bela negara dan masalah Banser. Di samping itu ada materi latihan baris berbaris, tata upacara Banser dan caraka malam sebagai tambahan. 
 
"Riyadlah dan istighotsah juga dilaksanakan selama diklat ini," pungkas Ketua PC GP Ansor Karangasem tersebut. 
 
Hadir pada acara pembukaan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karangasem,  H Sueb dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Bali, H Yunus Naim.
 
 
Kontributor: Ika
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile