Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Sembari Menyusui Anak, Ibu Muda Ini Rela Ikuti Pelatihan Banser

Sembari Menyusui Anak, Ibu Muda Ini Rela Ikuti Pelatihan Banser
Mardiya (kiri) mengikuti pendidikan dan latihan terpadu dasar yang digelar di Pondok Pesantren Roudhotus Sakinah, Dusun Talang Sawo Kecamatan Padamara Timur, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (Foto: NU Online/Herry Bh)
Mardiya (kiri) mengikuti pendidikan dan latihan terpadu dasar yang digelar di Pondok Pesantren Roudhotus Sakinah, Dusun Talang Sawo Kecamatan Padamara Timur, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (Foto: NU Online/Herry Bh)
Ogan Komering Ilir, NU Online 
Bertempat di Pondok Pesantren Roudhotus Sakinah, Dusun Talang Sawo Kecamatan Padamara Timur, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan digelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) selama empat hari. 
 
Yang menarik pada pendidikan dan latihan tersebut, juga diikuti seorang ibu muda bermama Mardiya yang memiliki 2 anak. Bahkan anak kedua masih harus memperoleh asupan air susu inu sehingga juga dibawa ke lokasi diklat.
 
"Kebetulan suami saya sendiri Muhammad Sholeh juga sebagai instruktur komando latihan di kegiatan DTD ini sehingga kedua anak juga saya bawa ke lokasi biar bisa mengikuti materi yang diberikan oleh instruktur sekaligus tetap bisa menyusui dan mengasuh kedua putri saya," katanya, Senin (6/1).
 
Disampaikannya, agar selama pendidikan tidak menanggalkan kewajiban sebagai ibu dan bisa mengikuti kegiatan dengan baik, pem,bagian tugas dilakukan. Ketika anak menangis, maka dirinya memintan izin sebentar untuk menyusui.
 
“Sedangkan ketika mengikuti materi, maka suami saya yang mengasuh dibantu sahabat Banser dan Denwatser yang ada di lokasi,” ungkapnya.
 
Muhammad Sholeh sang suami mendukung penuh istrinya dalam mengikuti DTD sebagai syarat untuk menjadi Banser dan Denwatser.
 
"Istri saya sebenarnya sudah mau ikut di DTD angkatan sebelumnya, tapi saat itu masih hamil, sehingga tidak mungkin untuk mengikutinya karena berat dan resiko untuk janin,” ungkapnya. Namun semangat sang istri begitu tinggi untuk bisa menjadi Denwatser sehingga bisa bersama dirinya berbakti dan mengabdi untuk Aswaja an-nahdhiyyah dan NKRI, lanjutnya.
 
Pantauan NU Online di lapangan, anak perempuannya kadang ikut juga menyaksikan ibunya mengikuti materi latihan. Hal tersebut sehingga ibarat suplemen yang menjadi penyemangat dalam menghadapi halang rintang dan tugas yang harus dikerjakan.
 
Menurut Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ogan Komering Ilir (OKI) Gus Khoiri yang juga sebagai anggota DPRD, kegiatan pengkaderan Ansor Banser akan terus dilakukan dengan tertib. Kali ini dilaksanakan di Pimpinan Anak Cabang dan Satuan Koordinasi Rayon yang berada di Kabupaten OKI.
 
"Luar biasa kegiatan DTD kali ini yang diikuti oleh 75 kader yang terdiri dari berbagai desa yang jaraknya cukup jauh untuk sampai ke lokasi kegiatan, salah satunya adalah keikut sertaan Mardiya yang masih memiliki bayi kecil yang masih harus disusui, hingga kami memberikan toleransi ketika dia harus menyusui dulu putrinya,” ungkap dia.
 
Imam Subro selaku Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser OKI menambahkan bahwa selama mengikuti DTD sebenarnya cukup berat karena harus mengikuti pelatihan di ruangan maupun lapangan selama 4 hari.
 
“Kepada Mardiya kami menyarankan untuk ikut angkatan berikutnya, tetapi tetapi yang bersangkutan tetap ingin ikut,” katanya.
 
Kepada panitia, Mardiya justru mengemukakan keikutsrtaannya sekaligus mengenalkan kepada putrinya yang kecil tentang kebersamaan dan ibadah lewat Ansor Banser lebih dini. 
 
“Dengan alasan tersebut, kami sebagai penyelenggara tidak bisa menolak,” akunya.
 
 
Kontributor: Herry Bh
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile