Cara IPNU-IPPNU di Jombang Hindari Salah Pilih Guru

Cara IPNU-IPPNU di Jombang Hindari Salah Pilih Guru
IPNU-IPPNU Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang melakukan anjangsana ke kiai-kiai setempat. (Foto: Istimewa)
IPNU-IPPNU Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang melakukan anjangsana ke kiai-kiai setempat. (Foto: Istimewa)
Jombang, NU Online
Ustadz-ustadzah belakangan ini banyak bermunculan di layar televisi dan media sosial. Banyak kalangan justru kebingungan memilah dan memilih para ustadz itu.

Mengantisipasi kebingungan itu, Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur melakukan anjangsana ke sejumlah kiai-kiai di kawasan setempat. Salah satu yang disowani adalah kiai di Pesantren Al-Qur'an Al Falah Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang.

"Terlebih dulu kami berziarah ke makam KH Syamiludin bin Abdul Jalal as-Suyuthi salah seorang kiai yang pernah mengasuh pesantren Al-Qur'an Al Falah," Ketua IPPNU Ranting Jombatan, Ririn Frastika, Senin (6/1).

Mereka terlibat diskusi soal dinamika ustadz-ustadzah yang marak akhir-akhir ini. Mereka juga beranggapan bahwa dinamika itu harus disikapi oleh kalangan muda terlebih para pemuda NU yang saat ini sendang aktif di IPNU-IPPNU. Jika tidak demikian, maka dikhawatirkan salah memilih ustadz dan ustadzah. 

Menurut pandangan IPNU-IPPNU Kesamben, anjangsana ke kiai-kiai pesantren adalah salah satu cara yang tepat. Pesantren sejak awal berdiri masih komitmen dengan ajaran dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin atau Islam yang menjunjung tinggi prinsip kedamaian dan keramahan. 

"Makanya kita juga belajar banyak mengenai sejarah dan hal-hal yang ada di Pesantren Al-Qur'an Al Falah tersebut," jelas Ririn, sapaan akrabnya.

Perihal yang sama dikemukakan oleh Ketua IPNU Jombatan, Tri Siswoyo. Menurutnya, Jombang yang dikenal dengan Kota Santri ini sebetulnya tidak kekurangan kiai dan ustadz-ustadzah untuk dijadikan referensi dalam persoalan-persoalan keagamaan. Tinggal bagaimana cara anak muda khususnya agar lebih bisa menjalin silaturahim dan berdialog dengan mereka.

"Tujuan kita ke pesantren ini untuk lebih mengenal kiai di daerah Kesamben sendiri. Juga untuk menghindari salah berguru dalam menuntut ilmu agama karena sekarang banyak ustadz baru yang ceramah di medsos," ujarnya.

Menanggapi kegiatan ini, Waka Kesiswaan Pesantren Al-Qur'an Al Falah, Lukman Hakim mengapresiasi spirit anak muda karena sangat hati-hati dalam persoalan agama. "Kegiatan ini merupakan hal yang baik dan harus dilanjutkan. Terpenting sabar, akas, loman, nrimo, ngalah, dan temen itu harus dipegang dalam berorganisasi," ucapnya.

Untuk diketahui, kegiatan anjangsana ini adalah bagian dari rencana tindak lanjut (RTL) hasil dari Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 14-15 Desember 2019 lalu di TPQ Darussalam Jombatan.

Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Musthofa Asrori
BNI Mobile