IMG-LOGO
Daerah

Jihad di Bukit Tursina, Mustasyar NU Pringsewu Kaji Tafsir Surat At-Thariq

Ahad 12 Januari 2020 13:10 WIB
Jihad di Bukit Tursina, Mustasyar NU Pringsewu Kaji Tafsir Surat At-Thariq
Bupati Pringsewu yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu, Lampung KH Sujadi saat memaparkan tafsir Al-Qur'an surat At-Thariq pada Ngaji Ahad (Jihad) pagi. (Foto: NU Online/Faizin)
Pringsewu, NU Online
Kehidupan di dunia ini hanya sementara. Suatu saat manusia akan kembali kepada keabadian. Apa yang dimiliki di dunia akan ditinggalkan semua. Fasilitas di dunia yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia tidak akan dibawa ke akhirat.
 
Namun jika apa yang dimiliki di dunia mampu dimaksimalkan dan digunakan untuk beribadah bagi kepentingan akhirat, maka pada hakikatnya manusia telah membawa manfaat materi dunia ke akhirat.
 
Inilah sebagian penjelasan Bupati Pringsewu yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu, Lampung KH Sujadi saat memaparkan tafsir Al-Qur'an surat At-Thariq pada Ngaji Ahad (Jihad) pagi, Ahad (12/1). 
 
Lebih lanjut bupati yang merupakan alumni Pesantren Al Asyariyah Kalibeber Wonosobo, Jawa Tengah ini menjelaskan, dalam surat At-Thariq, umat Islam diingatkan tentang asal muasal diciptakannya manusia. 
 
"Manusia diciptakan dari air (mani) yang terpancar yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada. Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya hidup setelah mati," jelasnya membacakan terjemah ayat ke 6-8.
 
Dari ayat ini ia mengingatkan semua untuk menyadari betapa lemahnya manusia. Kehidupan yang hanya sebuah tempat mampir ini harus dimaksimalkan untuk menyembah yang maha kuasa, Allah SWT. Manusia harus senantiasa menebarkan kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain.
 
"Sebaik-baik manusia adalah mereka yang mampu memberi manfaat untuk orang lain," katanya mengutip hadits nabi.
 
Lebih lanjut Pengasuh Pesantren Nurul Ummah Pagelaran ini mengajak umat Islam untuk tidak miskin amal. Waktu yang diberikan Allah SWT harus dimaksimalkan dan dimanfaatkan dengan baik untuk diri sendiri dan orang lain.
 
"Semua fisik dan amal manusia diawasi oleh malaikat. Semua terekam yang pada suatu saat akan dibuka kembali. Mari keluarkan potensi kebaikan yang kita miliki," ajaknya pada ratusan jamaah yang memadati tempat Jihad Pagi.
 
Jihad Pagi kali ini berbeda dari biasanya yang dilaksanakan di aula Kantor NU Pringsewu. Jihad kali ini digelar di alam terbuka tepatnya di Bukit Tursina, Bumi Ayu, Pringsewu. Bukit Tursina sendiri merupakan kawasan wisata di Kabupaten Pringsewu yang menawarkan pemandangan bukit dan berbagai fasilitas wisata seperti danau, kolam renang, mancing, kemah, dan lapangan tembak. 
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG