Gerakan ‘Goceng untuk Kongres’ Ke-20 PMII Diapresiasi

Gerakan ‘Goceng untuk Kongres’ Ke-20 PMII Diapresiasi
Staf Khusus Presiden yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016, Aminudin Ma’ruf mengapresiasi gerakan 'Goceng untuk Kongres' yang diluncurkan untuk menyukseskan Kongres ke-20 PMII di Kalimantan Timur pada 16-21 April 2020 mendatang. (Foto: Badriy)
Staf Khusus Presiden yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016, Aminudin Ma’ruf mengapresiasi gerakan 'Goceng untuk Kongres' yang diluncurkan untuk menyukseskan Kongres ke-20 PMII di Kalimantan Timur pada 16-21 April 2020 mendatang. (Foto: Badriy)
Jakarta, NU Online
Staf Khusus Presiden yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016, Aminudin Ma’ruf mengapresiasi langkah Panitia Kongres ke-20 PMII yang meluncurkan gerakan ‘Goceng untuk Kongres’. 

Menurut dia, gerakan tersebut membuktikan bahwa PMII sebagai organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia tidak bergantung kepada siapa pun. Bagi dia, saat ini mandiri menjadi barang mahal yang dimiliki seorang kader organisasi gerakan kemahasiswaan. Selain itu, gerakan Goceng untuk Kongres menunjukkan PMII mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya, yakni Nahdlatul Ulama (NU). 

"Gerakan mandiri ini memang bukan hanya barang mahal di PMII tapi barang langka di NU, pilar NU adalah kemandirian ekonomi,” kata Amin kepada NU Online, Senin (13/1).

Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menambahkan, PMII dan NU merupakan organisasi terbesar yang ada di Indonesia dan sudah tidak diragukan lagi kontribusinya untuk bangsa dan agama. Karena itu, sudah selayaknya PMII dan NU mewujudkan nilai kemandirian. 

Ia menambahkan, mandiri adalah melakukan kerja-kerja organisasi dengan tidak bergantung kepada siapa pun. Untuk menuju mandiri harus dimulai dengan memperbaiki kapasitas sumber daya manusia kader PMII. 

"Prasyarat kemandirian ekonomi adalah sumber daya manusia, PR (pekerjaan rumah) utama yang membangun SDM unggul, bicara SDM unggul di NU ya PMII," pangkasnya. 

Sebelumnya, PMII meluncurkan program ‘Goceng untuk Kongres’ di Gedung PB PMII, Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/1) lalu. Goceng sendiri merupakan upaya gotong-royong kader PMII dari Sabang sampai Merauke dalam menyukseskan seluruh rangkaian Kongres ke-20 PMII yang akan digelar di Kalimantan Timur pada 16-21 April 2020 mendatang.

Nantinya, setiap kader dan alumni menyumbangkan uang lima ribu rupiah atau dalam bahasa Betawi disebut Goceng. Uang tersebut akan digalang dan dihimpun oleh para pengurus di semua tingkatan dari mulai pengurus rayon sampai dengan pengurus besar. 

Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang, mengatakan, gerakan kemandirian ekonomi untuk kongres merupakan upaya menggalang partisipasi kader, alumni, dan keluarga besar PMII dalam rangka menyukseskan Kongres ke-20 PMII.

Menurut dia, ‘Goceng untuk Kongres’ mendorong spirit baru kader PMII untuk bergotong-royong berdasarkan falsafah kebudayaan dan tradisi bangsa Indonesia, bahwa agar kuat dianjurkan untuk saling terlibat satu sama lain dalam hal apa pun. Dengan seperti itu, secara organisasi PMII dinilai mandiri. Termasuk sikap kader PMII yang semakin loyal untuk organisasi tercintanya. 

“Saya memohon izin kepada seluruh kader dan alumni PMII di seluruh Indonesia agar ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Kongres ke-20 ini, melalui gerakan Goceng untuk Kongres. Mari kita bergotong-royong menyukseskan gerakan “Goceng untuk Kongres”. Mari bersama-sama untuk berpartisipasi, berkontribusi dalam membangun kemandirian PMII” ujarnya. 

Ditempat yang sama, Koordinator Nasional Gerakan ‘Goceng untuk Kongres’, M Chabib Alwi menuturkan, kegiatan semacam itu kali pertama dilakukan oleh PMII dan merupakan terobosan baru dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di kalangan PMII. Alasan mengapa harus Goceng, sebab pada lembaran kertas uang lima ribu rupiah juga ada tokoh alumni PMII yakni KH Idham Chalid. 

“Terus mengapa goceng? Sebab di lembar uang goceng atau Rp 5000 terdapat gambar sosok pahlawan nasional yang merupakan tokoh besar NU yaitu adalah KH Idham Chalid, yang pernah menjadi Ketua Umum PBNU pada tahun 1956-1984. Beliau juga pernah menjadi Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, beberapa kali Wakil Perdana Menteri di Era Presiden Soekarno dan beberapa kali Menteri di Era Presiden Soeharto,” katanya. 

Gerakan Goceng untuk Kongres sendiri merupakan inisiasi dari para Pengurus Besar (PB), Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) PMII. Nantinya itu akan di salurkan di rekening bersama yang dibuat khusus oleh Koordinator Nasional Goceng. 

Kegiatan juga bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU PBNU dan informasinya dapat di-update setiap hari secara online. Adapun target dana yang dikumpulkan sebesar Rp2 Miliar dengan minimal 400 ribu kader yang berpartisipasi. 

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Muchlishon
BNI Mobile