Sasar Sekolah, LAZISNU Sumenep Galang Koin Muktamar NU

Sasar Sekolah, LAZISNU Sumenep Galang Koin Muktamar NU
LAZISNU Kabupaten Sumenep saat melakukan penggalangan Koin Muktamar NU di salah satu lembaga pendidikan tingkat atas di Sumenep. (Foto: NU Online/Sulaiman)
LAZISNU Kabupaten Sumenep saat melakukan penggalangan Koin Muktamar NU di salah satu lembaga pendidikan tingkat atas di Sumenep. (Foto: NU Online/Sulaiman)

Sumenep, NU Online

Penggalangan Koin Muktamar NU dilakukan di berbagai daerah demi menyukseskan acara yang diselenggarakan tiap 5 tahun sekali tersebut. Muktamar NU ke- 34 akan dilaksanakan di Provinsi Lampung pada tanggal 22-27 Oktober 2020.

 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengintruksikan untuk menyukseskan Koin Muktamar NU melalui Surat Keputusan Nomor 420/AII/04D/10/2019. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur langsung turun lapangan menfasilitasi Nahdliyin yang hendak berpartisipasi demi suksesnya Muktamar NU.

 

Ketua LAZISNU Kabupaten Sumenep, Abd Hady mengungkapkan, lembaga pendidikan menjadi salah satu sasaran dari pelaksanaan Koin Muktamar NU di Sumenep. Meskipun pelaksanaannya agak terlambat karena terbentur dengan liburan semester pertama, namun pengurus LAZISNU tetap semangat.

 

"Kami menjalankan instruksi dari PBNU untuk menggalang koin untuk Muktamar NU ke-34. Dalam hal ini kami memang lambat pelaksanaannya, karena berbenturan dengan semester sekolah. Lembaga pendidikan termasuk sasaran kami," ungkap Abd Hady pada NU Online, Ahad (12/1).

 

Menurutnya, memang harus sejak dini penguru NU mengenalkan rasa kepedulian kepada anak-anak sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini. Sebab dengan begitu, secara tidak langsung telah terjadi kaderisasi.

 

"Kita harus memberi pelajaran kepedulian terhadap anak-anak kita. Sekaligus mengenalkan NU, organisasi yang didirikan oleh para ulama nusantara," tambahnya.

 

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hady itu menjelaskan, pihak yang berpartisipasi akan menjadi bagian dari sejarah kemandirian NU. Hanya Muktamar NU ke-34 yang dibiayai secara swasaya, hasil penggalangan dana dari Nahdliyin.

 

"Kali ini merupakan sejarah yang ditorehkan oleh NU karena muktamar murni dibiayai oleh warga melalui gerakan Koin Muktamar NU. Dan mereka yang berpartisipasi akan menjadi bagian sejarah tersebut," pungkasnya.

 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan rilis PBNU, per tanggal 10 Januari 2020, dana yang terkumpul untuk Muktamar NU secara keseluruhan sudah mencapai angka 5 miliar rupiah.

 

Kontributor: Sulaiman

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile