ANJANGSANA ISLAM NUSANTARA

Raden Saleh Pusaka Bogor yang Perlu 'Dihidupkan'

Raden Saleh Pusaka Bogor yang Perlu 'Dihidupkan'
Para pengajar Fakultas Islam Nusantara Unusia di Makam Raden Saleh, Keramat, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/1). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Para pengajar Fakultas Islam Nusantara Unusia di Makam Raden Saleh, Keramat, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/1). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Bogor, NU Online
Raden Saleh dikenal sebagai seorang pelukis. Lukisannya menghiasi ruangan Istana Negara. Namun di balik itu, sosoknya merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Para pengajar Fakultas Islam Nusantara (FIN) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) berziarah ke makamnya di Empang, Bogor, Jawa Barat pada Senin (13/1). Makamnya tak jauh dari Makam Keramat Empang.

Saat sowan ke Pondok Pesantren Al-Ghazali yang didirikan oleh KH Abdullah bin Nuh, Turmudzi, salah satu pengajar di tempat tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya diminta oleh Habib Luthfi bin Yahya untuk menghidupkan kembali mutiara Bogor.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghazali KH Toto, katanya, sempat bingung maksud pernyataan Habib Luthfi.
 
Namun, Rais Aam Jamiyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah al-Nahdliyah (JATMAN) itu mengatakan agar 'menghidupkan' kembali Raden Saleh, sosok seniman yang merupakan waliyullah yang diistirahatkan di Bogor.

Pernyataan tersebut diterjemahkan dengan memperingati haulnya. Menurutnya, pada April nanti akan digelar Haul Raden Saleh dengan beragam kegiatan. Selain doa, agenda tersebut juga akan diisi dengan diskusi mengenai kesenian.

"Insyaallah kita nanti akan menggelar haul beliau bersama teman-teman dari Bogor untuk mengambil spirit beliau dalam berkesenian, berislam, dan berkebangsaan," kata Pengajar FIN Unusia dan Budayawan Ngatawi Al-Zastrouw.

Sebelumnya, para akademisi FIN Unusia juga berziarah di Makam Habib Keramat Empang setelah berkunjung di Pondok Pesantren Falak Pagentongan yang didirikan oleh KH Tubagus Muhammad Falak dan Pondok Pesantren Al-Ghazali yang didirikan oleh KH Abdullah bin Nuh.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile