IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Rais Aam dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Mbah Bisri Denanyar


Selasa 28 Januari 2020 09:30 WIB
Bagikan:
Rais Aam dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Mbah Bisri Denanyar
Para pengunjung Haul Rais Aam KH Bisri Syansuri biasanya memadati masjid jami' yang berada di Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang ini. (Foto: NU Online/Syamsul Arifin)
Jombang, NU Online
Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mempunyai gawe besar. Yakni peringatan Haul ke-41 KH Bisri Syansuri dan ke-71 Hj Noor Khodijah beserta Harlah ke-105 Pesantren Mambaul Ma'arif. Rangkaian peringatan Haul dan Harlah sudah dimulai pada Januari ini dan puncaknya pada Februari mendatang.

Ketua pelaksana kegiatan Muhammad Zidni Nuuro mengungkapkan, ada banyak tokoh dan ulama yang diundang. Tidak terkecuali tokoh-tokoh NU, seperti Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan KH Bahaudin Nur Salim (Gus Baha). Hadir pula KH Abdul Qoyyum dari Rembang, Jawa Tengah.

Keempat tokoh itu dijadwalkan hadir dan mengisi ceramah agama pada puncak peringatan Haul dan Harlah pada 24 Februari 2020 mendatang. "Momen peringatan Haul adalah momen peringatan tahunan yang biasa kita adakan setiap tahunnya," katanya kepada NU Online, Selasa (28/1).

Pria yang akrab disapa Gus Zidni ini mengaku segala kegiatan dipersiapkan cukup matang oleh panitia penyelenggara. Pun demikian dengan kehadiran para pengisi mauidzah hasanah sudah terkomunikasi dengan baik. Beberapa waktu terakhir panitia telah berkoordinasi kepada para pengisi ceramah agama terkait kehadirannya nanti.

"Kalau pejabatnya masih belum bisa dipastikan, tapi pengisi acaranya Insya Allah sudah fiks. Sampai saat ini terkait kehadiran sudah 70 persen lebih lah," imbuhnya.

Haul dan Harlah dilaksanakan rutin setiap tahunnya untuk membuka kembali teladan-teladan pendiri dan sesepuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif yang dilakukan di masa hidupnya. Mulai dari nilai-nilai perjuangan keagamaan, kemanusiaan, pendidikan hingga bagaimana cara berkhidmah di jamiyah NU sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terbesar di Nusantara.

"Hal itu dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan pembelajaran yang sudah beliau lakukan semasa hidupnya, sekaligus pengingat kita para dzurriyah, santri-santri, warga NU dan masyarakat untuk terus melanjutkan perjuangan-perjuangan, ilmu serta nilai-nilai kemanusiaan yang telah beliau contohkan," ujarnya.

Ia berharap, masyarakat Jombang khususnya dan sejumlah alumni Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar untuk ikut memeriahkan Haul dan Harlah dengan menghadiri acara tersebut.

Adapun rangkaian peringatan Haul dan Harlah di antaranya Pawai Budaya Santri, Lomba Santri, PKPNU, Bahsul Masail se-Jombang, Bakti Sosial (terapi Qur'ani), Tahlil Santri, Manaqib Qubro, Ziarah Dzurriyah, Tahlil Akbar, Temu Alumni (Pengajian IKAPPMAM pusat), dan Khotamil Qur'an.

Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Musthofa Asrori
Bagikan:
IMG
IMG