Lima Hal Kemandirian NU untuk Pijakan Menuju Perdamaian Dunia

Lima Hal Kemandirian NU untuk Pijakan Menuju Perdamaian Dunia
Upacara Harlah Ke-94 NU dan Pembukaan Makesta MA Al Maarif Singosari Malang, Jumat (31/1). (Foto: NU Online/Musthofa Al Makki)
Upacara Harlah Ke-94 NU dan Pembukaan Makesta MA Al Maarif Singosari Malang, Jumat (31/1). (Foto: NU Online/Musthofa Al Makki)
Malang, NU Online
Setidaknya ada lima kemandirian yang dapat dijadikan pijakan untuk meneguhkan NU berperan aktif dalam perdamaian dunia. Kemandirian tersebut adalah kemandirian beragama, kemandirian ekonomi, kemandirian sosial budaya, kemandirian politik dan kemandirian ilmu dan teknologi.
 
Hal ini dijelaskan Pengurus Lembaga Ta'lif wan Nasyr Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, Jawa Timur Rosidin saat menyampaikan amanat pada upacara peringatan Harlah Ke-94 NU yang digelar di MA Almaarif Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (31/1).
 
Penjelasannya ini sesuai dengan tema yang diangkat pada Harlah NU tahun 2020 kali ini yakni Meneguhkan Kemandirian NU Untuk Perdamaian Dunia. Kemandirian tersebut lanjutnya dapat diambil contoh teladannya dari para ulama, masyayikh dan pendahulu NU. 
 
"Kemandirian di bidang agama misalnya, para guru maupun pelajar NU dapat mengambil gagasan akhlak dan ta'lim dalam kitab yang disusun oleh Rais Akbar, KH Hasyim Asy'ari, dalam kitab 'Adabul Alim wal mutaallim'. Begitu juga akidah bisa merujuk pada kitab beliau 'Risalah Ahlis Sunnah wal Jamaah'. Juga bidang fikih khususnya fikih nikah, dalam kitan 'Dhou’ul Misbah Fi Bayani Ahkamin Nikah'," jelasnya.
 
Dalam kemandirian bidang politik lanjutnya, banyak para sesepuh NU pada masanya yang terjun ke dunia pemerintahan dan siyasah. Ada yang menjadi menteri agama, KH Masykur (Pendiri Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari) KH Wahid Hasyim, KH M. Tholhah Hasan. Juga ada yang menjabat sebagai presiden yakni KH Abdurrahman Wahid dan juga Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. 
 
Kemandirian sosial-budaya dapat mengambil rujukan dari KH Sahal Mahfud yang telah menggagas Fikih Sosial. Dengan kemandirian ini beliau mampu memberdayakan sosial dan ekonomi umat, khususnya masyarakat Kajen Jawa Tengah yang tidak lagi berada di garis kemiskinan. 
 
"Seperti halnya juga kemandirian bidang ilmu pengetahuan, banyak profesor dan doktor yang lahir dari kader-kader NU," terangnya pada acara yang juga menjadi kegiatan pembukaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) PAC IPNU-IPPNU Singosari.
 
Terkait dengan Makesta yang diikuti oleh 325 peserta tersebut, Kepala Madrasah, Atok Yusuf Kurniawan berharap dengan digelarnya kegiatan tersebut akan lahir kader-kader pelajar MA Almaarif yang militan dibawah naungan Nahdlatul Ulama. 
 
Pada Makesta ini peserta akan mendapat berbagai macam materi seperti materi keaswajaan oleh perwakilan dari PCNU Kabupaten Malang, H Nu'man Khumaidi dan materi keorganisasian dari PAC IPNU/IPPNU Singosari.
 
Di akhir upacara bendera, wakil Kepala Madrasah, Musthofa Al Makki memandu acara pelepasan burung sebagai simbol bahwa MA Almaarif Singosari sebagai bagian dari NU siap ikut ambil peran dalam mewujudkan misi perdamaian dunia.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin 
BNI Mobile