Tantangan Makin Berat, Kaderisasi GP Ansor Kabupaten Sukabumi Akan Lebih Cepat

Tantangan Makin Berat, Kaderisasi GP Ansor Kabupaten Sukabumi Akan Lebih Cepat
PKD GP Ansor Kabupaten Sukabumi (Foto: NU Online/Dede Sumarna)
PKD GP Ansor Kabupaten Sukabumi (Foto: NU Online/Dede Sumarna)
Sukabumi, NU Online 
Setelah terpilih menjadi Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi sebulan yang lalu, Farhan Zayyid meminta Pimpinan Anak Cabang untuk lebih cepat lagi dalam melakukan kaderisasi.
 
Persis sebulan kepemimpinannya, di PAC Jampangtengah diadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang pertama. Kegiatan bertema "Bergerak Bersama demi Memperjuangakan Nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah" ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnadwa, Kampung Kedung, Desa Cijulang. 

Menurut Farhan Zayyid, PKD ini merupakan pintu gerbang awal kaderisasi di Ansor. PKD ini pula sebagai bukti komitmen pengurus cabang dalam kaderisasi. 

“Ini akan terus berlanjut di wilayah-wilayah lainnya. Karena tantangan kita semakin hari semakin besar serta wilayah yang sangat luas dengan jumlah 47 kecamatan. Oleh karena itu butuh sekali penambahan jumlah kader yang merata serta memiliki potensi yang mumpuni agar pergerakannya lebih cepat,” katanya.

Acara yang berlangsung (8-9/2) tersebut dibuka Wakil Ketua Kaderisasi dan Organisasi Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda GP Ansor Muhidin Arifani. Menurut Muhidin, Ansor harus bisa memposisikan diri di struktur sesuai teritorial, dari mulai ranting (desa) PAC (kecamatan) samapai PC (kabupaten). 

Lebih lanjut ia menegaskan, Gerakan Pemuda Ansor adalah organisasi berdiri sebelum Indonesia merdeka. Kemudian turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI ini. Untuk mengisi kemerdekaan ini, sambung dia, GP Ansor harus bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja, baik bersama pemerintah maupun masyarakat, dan organisasi lain. 

PKD yang diikuti 45 peserta ini, diharapkan mamapu memahami visi misi dan kepemimpinan berorganisasi di GP Ansor. Tak hanya itu memiliki keterampilan berdiskusi, berkomunikasi dan merencanakan tugas administrasi. 

“Seluruh peserta mampu konsen dan berkomitmen dalam mengawal, mengembangkan serta merefleksikan nilai-nilai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah serta mampu memelihara, melestarikan konsep Islam Nusantara sebagai perwujudan Islam rahmatan lil alamin,”  harapnya. 

Ia juga berharap agar peserta menjadi garda terdepan dalam mengawal keindonesiaan dari rongrongan kelompok radikal yang berusaha mengikis pilar-pilar kebangsaan.

Kontributor: Dede Sumarna 
Editor: Abdullah Alawi
BNI Mobile