Pelaku Pendidikan Didorong Tumbuhkan Iklim Toleransi

Pelaku Pendidikan Didorong Tumbuhkan Iklim Toleransi
Jamhari Makruf saat memberikan sambutan pada acara Convey Day di Djakarta Theater Jakarta Pusat, Senin (17/2). (Foto: NU Online/Husni Sahal)
Jamhari Makruf saat memberikan sambutan pada acara Convey Day di Djakarta Theater Jakarta Pusat, Senin (17/2). (Foto: NU Online/Husni Sahal)
Jakarta, NU Online
Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dan UNDP Indonesia menggelar Convey Day 2020 di Djakarta Theater Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Acara tersebut dalam rangka memperingati tiga tahun berjalannya Convey Indonesia dalam menyebarkan perdamaian, toleransi antarumat beragama, dan mencegah radikalisme dan ekstemisme kekerasan.

Convey Day tahun ketiga ini mengusung tema Be Inspiring, Be Tolerant. Tema ini diangkat dalam rangka mendorong setiap pelaku pendidikan untuk menjadi inspirasi bagi orang lain dengan menjadi toleran di tengah-tengah kemajemukan bangsa Indonesia.

Pimimpin Tim Convey PPIM Jamhari Makruf mengatakan, Convey Day bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengetahuan berbasis bukti kepada pengambil kebijakan dan publik, serta membangun generasi milenial yang kritis, terbuka, dan empatik terhadap kebinekaan dalam konteks kewargaan dan kebangsaan.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar pelbagai pemangku kepentingan untuk membangun Indonesia yang damai dan harmonis,” kata Jamhari.

Convey Day dihadiri sejumlah pembicara untuk memberikan satu kesamaan narasi yang saling memperkuat irama untuk menciptakan perdamaian dunia. 

Mereka ialah Staf Khusus Presiden yang juga Co-Founder Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Peace Generation Ustadz Irfan Amalee, Praktisi Pendidikan Indonesia Najelaa Shihab, Peneliti PPIM UIN Jakarta Yunita Faela Nisa, Musisi Glenn Fredly, dan Komika Pandji Pragiwaksono. 

"Melalui serangkaian kegiatan ini, kita berharap para aktor perdamaian bisa memberikan insight kepada generasi milenial dan pemangku kebijakan. Berbagi kisah, untuk saling menghormati. Narasi ini menjadi harapan baru, untuk kita memandang ke depan. Menjadikan Indonesia sebuah bangsa yang mengakomodir semua warganya," terang Jamhari.

Selain itu, sekitar 400 orang hadir pada acara ini. Mereka berasal dari perwakilan pemerintah dan negara sahabat, penggerak LSM dan komunitas, akademisi dan pendidik, serta generasi milenial.

Program Convey Indonesia berjalan sejak 2017 dengan bertumpu pada tiga dimensi utama: (1) penelitian dan advokasi kebijakan, (2) pembangunan kapasitas dan (3) kampanye publik.

Selama tiga tahun perjalanan, Convey Indonesia telah menelurkan dua puluh lima (25) hasil penelitian, dua belas (12) pelatihan dan delapan (8) kampanye publik, bekerjasama dengan lebih dari lima puluh (50) pemangku kepentingan baik kementerian/lembaga, lembaga riset, institusi pendidikan, dan lembaga masyarakat sipil lainnya.
 
Semua kegiatan ini berfokus pada pencegahan ekstremisme dan kekerasan melalui pendidikan, khususnya di kalangan generasi muda.

Pewarta: Husni Sahal
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile