Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Perkembangan Lesbumi Terkini, Jangkau Kecamatan hingga Desa

Perkembangan Lesbumi Terkini, Jangkau Kecamatan hingga Desa
Lesbumi kini tengah tumbuh di daerah-daerah
Lesbumi kini tengah tumbuh di daerah-daerah
Jakarta, NU Online 
Ketua Lembaga Seni Budaya Nahdlatul Ulama (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto bercerita tentang perkembangan lembaga yang dipimpinnya yang kini menjangkau tingkat kecamatan dan desa. Bahkan, menurut dia, justru di dua tingkat itulah struktur Lesbumi lebih besar dibanding tingkat wilayah. 

Ia menjelaskan pada saat mendapat amanah dari PBNU untuk memimpin Lesbumi masa khidmah 2015-2020, cabang-cabang masih belum terbentuk.

“Saat mengadakan rakornas pertama, tahun 2015 yang datang 24 orang. Artinya cabang-cabang belum terbentuk, PW (pengurus wilayah) yang ada Yogyakarta yang ikut hadir,” katanya saat pembukaan kaderisasi Lesbumi pertama bernama Asrama Saptawikrama (Astawikrama) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Meski demikian, dengan kesungguhan hati, ia dan pengurus lain, pada rakornas pertama itu melahirkan landasan pergerakan Lesbumi ke depan melalui Saptawikrama,tujuh strategi kebudayaan. 

“Jadi, di dalamm pewayangan ada yang disebut trwiwikrama, tiga kekuatan, karena hari ini yang dihadapi adalah kekuatan besar, jadi harus tujuh, saptawikrama, tujuh kekuatan muncul. Yang kita hadapi luar biasa besar harus tujuh kekuatan,” jelasnya.

Pada 2017, Lesbumi mengadakan rakornas kedua di Lamongan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Jawa Timur. Pada saat itu, sudah ada wakil dari Grobogan, Jawa Tengah, dari Yogyakarta, dan Jawa Timur, juga dari Tarakan (Kalimantan Utara) dan Manado (Sulawesi Utara). 

Pada 2019, Lesbumi mengadakan rakornas kembali di Kediri. Pada saat itu, sudah ada 6 PW dan 64 cabang yang hadir. Pada Februsi tahun ini, pengurus wilayah Lesbumi terlah terbentuk di 8 provinsi, 113 cabang, dan yang mengejutkan 260 MWC atau kepengurusan setingkat kecamatan. Juga sudah terbentuk beberapa ranting (di tingkat desa). 

Ia menjelaskan, struktur MWC Lesbumi lebih besar dibanding dengan pengurus cabang, dan wilayah. Ini artinya kekuatan Lesbumi lebih besar berada dari bawah ke atas. 

“Belum kita hitung ranting. Di daerah mulai tumbuh. Kediri masih menyiapakan 26 MWC. Daerah lain belum melaporkan. Di Munas nanti insyaallah sampai 300-an MWC,” jelasnya. 

Kaderisasi Lesbumi pertama tersebut dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, diikuti pengurus wilayah dan cabang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Kontributor: Abdullah Alawi
Editor: Alhaffiz Kurniawan  
BNI Mobile