Bupati Karanganyar Siap Fasilitasi Pendirian Pesantren NU 

Bupati Karanganyar Siap Fasilitasi Pendirian Pesantren NU 
Ketua Umum PBNU dan Bupati Karanganyar menghadiri kegiatan istighotsah sebagai rangkalain harlah ke-94 NU. (Foto: NU Online/panitia)
Ketua Umum PBNU dan Bupati Karanganyar menghadiri kegiatan istighotsah sebagai rangkalain harlah ke-94 NU. (Foto: NU Online/panitia)
Karanganyar, NU Online
Hujan deras sejak sore yang mengguyur kawasan Mojogedang dan sekitanya, ternyata tidak menyurutkan semangat jamaah untuk hadir pada acara istighotsah dan tasyakuran hari lahir ke-94 NU. Kegiatan sekaligus penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk dibangun pesantren yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah beberapa waktu berselang. 
 
Bupati Karanganyar Juliatmono mengungkapkan apresiasi atas rencana pembangunan pesantren NU di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang. Sebagai bentuk dukungan, maka dirinya berkomitmen untuk mensupport keberadaan pesantren dengan sejumlah akses yang mudah.
 
“Sunggung kami sangat bersyukur bangga dan berterima kasih atas rencana tempat ini akan menjadi pesantren NU percontohan di Indonesia,” katanya, Selasa (18/2).
 
Oleh sebab itu, lanjutnya atas nama pribadi dan pemerintah tentu sangat bangga dan ikut membantu kelancaran pembangunan pesantren. 
 
“Termasuk akan kami perlebar dan baguskan jalan masuk menuju pesantren NU ini. Itu semua, tidak perlu menunggu lama, kita targetkan tahun ini selesai,” katanya disambut riuh tepuk tangan dari ribuan jamaah yang hadir memadati lokasi Masjid An-Nuur.
 
“Kemarin kami sudah lihat lokasi, dan pintu gerbang masuk dan akses jalannya sudah kita rancang sehingga tempat ini sungguh akan menjadi tempat luar biasa, menjadi kebanggaan pemerintah Kabupaten Karanganyar dan kebanggaan keluarga besar Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
 
Dirinya juga menyatakan bahwa keberadaan pesantren di Karanganyar sangat dibutuhkan karena akan mencetak dan melahirkan tokoh-tokoh agama yang menjadi panutan untuk generasi selanjutnya.
 
“Harapannya, semoga diberi kemudahan oleh Allah. Dan kami juga menyampaikan terima kasih atas peran NU di Karanganyar yang luar biasa,” tegasnya. 
 
Dalam pandangannya, NU adalah organisasi Islam terbesar yang ikut mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. 
 
“Oleh karena itu, kalau mayoritas warga NU negara ini ayem tentrem, tidak ada masalah apa-apa dan semua guyub rukun menjadi Islam yang rahmatan lilalamin yakni Islam yang menyejukkan,” pungkasnya.
 
 
Kontributor: Ahmad Rosyidi
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile