IMG-LOGO
Fragmen
HARLAH KE-66 IPNU

'Risalah Organisasi IPNU', Majalah Pelajar NU Era 1960-an

Sabtu 22 Februari 2020 11:00 WIB
'Risalah Organisasi IPNU', Majalah Pelajar NU Era 1960-an
Jilid majalah IPNU di awal berdiri (Foto: NU Online/Ajie Najmuddin)
Kongres ke-IV IPNU yang dihelat di Surabaya pada 11-14 Februari 1961, menghasilkan beberapa rekomendasi penting, antara lain penghapusan Departemen Perguruan Tinggi IPNU (karena sudah ada PMII), penggantian istilah muktamar menjadi kongres, dan perubahan istilah dari Anggaran Dasar / Rumah Tangga (AD/ART) menjadi Peraturan Dasar / Peraturan rumah tangga (PD/PRT) serta finalisasi bentuk lambang IPNU.

Dalam pidato pertanggungjawabannya, di hadapan peserta kongres, Ketua PP IPNU Tolchah Mansoer menegaskan komitmen IPNU untuk ikut senantiasa meningkatkan kontribusi mereka kepada masyarakat :

“Bukanlah kedjajaan dan keagungan organisasi itu jang menjadi tjita-tjita utama. Tapi bagaimana organisasi itu bisa memberikan sumbangan kepada masjarakat dalam segala bidangnja. Tudjuan organisasi ini masih djauh; apa jang nampak di depan mata kita ini hanja sekelumit jang tidak banjak artinya.”

“Tjita-tjita daripada IPNU jalah membentuk manusia jang berilmu, tetapi bukan manusia calon kasta elite di dalam masjarakat. Tidak. kita menginginkan masjarakat jang berilmu. Tetapi jang dekat dengan masjarakat.”

Pidato pertanggungjawaban Tolchah sebagai ketua umum IPNU ini, menjadi yang terakhir baginya. Estafet Ketua Umum PP IPNU periode 1961-1963 selanjutnya diemban kepada Ismail Makky.

Setelah Kongres ke-IV, kepengurusan PP IPNU di bawah kepemimpinan Ismail Makky, membuat beberapa gebrakan baru. Selain tentunya, pembentukan cabang-cabang baru, juga membuat media cetak berupa majalah berukuran kecil yang diberi nama "Risalah Organisasi IPNU".

Dari salah satu majalah 'Risalah Organisasi IPNU' terbitan Oktober 1961 (No.2 tahun pertama), memuat sejumlah informasi penting tentang perkembangan organisasi pelajar NU itu, yang dirangkum ke dalam empat rubrik, yakni : Problim Kita (Redaksi), Aneka Ragam Kesekretariat, Aneka Kegiatan, dan Dunia Pengetahuan.

Dipaparkan pula mengenai nama-nama pengelola majalah dan susunan redaksi. Sebagai pimpinan umum yakni A. Hidjazi A.S. Kemudian di Dewan Redaksi, ada A. Nawawi Rambe (kemudian hari dikenal sebagai akedmisi/penulis buku), Moensif Nahrawi (pendiri PMII), dan Thabrani Basri (Ketum PWNU Kalimantan Selatan 1997-2002). Sedangkan Asnawi Latif (Ketum IPNU 1963-1976) dan A. Ja'cub Chatib membantu di bidang tata usaha.

Majalah 'Risalah Organisasi IPNU' terbit secara berkala, setiap bulan sekali, dengan harga untuk berlangganan sekwartal (tiga bulanan) Rp. 15. Penerbitan majalah ini di bawah tanggung jawab Departemen Penerangan Pimpinan Pusat IPNU yang kala itu masih berkantor di Jl Djogonegaran Jogjakarta.

Majalah bersampul hijau kuning ini beredar di kala era zaman Demokrasi Terpimpin, untuk menjadi corong informasi dari pengurus pusat kepada para pengurus dan anggota di daerah. Sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan bakat para kader IPNU di bidang jurnalistik. Sayangnya, tidak ada sumber yang menerangkan usia majalah ini, apakah hanya bertahan pada satu periode kepengurusan atau masih dilanjutkan pada masa pengurus berikutnya.

Penulis: Ajie Najmuddin
Editor: Abdullah Alawi
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG