Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kader IPNU Bertekad Jadikan Desanya Pusat Produk Batik Pamekasan

Kader IPNU Bertekad Jadikan Desanya Pusat Produk Batik Pamekasan
Para peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Membatik, berfoto bersama di Balai Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Jumat (28/2)
Para peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Membatik, berfoto bersama di Balai Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Jumat (28/2)

Pamekasan, NU Online

Pernah berproses di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kini A Fauzi mengemban amanah sebagai Kepala Desa (Kades) Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. A Fauzi berikhtiar menjadikan desanya sebagai salah satu pusat produk batik di Kabupaten Pamekasan.

 

Tekad tersebut diketengahkannya kepada Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahul Ulum, Kadur Pamekasan, dalam penutupan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Membatik, Jumat (28/2) di Balai Desa Bungbaruh.

 

"Kami sangat bangga dan sangat berterima kasih kepada PKBM Miftahul Ulum yang telah memilih desa kami objek pelatihan membatik. Terima kasih yang mendalam telah mengembangkan potensi desa dan memberikan pengetahuan membatik kepada warga kami. Ini menjadi awal yang baik memajukan desa," ungkap jebolan Universitas Islam Madura (UIM) Pesantren Bettet, Pamekasan itu.

 

Pemberian fasilitas berupa alat dan bahan membatik, seperti kain polos dan lainnya pasca pelatihan menjadi jalan Fauzi mengembangkan usaha milik desanya. Fauzi berharap peserta PKW memanfaatkannya dengan baik.

 

"Memang proses membatik membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan rumit, perlu ketelatenan dan kesabaran. Kendati demikian, kalian harus tetap maju, karena keterampilan itu harus dilatih dan diasah," tegas mantan Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) tersebut.

 

Proses belajar membatik, bagi Fauzi, merupakan latihan menjadi orang yang terampil. Hal tersebut diyakini dapat menumbuhkan bakat dan jiwa seni masing-masing orang.

 

"Membuat motif dan desain yang sesuai selera sendiri susah apalagi membuat motif yang cocok dengan pesanan orang lain. Tapi, ini tantangan yang baik. Pemikiran seperti ini harus tumbuh untuk menambah semangat membatik," tegasnya.

 

Fauzi menghendaki keterampilan membatik dari peserta bisa disinergikan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, yakni sesuai instrusi Bupati H Baddrut Tamam, yang menekankan para kades membetuk Wirausaha Baru (WUB) beserta dengan anggarannya.

 

"Jika peserta PKW bisa konsisten, maka bisa bekerja sama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Desa Bungbaruh. Ada dana untuk kelompok itu, sehingga bisa menjadi salah satu WUB di desa kita sekaligus menjadi salah satu desa yang memproduksi batik khas Pamekasan," terangnya.

 

Tentu alumni peserta PKW, tambahnya, harus proaktif berkomunikasi dengan pemerintah desa guna merencanakan tindak lanjut yang lebih produktif.

 

"Kami pemerintah desa selalu siap melayani dan memberikan solusi," tandasnya.

 

Kontributor: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile