Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Banser Harus Profesional dan Berani Kaya

Banser Harus Profesional dan Berani Kaya
Keterangan foto: Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni memberikan pengarahan kepada peserta Susbanpim V, di Graha Candra Wilwatikta, Sabtu (29/2). (Foto: NU Online/Gatot Arifianto)
Keterangan foto: Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni memberikan pengarahan kepada peserta Susbanpim V, di Graha Candra Wilwatikta, Sabtu (29/2). (Foto: NU Online/Gatot Arifianto)
Pasuruan, NU Online
Kepala Satuan Koordinasi Satuan Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H Alfa Isnaeni mengimbau kader inti Gerakan Pemuda Ansor  untuk berani menjadi pengusaha.
 
"Profesional itu mulai kita lakukan dengan membentuk satuan-satuan khusus mengingat bertambahnya jumlah Banser. Namun ada yang perlu diluruskan, yakni Banser Maritim atau Baritim," kata Alfa di Graha Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (29/2).
 
Alfa menegaskan, Baritim bukan semacam rescue. Namun upaya mendorong kegiatan ekonomi kader. "Baritim didesain untuk meningkatkan keunggulanan ekonomi kader yang dekat dengan pantai. Bagaimana setelah kader mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Khusus atau Diklatsus selanjutnya diupayakan untuk memperoleh kartu nelayan," ujarnya.
 
Alfa menegaskan, Baritim bukan rescue air. Namun Banser yang berani menjadi pengusaha sektor kelautan. "Kalau sahabat-sahabat menjadi pengusaha, akan banyak kader dan masyarakat yang terbantu," katanya.
 
Keinginan itu lanjutnya, juga ditumbuhkan bagi Banser Husada (Basada) yang didesain untuk membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan. "Kami sedang menginisiasi Gokam (pelayanan bekam online) di Lampung," paparnya didampingi Kepala Satuan Khusus Nasional (Kasatsusnas) Banser Husada Yunianto Wahyudi.
 
Selain patuh pada pimpinan dan hormat sesama, Banser harus profesional. Kalau bergabung di Provost jadilah Provost yang baik. "Jangan mendisiplinkan orang lain sebelum mendisiplinkan diri sendiri," ujarnya.
 
Ia menambahkan, Banser protokoler didesain untuk mengatur dan menata kegiatan digelar organisasi dan Nahdlatul Ulama (NU). 
 
"Bagana atau Banser Tanggap Bencana didesain untuk penanggulangan bencana.  Lalu ada Balakar atau Banser Penanggulangan Kebakaran. Selanjutnya Banser Lalu Lintas atau Balantas serta Detasemen Khusus atau Densus 99 Asmaul Husna. 
 
"Densus 99 didesain dalam rangka memetakan radikalisme agama. Jangan dimaknai banser kerbal senjata. Yang mau masuk di satuan khusus ini harus punya basis keilmuan yang cukup. Sekali lagi, profesionalisme Banser harus ditumbuhkan, Agar tidak semata Banser hanya disebut sebagai pengamanan pengajian semata," katanya. 
 
Susbanpim V digelar mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2020, di Graha Candra Wilwatikta. Diikuti 154 kader dari berbagai Provinsi di Indonesia. Hadir pada pembukanaan kegiatan nasional itu sejumlah pejabat negara, seperti Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
 
Kontributor: Gatot Arifianto
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile