Tangkal Virus Corona, Rumah Ibadah di Korsel Tutup Sementara

Tangkal Virus Corona, Rumah Ibadah di Korsel Tutup Sementara
Central Mosque di Seoul, Korea Selatan. (Foto: via IDN Times)
Central Mosque di Seoul, Korea Selatan. (Foto: via IDN Times)
Seoul, NU Online
Geliat kegiatan keagamaan yang biasa dilakukan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan mendadak sepi. Tidak hanya masjid dan mushola, warga di Korsel memilih menutup sementara tempat ibadah untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Saat ini rumah-rumah ibadah mulai dari masjid, mushola, gereja, kuil, dan lainnya ditutup sementara,” ujar salah seorang warga NU di Korsel, Imam Sibaweh saat dihubungi NU Online, Jumat (28/2) kemarin.

Menurut pria yang bekerja di wilayah Jeollabuk, Korsel ini, penutupan sementara juga berlaku untuk kegiatan shalat wajib 5 waktu, juga shalat Jumat.

“Langkah ini dilakukan menyusul pernyataan dari Presiden Korsel Moon Jae-in yang menyatakan bahwa pihaknya melarang kegiatan berkumpul, baik di dalam maupun di luar ruangan,” jelas Imam.

Ia menegaskan, sementara aktivitas keagamaan di rumah masing-masing. Sebab, kegiatan berkumpul saat ini tidak diperbolehkan pemerintah untuk sementara. “Tapi bekerja tetap jalan terus, meski sebagian pabrik ada yang libur,” terang Imam.

Ia menerangkan, sementara ini teman-teman NU di Korsel terus memantau situasi di lapangan dengan tetap mematuhi aturan Pemerintah Korsel.

“Melalui NU Care-LAZISNU nanti kami juga akan ada kegiatan pembagian masker untuk semua daerah di Korea Selatan,” jelasnya.

PCINU Korsel juga tetap mengimbau warga NU di Korsel agar memperbanyak Shalawat Thibbil Qulub.

Terkait kasus warga yang terjangkit virus mematikan ini, Korea Selatan saat menempati nomor dua setelah China. Per Jumat, 28 Februari 2020, korban yang terjangkit mencapai 2.337 orang, sedangkan yang meninggal karena terinfeksi virus Corona sudah mencapai 13 orang.

Untuk korban yang terjangkit di Korsel, setiap harinya meningkat dari 100 orang hingga 300 orang. Kasus paling banyak terdapat di Kota Daegu, Korsel.

Langkah serupa juga dilakukan China, Jepang, Iran, Australia, dan sebagian negara di Eropa yang melarang kegiatan berkumpul sehingga tempat-tempat ibadah juga sepi.

Sejauh ini, ada lebih dari 3.225 kasus virus corona terjadi di luar China, sumber penyebaran virus corona. Per Kamis (27/2) lalu, sebanyak 2.801 orang di seluruh dunia meninggal akibat terinfeksi virus serupa SARS itu.

Setelah China, Iran sejauh ini menjadi negara dengan kasus kematian akibat virus corona terbanyak yakni sebanyak 22 jiwa.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Abdullah Alawi
BNI Mobile