Pesan Terakhir Sekretaris NU Kota Tasikmalaya kepada Kader IPNU

Pesan Terakhir Sekretaris NU Kota Tasikmalaya kepada Kader IPNU
H Anis Nursobah (memegang piring) menyalami Ketua IPNU Tasikmalaya, Husni Mubarok pada peringatan Harlah ke-66 IPNU di Tasikmalaya. (Foto: IPNU Tasikmalaya)
H Anis Nursobah (memegang piring) menyalami Ketua IPNU Tasikmalaya, Husni Mubarok pada peringatan Harlah ke-66 IPNU di Tasikmalaya. (Foto: IPNU Tasikmalaya)
Jakarta, NU Online
Ahad (1/3) lalu, keluarga besar NU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat diterpa duka dengan meninggalnya Sekretaris PCNU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, H Anis Nursobah.
 
Informasi yang beredar, almarhum sempat menghadiri rapat STAINU hingga pukul 15.30 WIB. Pukul 15.50 WIB, H Anis izin pulang karena merasa pusing. Almarhum pulang dengan mengendaria sepeda motor dalam keadaan hujan rintik. Kira-kira 300 meter dari lokasi rapat yakni di Pesantren Gandok, sejam kemudian ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
 
Ketua IPNU Tasikmalaya, Husni Mubarok mengatakan almahum dikenal sebagai sosok yang bersahabat. Menurut Husni, almarhum sempat menghadiri Harlah ke-66 yang diadakan IPNU Kota Tasikmalaya pekan lalu.
 
"Beliau memberikan ucapan selamat bahagia kepada semua dalam rangka hari lahir IPNU ke-66. Kiai Anis juga mengatakan pertemuan tersebut juga sekaligus reuni," kata Husni, Senin (3/3) malam.
 
Selain itu, pada kesempatan tersebut, H Anis juga mengajak kader IPNU untuk belajar sejarah kepada para senior. "Mereka (para senior) telah ditempa, dan hasilnya adalah benar-benar bermanfaat bagi kita semua," kata Husni menirukan pesan almarhum.
 
Pesan lainnya yang disampaikan almarhum adalah bahwa orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat kepada sesama. Kemudian, dalam memperingati harlah IPNU ini merupakan momentum kebersamaan. Bukan hanya kebersamaan IPNU, tetapi kebersamaan bersama alumni dan senior-senior yang telah menunjukan diri sebagai orang-orang yang bermanfaat bagi kita. 
 
"Kiai Anis menyebutkan contoh beberapa senior seperti Pak Haslim, Haji Iman, Pak Haris, Pak Asep Salahudin dengan pondok pesantrennya, semua menjadi contoh bagi kita semua," papar Husni.
 
Almarhum H Anis lahir di Tasikmalaya pada 1 Januari 1972. Keluarga almarhum beralamat di Kampung Pasir Angin Haji Latihan RT 02 RW 04, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
 
Almarhum meninggalkan dua orang anak, yakni Gani Ghanesa Noor yang saat ini masih bersekolah di Kelas XI MAN Sukamanah. Anak kedua yakni seorang perempuan bernama Gina Lutfia Noor siswa Kelas V MI Pasir Angin.
 
H Anis pernah nyantri di beberapa pesantren seperti Pesantren Sukamanah, Legok Reungit, dan Sukahideng. Sementara keaktifan di NU dimulai dengan menjadi anggota IPNU, PMII, Ketua MWCNU Bungursari, Sekretaris PCNU Kota Tasikmalaya, dan Ketua 1 STAINU Tasikmalaya.
 
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile