IMG-LOGO
Daerah

Cara Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar Muliakan Bulan Rajab


Rabu 4 Maret 2020 08:45 WIB
Bagikan:
Cara Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar Muliakan Bulan Rajab
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, KH Mu'in Abdurrahim mengkaji Kitab Al-Barjanzi dalam rangka memuliakan Rajab. (Foto:NU Online/Aisyah)
Kota Banjar, NU Online
Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat menggelar pengajian Isra' Mi'raj yang rencananya akan berlangsung setiap malam selama bulan Rajab. Kali ini, Selasa (3/3) adalah yang pertama diselenggarakan di pondok setempat. Demikian ini menurut Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, KH Mu'in Abdurrahim merupakan upaya menghormati dan memulikan bulan Rajab.
 
Dalam forum itu, KH Mu'in mengkaji kitab Al-Barjanzi karya Sayyid Ja'far Al-Barjanzi. Pengajian mengupas bahasan yang memuat tentang kisah di isra'kan dan di mi'rajkannya Nabi Muhammad Saw.
 
Nabi Muhammad Saw di isra'kan dari rumahnya di Makkah ke Baitul Maqdis di Palestina. "Maksud dari di isra'kan di sini adalah diperjalankan," katanya.
 
Kiai yang kerap disapa Abah Mu'in oleh santri-santrinya itu menambahkan, peristiwa isra' seperti memindahkan semut yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Untuk itu proses pemindahan itu sangat cepat sekali.
 
Sesuai dengan yang tertera dalam kitab Al-Barjanzi halaman 56 bahasan ke 14 bahwa Nabi Muhammad Saw pada saat isra' mi'raj bersama ruh dan jasadnya serta dalam keadaan sadar. "Adalah suatu kekuasaan Allah Swt pada peristiwa isra' mi'raj," katanya di hadapan ratusan santri putri.
 
Peristiwa ini terjadi karena meninggalnya Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah. Kepergian kedua orang terkasih nabi disebut dengan Ammul Huzni atau tahun kesedihan. "Pada waktu itu orang kafir Quraisy yang memusuhi nabi bersorak sorai atas kepergian dua orang yang dicintai nabi," kisah abah Mu'in.
 
"Maka dari itu nabi sangat bersedih. Tetapi meski nabi ditinggalkan oleh orang-orang terkasihnya, namun Allah tidak meninggalkan nabi," imbuhnya. Dan pada waktu itu turunlah wahyu QS Ad-Dhuha. Dalam surat tersebut bercerita bahwa Allah tidak pernah melupakan dan meninggalkan Nabi Muhammad Saw.
 
Masih tentang isra' mi'raj kata Abah Mu'in, bertalian erat dengan ruh. Ia mengatakan bahwa mengenai ruh hanya Allah yang maha mengetahui. Dan setelah Nabi Muhammad sampai ke Baitul Maqdis dengan mengendarai buroq disambut oleh 124.000 nabi. Lalu di mi'rajkan ke Sidratul Muntaha mengendarai buroq dan ditemani oleh Malaikat Jibril.  
 
Pada peristiwa mi'rajnya ini hanya ruh nabi saja yang dinaikkan ke Sidratul Muntaha. Lalu nabi melalui 7 pintu langit dan bertemu dengan beberapa Nabi. Diantara Nabi yang ditemui yaitu Nabi Adam As, Nabi Isa putra Maryam, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, dan Nabi Ibrahim As.
 
Pengajian di tutup dengan membaca shalawat Thibbil Qulub. "Pembacaan shalawat Thibbil Qulub ini merupakan ikhtiar kita semoga terhindar dari virus Corona," pungkas kiai yang juga Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjar itu. 
 
Kontributor: Aisyah
Editor: Syamsul Arifin
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG