Rais ‘Aam PBNU Apresiasi Buku Saku LDNU Jember

Rais ‘Aam PBNU Apresiasi Buku Saku LDNU Jember
Rais 'Aam PBNU saat meluncurkan buku saku LDNU Jember di masjid Roudhatul Muchlisin, Rabu (4/3) malam. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Rais 'Aam PBNU saat meluncurkan buku saku LDNU Jember di masjid Roudhatul Muchlisin, Rabu (4/3) malam. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Jember, NU Online
Buku saku yang disusun Pengurus Cabang LDNU Jember berjudul Amaliah NU dan Dalilnya mendapat apresiasi dari Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Menurutnya, buku tersebut cukup simpel karena bentuknya kecil namun isinya lengkap dengan dalil-dalilnya.
 
“Kalau yang berbentuk buku biasa sudah banyak. Tapi ini buku kecil, praktis,” ucapnya saat meluncurkan buku tersebut di sela-sela acara Ratibul Haddad di masjid Roudhatul Muchlisin, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates Jember, Jawa Timur, Rabu (4/3) malam.
 
Ia menambahkan, buku saku tersebut diharapkan mampu membentengi amaliah Nahdliyin dari tudingan amalan bid’ah, menyimpang dan sebagainya, sehingga diharapkan mereka semakin kokoh keyakinannya untuk mengamalkan amaliah yang telah dilakukan sejak lama, dan turun temurun itu.
 
“Itu (buku saku) bagus, bisa memberikan benteng, terutama terhadap amaliah NU,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua PC LDNU Jember, Gus Rofi’i Baidlawi menegaskan bahwa untuk mensosialisasikan buku itu, pihaknya memprogramkan bedah buku di setiap MWCNU di Kabupaten Jember. Saat ini, katanya, setidaknya sudah ada 8 MWCU yang menyatakan siap menggelar bedah buku tersebut.
 
“Delapan MWCNU itu sudah menyatakan siap menjadi tuan rumah bedah buku,” ucapnya.
 
Dikatakan Gus Rofi’i, bedah buku tersebut dimaksudkan untuk tidak sekadar menjelaskan isi buku itu, tapi ada dialog dengan anggota tim penyusun buku setebal 148 halaman tersebut. Sehingga audiens tambah paham isi buku tersebut.
 
“Narasumbernya adalah tim  penyusun buku itu, yaitu pengurus LDNU Jember ,” jelasnya.
 
Gus Rofi’i menambahkan, buku tersebut tentu sangat membantu melestarikan amaliah NU. Lebih-lebih amaliah NU tak pernah sepi dari rongrongan dan tudingan negatif untuk melemahkan keyakinan Nahdliyin terhadap amalan itu. “Buku itu menjawab tudingan tersebut,” jelasnya.
 
Gus Rofi’i menegaskan, sesungguhnya Nahdliyin tak pernah ragu dengan amaliah yang dilakukannya, seperti tahlilan, maulid Nabi, pembacaan talqin, waridan setelah shalat lima waktu, dan sebagainya. Namun jika rongrongan itu terus terjadi, bukan tidak mungkin sekian tahun kedepan anak-anak muda NU akan terpengaruh.
 
“Kami mengantisapasi agar pendangkalan keyakinan (terhadap amaliah NU) tidak terjadi terutama terhadap anak-anak muda NU, apalagi saat ini akses informasi sudah terbuka tanpa batas,” pungkasnya.
 
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile