Ziarah Muassis NU Demi Meneguhkan Sanad Perjuangan 

Ziarah Muassis NU Demi Meneguhkan Sanad Perjuangan 
Peserta ziarah muassis saat berada di makam Kiai Nawawi Pasuruan. (Foto: NU Online/Makhfud Syawaludin)
Peserta ziarah muassis saat berada di makam Kiai Nawawi Pasuruan. (Foto: NU Online/Makhfud Syawaludin)
Pasuruan, NU Online
Sejumlah kegiatan diselenggarakan dalam rangka menyambut hari lahir ke-97 Nahdlatul Ulama. Salah satu yang selalu dilaksanakan adalah dengan melakukan ziarah ke makam atau pesarean para ulama dan kiai yang dulu pernah berkhidmah di jamiyah.
 
Hal tersebut sebagaimana dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan, salah satunya ziarah muassis atau pendiri NU.
 
Kepada NU Onlie, KH Imron Mutamakkin menjelaskan bahwa ziarah kepada makam muassis sebagai hal positif, termasuk memastikan bahwa sanad perjuangan tidak putus.
 
“Kita harus terus meneruskan pesan Kiai Nawawi Sidogiri ketika beliau bersedia menjadi pengurus NU saat diminta oleh Mbah Hasyim Asy'ari melalui KH Ridlwan Abdullah, pencipta lambang NU,” katanya, Kamis (5/3).
 
Disampaikannya bahwa ziarah bukan semata amaliah yang sepi manfaat. Justru dengan mempertahankan tradisi tersebut dapat melanggengkan khidmah sehingga semangat berjamiyah tidakj kendor.
 
"Mari meneguhkan sanad perjuangan kita sebagaimana Kiai Nawawi Sidogiri ketika bersedia menjadi pengurus NU dengan satu syarat, bahwa pengurus NU harus bersedia urunan dalam menjalankan roda organisasi," ungkapnya di sela-sela menuju Makam Kiai Nawawi Sidogiri.
 
Apa yang dapat ditangkap dari pesan tersebut, bahwa setiap pengurus dan anggota NU hendaknya juga memiliki kepedulian kepada perjalanan organisasi. Bahwa dengan menyisihkan sebagian yang didapat dari rizki, maka banyak khidmah yang bisa diberikan kepada umat. Apalagi PBNU telah menginstruksikan bagi penghimpunan dana umat lewat Kotak Infak atau Koin Muktamar NU.
 
“Maka, kemadirian organisasi kita harus kuat. Karenanya, mari sukseskan Koin Muktamar NU," tegas salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Pasuruan tersebut.
 
Saat kegiatan ziarah, pembacaan surat Yasin dan tahlil dipimpin oleh KH Makshum Hasyim, sedangkan doa oleh KH Abdullah Muhsin. Dan untuk rute ziarah adalah dari Sidogiri, Bangkalan dan terakhir ke Jombang.
 
"Alhamdulillah, sudah selesai ke makam Kiai Nawawi Sidogiri. Setelah ini, kami akan ke Mbah Kholil Bangkalan. Terakhir, ke Mbah Hasyim Asy'ari di Jombang," ujar Akhmad Farid.
 
Ketua rombongan ziarah muassis tersebut menjelaskan bahwa kegiatan diikuti jajaran PCNU, perwakilan lembaga dan badan otonom, serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-PCNU Kabupaten Pasuruan. 
 
Kontributor: Makhfud Syawaludin
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile